Hasil Pertemuan: Australia ingin pastikan Selat Hormuz tetap terbuka

CjkinzN000017 20260411 CBMFN0A001a

Australia ingin pastikan Selat Hormuz tetap terbuka

Dari Istanbul, Menteri Pertahanan Australia Richard Marles menegaskan bahwa Canberra berkomitmen kuat untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka, mengingat gangguan arus kapal memengaruhi pasokan bahan bakar global. Menurutnya, Australia bersinergi dengan mitra-mitranya dalam upaya menjaga keamanan di Selat Hormuz, serta menentukan cara kontribusi maksimal yang dapat diberikan.

“Kami sangat berkomitmen untuk memastikan Selat Hormuz tetap terbuka dan rantai pasokan bahan bakar global kembali normal,” kata Marles sebagaimana dilaporkan Sky News Australia pada Rabu.

Kata Marles, perlu diamati situasi selama masa gencatan senjata yang tersisa dan kondisi di Selat Hormuz, yang menjadi dasar untuk mengambil langkah-langkah tertentu. Ia menambahkan bahwa Australia akan bergabung dalam upaya membuka kembali Selat Hormuz hanya jika gencatan senjata antara Iran, AS, dan Israel diresmikan sebagai permanen.

Australia akan ikut serta dalam pertemuan tingkat tinggi yang digelar Inggris dan Prancis akhir pekan ini, fokus pada perlindungan jalur perairan strategis tersebut. Sejak perang antara Iran, AS, dan Israel berlangsung pada 28 Februari, Iran menghalangi akses ke Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama bagi sekitar 20 persen minyak dunia.

Dalam respons, AS menerapkan blokade laut terhadap pelabuhan Iran setelah perundingan di Pakistan yang bertujuan menyelesaikan perang gagal mencapai kesepakatan. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa blokade tersebut diterapkan ‘tanpa membeda-bedakan kapal dari berbagai negara’ yang singgah di pelabuhan Iran di Teluk Persia dan Teluk Oman. Selain itu, mereka menegaskan bahwa kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz untuk pelabuhan bukan Iran tetap terjaga.