Satgas PRR pastikan bantuan jaminan hidup tepat sasaran

1000483349

Satgas PRR Pastikan Bantuan Jaminan Hidup Tepat Sasaran

Jakarta – Pasca-bencana di Sumatera, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) memastikan distribusi bantuan jaminan hidup serta layanan sosial lainnya terus berjalan secara efisien, transparan, dan didasarkan pada data aktual. Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, menjelaskan bahwa seluruh proses pemberian bantuan dilakukan melalui pendekatan bottom-up, dengan partisipasi aktif dari pemerintah daerah.

Dalam sebuah pernyataan, Tito menekankan bahwa kecepatan penyaluran bantuan, seperti rumah rusak, perabotan, bantuan makanan, dan stimulus ekonomi, beragam antar daerah. “Beberapa wilayah mampu merespons dengan cepat, sementara ada yang membutuhkan waktu lebih lama,” tambahnya. Ia menyoroti bahwa perbedaan kecepatan ini disebabkan oleh variasi proses pengumpulan data dan pengajuan dari pemerintah kabupaten/kota, bukan keterlambatan dari pusat.

“Kami menemukan adanya duplikasi data di lapangan. Verifikasi menjadi kunci untuk memastikan bantuan mencapai sasaran yang tepat,” ujar Tito.

Satgas PRR mengungkapkan bahwa distribusi bantuan sosial, termasuk jaminan hidup, isi hunian, dan stimulus ekonomi, terus berlangsung luas di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di Aceh, beberapa kabupaten/kota menerima total bantuan mencapai Rp123,66 miliar, termasuk Pidie Jaya, Aceh Timur, dan Aceh Tengah. Wilayah seperti Bener Meriah, Nagan Raya, serta Kota Subulussalam juga berpartisipasi dalam penerimaan bantuan dengan nilai yang signifikan.

Sumatera Utara mencatat penyaluran bantuan di Tapanuli Selatan, Langkat, dan Humbang Hasundutan. Angka yang tercatat mencakup Rp14,61 miliar, Rp8,51 miliar, dan Rp3,62 miliar. Di Sumatera Barat, Kota Padang Panjang, Padang Pariaman, serta Lima Puluh Kota masing-masing menerima bantuan sebesar Rp81,81 miliar, Rp9,18 miliar, dan Rp6,75 miliar.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan penyaluran bantuan sosial berlangsung terus-menerus tanpa henti, selama data penerima sudah divalidasi. “Kami tetap bergerak cepat dalam menyalurkan bantuan, baik secara bertahap maupun langsung,” tuturnya saat meninjau tahap kedua pemberian bantuan di Aceh Tamiang, Kamis (10/4). Di sana, total bantuan yang telah disalurkan mencapai Rp205,18 miliar, meliputi jaminan hidup, isi hunian, stimulan ekonomi, serta santunan bagi korban meninggal dan luka berat.

Dalam tahap II, distribusi bantuan di Aceh Tamiang mencakup Rp76,68 miliar. Rincian berupa bantuan jaminan hidup untuk 20.908 orang sebesar Rp28,22 miliar, isi hunian untuk 5.941 kepala keluarga sebesar Rp17,82 miliar, stimulus sosial ekonomi untuk 5.491 kepala keluarga senilai Rp29,70 miliar, serta santunan bagi 187 korban luka berat sebesar Rp935 juta.

Saifullah menegaskan bahwa semua bantuan disalurkan berdasarkan data yang telah diverifikasi oleh pemerintah daerah dan instansi terkait, untuk memastikan adanya akurasi serta penghindaran kesalahan.