Politik

Kemendagri-Dekranas bekali UMKM NTT dengan keterampilan wastra

Kemendagri-Dekranas Bekali UMKM NTT Dengan Keterampilan Wastra Kemendagri Dekranas bekali UMKM NTT - Dari Jakarta, Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas)

Desk Politik
Published 22 Mei 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Kemendagri-Dekranas Bekali UMKM NTT Dengan Keterampilan Wastra

Kemendagri Dekranas bekali UMKM NTT – Dari Jakarta, Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menggelar pelatihan teknis dan pendampingan kepada para pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang wastra di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Nautika Foundation, yang bertujuan memperkuat kompetensi produsen lokal dalam menghasilkan produk ramah lingkungan. Fauzan Hasan, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah (SUPD) III Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kemendagri, menjelaskan bahwa pelatihan ini memiliki harapan besar untuk memfasilitasi praktik produksi yang lebih berkelanjutan dan bermutu.

Pelatihan Berfokus Pada Pewarna Alami

Pelatihan bertajuk “Pelatihan Pembuatan dan Pemanfaatan Pewarna Alami” itu berlangsung di Sentra Tenun Gunung Mako, Desa Alor Besar, Kabupaten Alor. Acara tersebut telah selesai pada Selasa (19/5) dan ditutup secara resmi oleh Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian. Selama rangkaian kegiatan, peserta diberikan pemahaman mendalam tentang proses penenunan serta teknik pengolahan bahan alami yang dapat digunakan untuk menumbuhkan usaha kecil. Fauzan, yang menjadi panitia pelaksana, menyampaikan bahwa kompetensi teknis yang diperoleh diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Upaya ini kami harap mampu mendorong praktik produksi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujar Fauzan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Dalam sambutannya, Fauzan menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pemerintah, organisasi, dan komunitas lokal untuk mendukung pengembangan sektor usaha kecil yang berbasis budaya. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang agar peserta dapat memahami bagaimana memanfaatkan bahan-bahan alami, seperti tanaman tertentu atau biji-bijian, sebagai alternatif pewarna yang ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memicu inovasi dalam desain produk tenun, sehingga tetap relevan dengan kebutuhan pasar modern.

Kerja sama yang dijalankan antara Dekranas, Kemendagri, dan Nautika Foundation ini menjadi momentum penting bagi para pemuda yang ingin membangun usaha berbasis potensi lokal. Fauzan menyatakan bahwa peserta pelatihan terdiri dari generasi muda yang sedang mencoba memperkenalkan produk ramah lingkungan ke masyarakat luas. Dengan peningkatan keterampilan teknis ini, diharapkan muncul pola bisnis baru yang tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga mempertahankan kearifan lokal serta warisan budaya.

Penutupan Acara Dilengkapi Dialog Dan Tinjauan Lapangan

Dalam upacara penutupan, Tri Tito Karnavian memberikan cinderamata kepada para pembicara dan peserta pelatihan. Ini menjadi simbol dari komitmen Dekranas dalam memperkuat kerja sama dengan pihak-pihak terkait. Selanjutnya, Tri berdialog secara langsung dengan para peserta, yang mayoritas merupakan anak muda yang tertarik mengembangkan usaha kecil. Dalam sesi tersebut, ia memberikan masukan tentang bagaimana produk tenun dapat disesuaikan dengan tren pasar saat ini agar tetap diminati oleh konsumen muda.

Tidak hanya berdialog, Tri juga melakukan tinjauan lapangan terhadap proses pembuatan pewarna alami serta tenun. Kedatangan mantan ketua organisasi tersebut memberikan dorongan semangat kepada para peserta, yang kini memiliki kepercayaan diri lebih tinggi untuk mengelola usaha mereka. Dalam pandangan Tri, keberlanjutan produk wastra tidak hanya bergantung pada kualitas bahan, tetapi juga pada kemampuan para produsen untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan sosial dan ekonomi.

Kreativitas Dan Budaya Tetap Dijaga

Kegiatan ini menunjukkan bagaimana tradisi lama dapat diperbarui melalui pendekatan yang lebih modern. Dengan pemanfaatan bahan alami, para pelaku usaha kecil tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga meningkatkan daya saing produk mereka di pasar internasional. Tri menekankan bahwa usaha yang berbasis budaya harus tetap dijaga keaslian dan nilai-nilainya, sementara tetap mengikuti perkembangan zaman. Ia berharap, produk tenun yang dihasilkan mampu menarik perhatian generasi muda sebagai calon konsumen maupun produsen baru.

Pelatihan teknis ini menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya NTT. Dalam hal ini, Dekranas dan Kemendagri berperan aktif dalam memastikan bahwa usaha kecil lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang. Fauzan Hasan menambahkan bahwa pengembangan UMKM wastra harus diimbangi dengan penguasaan teknologi, agar proses produksi lebih efisien dan hasilnya memiliki daya tahan terhadap persaingan.

Sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong ekonomi lokal, pelatihan ini menjadi contoh nyata bagaimana dukungan teknis dan pendampingan dari lembaga pemerintah dapat memberikan dampak positif. Peserta yang terlibat merasa terbantu oleh pelatihan yang disampaikan secara langsung di lokasi produksi. Selain itu, mereka juga diberikan kesempatan untuk melihat proses penenunan dan pengolahan bahan secara langsung, sehingga pemahaman mereka lebih mendalam.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan akan muncul lebih banyak usaha kecil yang memanfaatkan bahan alami dalam pembuatan produk. Hal ini tidak hanya menguntungkan ekonomi lokal, tetapi juga membantu menjaga kelestarian lingkungan. Fauzan mengungkapkan bahwa di masa depan, UMKM wastra NTT perlu terus diberi dukungan agar bisa menjadi salah satu ikon ekonomi kreatif nasional. Selain itu, ia menyoroti pentingnya pemerintah daerah dan pihak swasta bekerja sama dalam menjaga kualitas produksi serta mempromosikan produk lokal ke pasar luas.

Keberhasilan pelatihan ini juga menjadi bukti bahwa pemberdayaan UMKM membutuhkan pendekatan yang berkelanjutan. Dengan menggabungkan tradisi dan inovasi, para produsen wastra di NTT dapat bersaing secara global. Tri Tito Karnavian, sebagai Ketua Harian Dekranas, berharap kegiatan serupa dapat dilakukan di daerah-daerah lain, agar lebih banyak masyarakat mendapatkan peluang berkembang. Dukungan ini diperlukan untuk menumbuhkan kepercayaan diri para pengusaha

Linda Jackson

Linda Jackson adalah penulis kesehatan yang berfokus pada kesehatan wanita dan pencegahan penyakit. Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun, ia telah menulis berbagai topik seperti keseimbangan hormon, kesehatan reproduksi, dan perawatan diri. Tujuannya adalah membantu pembaca memahami tubuh mereka dengan lebih baik sehingga dapat mengambil keputusan kesehatan yang tepat.