Latest Facts: Banjir masih merendam 18 RT di Jakarta

74f57d37 64fe 4809 a575 360f63322a43 0

Banjir Masih Merendam 18 RT di Jakarta

Latest Facts – Banjir yang terjadi di beberapa wilayah Jakarta pada 5 Mei 2026 masih menyisakan dampak signifikan, dengan 18 Rukun Tetangga (RT) dan satu ruas jalan yang tergenang air hujan. Fenomena ini terjadi setelah curah hujan yang tinggi menyebabkan aliran air di daerah tergenang kelebihan kapasitas saluran drainase. BPBD DKI Jakarta menjadi pihak yang memantau kondisi terkini, dengan data terkini sampai pukul 14.00 WIB menunjukkan bahwa wilayah tertentu masih terdampak. Ketinggian air yang mencapai 15 hingga 95 cm memberi tekanan pada kehidupan sehari-hari warga, terutama dalam mobilitas dan aktivitas rutin.

Situasi Banjir di Puri Kembangan

Di Puri Kembangan, Jakarta, warga terpaksa menggunakan gerobak untuk mengangkut sepeda motor dan kendaraan bermotor lainnya melintasi jalan yang tergenang. Kondisi ini memaksa mereka mengambil langkah ekstra untuk menghindari risiko terjebak air. Meski begitu, ada beberapa warga yang tetap berusaha menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekitar dengan membersihkan genangan air yang terbentuk.

“Sampai saat ini, sekitar 18 RT masih tergenang air dengan ketinggian mencapai 95 cm. Kami terus berupaya untuk mengeringkan daerah yang terdampak dan memastikan warga bisa kembali beraktivitas,” kata salah satu petugas dari BPBD DKI Jakarta.

Banjir juga memengaruhi kegiatan pendidikan. Beberapa sekolah di sekitar area tergenang memutuskan untuk menggelar pelajaran di luar ruangan atau mengatur jadwal belajar secara fleksibel. Hal ini menunjukkan adaptasi dari warga dan institusi terhadap kondisi yang tidak terduga. Selain itu, kondisi jalan yang tergenang memaksa pengendara menggunakan jalan alternatif, sehingga meningkatkan kemacetan di sekitar daerah yang terdampak.

Kondisi di Bojong Kavling, Rawa Buaya

Dalam beberapa titik, seperti Bojong Kavling di Rawa Buaya, warga tampak menuntun sepeda motornya melewati genangan air yang terbentuk. Meski terlihat tenang, banyak orang merasa khawatir karena kelembapan jalan membuat risiko tergelincir meningkat. Beberapa warga juga berusaha menyelamatkan perabotan rumah dari air yang mulai masuk ke dalam rumah. Upaya ini sering kali membutuhkan waktu yang cukup lama, terutama untuk barang-barang berharga.

Bahkan, ada warga yang menggunakan perahu kecil untuk mengangkut barang-barang kecil dari rumah mereka ke area yang lebih tinggi. Tindakan ini menunjukkan inisiatif warga dalam mengatasi dampak banjir. Dengan lingkungan yang dipenuhi air, kegiatan rutin seperti belanja ke pasar atau mengantar anak ke sekolah terganggu. Namun, warga tetap bersikap optimis dan saling membantu untuk mempercepat pemulihan.

Dampak Banjir pada Infrastruktur

Kondisi banjir yang terjadi di Jakarta sejak hari Senin, 4 Mei 2026, mengakibatkan kerusakan pada beberapa infrastruktur, terutama jalan raya. Ruas jalan yang tergenang air menjadi jalur utama bagi warga yang berusaha melewati genangan. Sejumlah warga menyebut bahwa jalan yang tergenang membuat kemacetan semakin parah, terutama saat puncak hujan mengalir deras.

Dari laporan BPBD DKI Jakarta, pihaknya mencatat bahwa banjir di Jakarta tidak hanya melibatkan daerah tertentu, tetapi juga berdampak pada seluruh kota. Berdasarkan data hingga pukul 14.00 WIB, terdapat 18 RT yang masih tergenang air hujan. Ketinggian air mencapai 15 hingga 95 cm, dengan tingkat intensitas air yang terus meningkat seiring hujan yang tidak berhenti. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan bahwa pengendalian banjir membutuhkan kolaborasi antara warga dan pihak berwenang.

“Kurangnya upaya pembersihan saluran drainase di beberapa wilayah menjadi penyebab utama banjir yang terjadi. Kami berharap warga dapat bekerja sama dengan tim pemadam bencana untuk mempercepat proses pemulihan,” tambah petugas BPBD DKI Jakarta.

Penyebab banjir juga dikaitkan dengan peningkatan intensitas hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Curah hujan yang mencapai tingkat tinggi membuat saluran air tidak mampu menampung volume air yang masuk. Dengan kondisi ini, BPBD DKI Jakarta terus memantau daerah tergenang dan memberikan informasi terkini kepada warga. Meski sudah ada upaya penanganan, banjir masih memerlukan waktu untuk benar-benar mengering.

Perilaku Warga dan Aktivitas Sosial

Selama banjir berlangsung, warga Jakarta terlihat bersikap