Hasil Pertemuan: JD Vance masih yakin AS seharusnya berhenti danai konflik di Ukraina
JD Vance Masih Yakin AS Seharusnya Berhenti Mendanai Konflik di Ukraina
Washington – Dalam sebuah wawancara dengan organisasi konservatif Turning Point USA, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menegaskan keyakinannya bahwa negara tersebut perlu menghentikan alokasi dana untuk membiayai perang di Ukraina. Ia menekankan bahwa keputusan untuk berhenti memberikan bantuan militer ke Kyiv tetap relevan hingga saat ini.
“Saya pernah menyatakan bahwa kita harus berhenti memberikan bantuan militer ke Ukraina … dan saya masih meyakini hal itu,” ujarnya.
Vance menilai kebijakan Presiden Donald Trump, yang mengganti pengiriman senjata ke Ukraina dengan penjualan senjata, sebagai salah satu langkah penting dalam kebijakan luar negeri AS. Menurutnya, strategi ini menunjukkan perubahan arah dalam mendukung konflik tersebut.
Dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di bulan Juli, Trump menyatakan bahwa Washington tetap akan mengirim persenjataan ke Kyiv, namun negara-negara Eropa harus bertanggung jawab atas biaya seluruh alat militer. Ia menyebut ini sebagai kesepakatan besar, dengan senjata senilai miliaran dolar AS yang akan dibeli oleh AS.
Kritik dari Rusia Terhadap Kebijakan Pendukung Militer Ukraina
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyampaikan pandangan bahwa keputusan AS untuk terus memasok senjata ke Ukraina menghalangi upaya mencapai perdamaian. Ia menambahkan bahwa tindakan logistik yang mengangkut persenjata bagi Kyiv akan menjadi target sah untuk serangan Rusia.
