New Policy: Anggota DPR minta program Kampung Internet terus diperluas dan merata

Yudha Novanza Utama

Anggota DPR minta program Kampung Internet terus diperluas dan merata

Jakarta, Senin — Yudha Novanza Utama, anggota Komisi I DPR RI, mengungkapkan dukungan terhadap program Kampung Internet yang dikelola Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Ia berharap inisiatif ini dapat diperluas secara bertahap sambil memperhatikan keadilan akses, kualitas layanan, serta peningkatan literasi digital di berbagai wilayah. “Kampung Internet bukan hanya memberi kemudahan akses internet, tapi juga menjadi sarana mendukung perubahan positif di masyarakat, terutama dalam aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan publik,” katanya dalam wawancara di Jakarta.

Menurut Yudha, langkah Komdigi dalam membangun infrastruktur digital di desa merupakan bagian penting dari percepatan transformasi digital nasional. Ia menekankan pentingnya pendekatan berbasis tiga aspek utama, yakni terhubung, tumbuh, dan terjaga, untuk memastikan ekosistem digital berkembang secara merata. “Transformasi digital tidak bisa hanya berhenti pada pemasangan kabel atau membangun pusat data, tetapi juga harus mencakup pemberdayaan masyarakat dan memastikan keamanan ruang digital,” tambahnya.

Yudha juga menyoroti peran jaringan berbasis fiber optik dalam meningkatkan kualitas konektivitas di pedesaan. Ia berpendapat bahwa adanya infrastruktur ini memberi peluang besar bagi pengusaha kecil dan menengah (UKM) untuk memperluas pasar melalui platform digital. “Kehadiran fiber optik di desa membuka jalan bagi peningkatan efisiensi dalam kegiatan ekonomi lokal, sekaligus menciptakan kesempatan baru bagi masyarakat,” jelasnya.

“Transformasi digital di desa harus dipastikan tidak berhenti pada akses semata, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat. Dalam hal ini, program Kampung Internet telah menunjukkan dampak positif yang nyata,” kata Yudha.

Dalam upaya mewujudkan peningkatan kualitas digital, Komdigi tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga menggandeng generasi muda melalui skema seperti Telcohub. “Keterlibatan siswa SMK dalam pengelolaan jaringan menjadi langkah strategis untuk menciptakan kemandirian masyarakat di tingkat lokal,” tambahnya.

Menurut Yudha, penguasaan teknologi dan literasi digital menjadi kunci utama dalam menghadirkan perubahan di tingkat masyarakat. “Program ini tidak hanya memperluas jaringan internet, tetapi juga memberi pelatihan yang memperkuat kemampuan individu dan komunitas dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup,” ungkapnya.

Alfreno Kautsar Ramadhan, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Kepemudaan dan Start Up, menambahkan bahwa program Kampung Internet telah mencapai kemajuan signifikan dalam 2025. “Kita berhasil membuat 1.282 titik akses internet tetap di 22 desa, 10 kabupaten, 15 kecamatan, dan 6 provinsi,” kata Alfreno dalam jumpa pers di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Selasa (21/4).

Alfreno menjelaskan bahwa program ini difokuskan pada pemberdayaan masyarakat melalui penguatan akses internet. “Kehadiran jaringan di desa membuka peluang bagi masyarakat untuk mengakses layanan pendidikan, kesehatan, serta kemudahan berkomunikasi, yang sebelumnya sulit tercapai,” tuturnya.

Dalam menyukseskan program ini, Alfreno menyoroti peran kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta. “Kami berupaya menggandeng mitra strategis untuk memastikan keberlanjutan pengembangan infrastruktur digital di daerah terpencil,” katanya.

Program Kampung Internet diharapkan bisa menjadi contoh baik dalam mewujudkan pemerataan akses internet. Menurut Yudha, inisiatif ini telah membuktikan bahwa digitalisasi tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesadaran masyarakat dalam menggunakannya. “Kita perlu memastikan bahwa semua pihak terlibat, termasuk komunitas lokal, dalam merawat dan mengembangkan ekosistem digital,” katanya.

Yudha menambahkan bahwa dukungan Komisi I DPR RI akan terus dijaga agar kebijakan pembangunan digital sejalan dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. “Program ini harus menjadi bagian dari strategi nasional untuk memastikan penetrasi broadband yang merata serta peningkatan kualitas layanan internet di seluruh Indonesia,” katanya.

Menurut data yang disampaikan Alfreno, jumlah titik akses internet tetap (fixed broadband) yang sudah terbangun mencapai 1.282. “Angka ini menunjukkan bahwa Komdigi telah mencapai progres yang baik dalam mewujudkan visi digitalisasi pedesaan,” katanya.

Program Kampung Internet juga diharapkan bisa mendorong perubahan dalam struktur perekonomian desa. Dengan akses internet yang lebih baik, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah terpencil bisa berkembang, terutama dalam menyasar pasar yang lebih luas. “Masyarakat desa sekarang memiliki kemampuan untuk memanfaatkan platform digital secara optimal,” kata Yudha.

Yudha menegaskan bahwa pemerataan akses internet adalah langkah awal, tetapi penguatan literasi digital dan pemberdayaan masyarakat adalah faktor utama dalam mencapai hasil maksimal. “Tanpa itu, manfaat dari infrastruktur digital akan terbatas,” katanya.

Dalam wawancara terpisah, Alfreno menyebutkan bahwa skema Telcohub menjadi bentuk kolaborasi inovatif antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. “Ini memberi ruang bagi siswa SMK untuk mengambil peran aktif dalam pengelolaan jaringan, sekaligus membangun keahlian yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” jelasnya.

Yudha berharap program ini terus diperluas ke daerah-daerah yang lebih luas. “Setiap wilayah, baik perkotaan maupun pedesaan, harus memiliki akses yang memadai. Hal ini akan mempercepat proses transformasi digital secara nasional,” katanya.

Menurutnya, pemerintah perlu melanjutkan upaya pengembangan digital dengan melibatkan berbagai pihak. “Kami mendukung langkah Komdigi dan akan terus mengawal kebijakan ini agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” pungkas Yudha.