Special Plan: Kemiskinan Ekstrem di Lamongan Turun Jadi 0,26 persen

1781625271_8554e1cf2c1cb4403ef2

Kemiskinan Ekstrem di Lamongan Menurun Jadi 0,26 Persen

Perkembangan Ekonomi Daerah Menunjukkan Tanda-Tanda Pemulihan

Special Plan – Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, baru-baru ini mengalami kemajuan positif dalam sektor ekonomi, dengan pertumbuhan yang semakin menjanjikan. Dalam periode tiga tahun terakhir, angka pertumbuhan ekonomi meningkat dari 4,8 persen pada tahun 2024 menjadi 5,40 persen pada 2025. Peningkatan tersebut terus berlanjut, dengan data terbaru menunjukkan pertumbuhan sebesar 10,79 persen (quarter-to-quarter) pada tribulan I tahun 2026. Pertumbuhan ini berada di posisi kedua tertinggi di Jawa Timur, menandakan upaya pemerintah daerah dalam mendorong aktivitas ekonomi telah menunjukkan hasil yang signifikan.

Kemajuan ekonomi ini sejalan dengan penurunan angka kemiskinan ekstrem di Lamongan. Dari 0,61 persen pada tahun 2024, tingkat kemiskinan ekstrem tercatat menurun menjadi 0,26 persen pada 2025. Angka tersebut mencerminkan keberhasilan upaya pemerintah dalam mengurangi kesenjangan ekonomi di kalangan masyarakat yang paling rentan. Sebagai tambahan, kemiskinan umum di daerah tersebut juga mengalami penurunan, turun 0,13 persen dari 12,16 persen pada 2024 ke 12,03 persen pada 2025. Perubahan ini memberikan harapan bagi kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Komitmen Pemimpin Daerah untuk Data yang Lebih Akurat

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, yang akrab disapa Pak Yes, memberikan penjelasan mengenai dampak pertumbuhan ekonomi terhadap kondisi sosial. Acara Apel Pencanangan dan Pelepasan Petugas Sensus Ekonomi Kabupaten Lamongan Tahun 2026 digelar di Halaman Pemkab Lamongan, Senin (15/6), dan menjadi panggung untuk menyampaikan target serta strategi pembangunan.

“Di tengah perubahan struktur ekonomi yang terjadi, serta kemunculan model usaha baru, pemerintah membutuhkan data yang lebih rinci, akurat, dan mutakhir,” ujar Pak Yes. “Dengan data yang tercatat secara lengkap, kita dapat mengambil keputusan yang lebih tepat untuk mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.”

Menurut Pak Yes, penurunan kemiskinan ekstrem merupakan hasil dari pertumbuhan ekonomi yang telah menciptakan peluang kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Dalam pembicaraannya, ia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mencapai tujuan tersebut. Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada 1.258 petugas sensus yang hari itu dipecahkan, agar tetap menjaga integritas dan profesionalisme dalam mengumpulkan data.

Dalam rangka memperkuat basis data ekonomi, Pemerintah Kabupaten Lamongan berkomitmen untuk menyelenggarakan Sensus Ekonomi 2026 secara terpadu. Sensus ini bertujuan untuk mencatat seluruh aktivitas ekonomi, termasuk usaha kecil menengah, sektor pertanian, dan industri yang berkembang di daerah. Data yang diperoleh akan menjadi acuan utama dalam merancang kebijakan pembangunan yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Peran Petugas Sensus dalam Membangun Ekonomi Daerah

Pak Yes berharap seluruh petugas sensus dapat menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. “Kepada 1.258 petugas yang akan diterjunkan, saya minta tetap menjaga keakuratan informasi dan konsistensi dalam perekaman data,” tambahnya. Ia juga mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN), pelaku usaha, dan masyarakat secara umum untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan sensus ekonomi ini.

Menurut Pak Yes, keberhasilan sensus ekonomi tidak hanya bergantung pada BPS, melainkan juga pada keterlibatan semua pihak. “Tidak bisa hanya tanggung jawab BPS saja, karena ini adalah peran bersama,” tuturnya. Ia menegaskan bahwa data yang dihasilkan akan menjadi dasar bagi pengambilan keputusan dalam pembangunan daerah, termasuk dalam pengembangan sektor-sektor unggulan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Penjelasan Kepala BPS tentang Tujuan Sensus Ekonomi

Kepala BPS Lamongan, Hermanto, memberikan penjelasan tambahan mengenai pentingnya sensus ekonomi yang dilakukan setiap 10 tahun sekali. “Sensus ini bertujuan untuk menyediakan data dasar yang lengkap dan mutakhir tentang seluruh kegiatan ekonomi di Lamongan,” ujarnya. Data tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dalam perencanaan pembangunan ekonomi nasional maupun daerah.

“Melalui data yang terkumpul, pemerintah bisa melihat secara lebih jelas sektor-sektor yang berkembang, sektor yang membutuhkan perhatian khusus, serta peluang investasi yang bisa dimaksimalkan,” imbuh Hermanto. Ia menekankan bahwa sensus ekonomi tidak hanya untuk menghitung jumlah usaha, tetapi juga untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, termasuk potensi usaha baru yang muncul di tengah dinamika ekonomi global.

Dalam pelaksanaan sensus ekonomi 2026, terdapat 1.258 petugas yang terlibat. Komposisinya terdiri dari 1.108 petugas pendataan lapangan dan 150 petugas pemeriksa yang tersebar di seluruh Kecamatan di Lamongan. Kebutuhan untuk mencatat seluruh aspek ekonomi ini mencakup banyak bidang, seperti jumlah usaha yang beroperasi, jumlah tenaga kerja yang diserap, pendapatan dan pengeluaran, nilai aset, serta keuntungan usaha. Termasuk dalam survei ini adalah potensi usaha baru yang berkembang di tengah perubahan teknologi digital.

Pelaksanaan sensus ekonomi ini diharapkan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi ekonomi Lamongan. Dengan informasi yang akurat, pemerintah dapat merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran, seperti bantuan sosial, pengembangan infrastruktur, atau stimulasi sektor usaha tertentu. “Sensus Ekonomi 2026 adalah upaya untuk memastikan data yang menjadi dasar pengambilan keputusan selalu relevan dan menggambarkan realitas ekonomi masyarakat,” tegas Hermanto.

Potensi Peluang dan Tantangan di Masa Depan

Dengan data yang lebih lengkap, Lamongan diperkirakan akan memiliki peluang untuk meningkatkan daya saing ekonomi. Perkembangan teknologi digital, seperti e-commerce dan platform digital lainnya, dianggap sebagai faktor utama yang memengaruhi struktur ekonomi modern. Selain itu, model usaha baru yang muncul, seperti usaha kecil berbasis digital, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.

Pak Yes menambahkan bahwa ke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *