Latest Program: Miliki Anggota dan Rutin Transaksi, 1.097 Koperasi di Jatim Dinyatakan Aktif
Miliki Anggota dan Rutin Transaksi, 1.097 Koperasi di Jatim Dinyatakan Aktif
Latest Program –
Dinas Koperasi Jawa Timur mengkonfirmasi adanya 1.097 koperasi yang telah aktif dalam operasional bisnisnya, termasuk memiliki anggota dan mencatat transaksi. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa, saat berbicara di Surabaya pada Sabtu (4/6). Menurutnya, jumlah tersebut telah terdata dalam sistem Simkopdes yang dikelola oleh Kementerian Koperasi dan UKM. “1.097 koperasi itu telah kami catat dan dimasukkan ke dalam sistem tersebut. Mereka tidak hanya aktif secara usaha, tetapi juga memiliki anggota serta melakukan transaksi rutin,” ujar Endy.
Koperasi Aktif, Tercatat dalam Sistem Nasional
Sistem Simkopdes, yang menjadi kerangka kerja nasional, berfungsi sebagai alat pengelolaan data koperasi secara terintegrasi. Endy menambahkan bahwa seluruh koperasi yang terdaftar dalam sistem ini telah memenuhi kriteria operasional. “Koperasi yang sudah berjalan tentu memiliki anggota dan tercatat dalam transaksi sehari-hari. Ini menjadi dasar bagi pemerintah dalam mengawasi keberlangsungan program,” jelasnya.
5.000 Gedung Fisik Dibangun, 2.500 Sudah Selesai
Program pembangunan fisik koperasi telah mencapai titik tertentu, dengan total 5.000 unit bangunan yang dibangun hingga saat ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.500 hingga 3.000 gedung telah rampung 100% dan menjadi pusat kegiatan usaha, sementara selebihnya masih dalam tahap pengerjaan. Endy menyatakan bahwa pembangunan ini dilakukan dengan kerja sama antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota, serta berkoordinasi dengan PT Agrinas. “Kami memastikan setiap gedung sesuai standar, lalu berlanjut ke proses pengoperasian,” katanya.
Kerja Sama dengan PT Agrinas, Fokus Evaluasi
Selama ini, pemerintah provinsi dan daerah kabupaten/kota berperan sebagai pengawas utama pembangunan gedung koperasi. Setelah bangunan selesai, selanjutnya berkoordinasi dengan PT Agrinas untuk memastikan kegiatan usaha dapat berjalan optimal. Terkini, 530 gedung koperasi yang tersebar di delapan kabupaten/kota, seperti Nganjuk, Kediri, Mojokerto, dan Lamongan, telah diresmikan. Dengan begitu, koperasi-koperasi tersebut menjadi fokus evaluasi pemerintah. “Kami sedang mengevaluasi 530 gedung tersebut untuk memastikan aktivitas usaha mereka sudah berjalan dengan baik,” tutur Endy.
Dukungan Logistik dari Bulog dan Pertamina
Keberadaan koperasi-koperasi ini tidak hanya tergantung pada infrastruktur fisik, tetapi juga dukungan logistik. Dinas Koperasi Jawa Timur menjelaskan bahwa koperasi beroperasi dengan pasokan kebutuhan pokok yang dijamin oleh Bulog, Food ID, hingga LPG Pertamina. “Dengan adanya stok barang yang cukup, aktivitas usaha koperasi dapat berjalan secara efisien,” katanya.
Pembangunan Berlanjut, Target Nasional 30.000 Gedung
Dinas Koperasi Jawa Timur memastikan bahwa pembangunan gedung koperasi masih akan dilanjutkan. Endy mengungkapkan, Pemerintah Pusat menargetkan sekitar 30.000 gedung Koperasi Merah Putih dapat diresmikan di seluruh Indonesia hingga Agustus mendatang. “Kalau semua terwujud, Jawa Timur bisa mencapai 5.000 gedung yang dijanjikan,” imbuhnya.
Persiapan dan Koordinasi untuk Fase Berikutnya
Endy menyebutkan bahwa pemerintah Jawa Timur masih menunggu kepastian jumlah gedung yang siap dioperasikan dari PT Agrinas. “Sebagai mitra, PT Agrinas akan menentukan apakah 5.000 gedung tersebut bisa digunakan segera atau ada penyesuaian,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya mengoptimalkan pembangunan dan pengawasan agar koperasi dapat beroperasi dengan maksimal.
Manfaat Koperasi bagi Masyarakat dan Ekonomi
Menurut Endy, koperasi yang aktif menjadi pilar penting dalam mendorong perekonomian masyarakat. “Koperasi ini memberikan akses ekonomi bagi warga, terutama di daerah terpencil. Dengan adanya gedung fisik yang layak, mereka bisa memperluas jaringan dan meningkatkan transaksi,” katanya. Selain itu, koperasi juga diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja dan mendorong pemberdayaan ekonomi lokal.
Kesiapan Koperasi untuk Tahun Depan
Koperasi yang telah aktif diharapkan bisa menjadi contoh terbaik dalam mengembangkan model bisnis yang inklusif. “Koperasi memiliki keunggulan dalam menjangkau masyarakat kecil, jadi potensinya sangat besar,” kata Endy. Ia menambahkan, dengan adanya dukungan pemerintah dan mitra strategis, koperasi dapat berperan lebih besar dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
Peran Simkopdes dalam Pengelolaan Data
Sistem Simkopdes diperkenalkan sebagai solusi untuk mengelola data koperasi secara terpusat dan transparan. Dinas Koperasi Jawa Timur menyatakan bahwa sistem ini memberikan kemudahan dalam memantau kinerja koperasi. “Simkopdes memastikan setiap data koperasi diakses secara real-time, termasuk jumlah anggota dan volume transaksi,” jelasnya.
Koperasi yang terdaftar dalam Simkopdes juga menjadi basis bagi kebijakan pemerintah dalam mempercepat peningkatan jumlah usaha kecil menengah. Dengan keberadaan 1.097 koperasi aktif, Dinas Koperasi Jawa Timur optimis bahwa program ini akan mencapai target nasional dalam waktu
