New Policy: Tel-U Percayakan Pengelolaan Dana Abadi kepada Badan Wakaf Indonesia Melalui SBSN

1781625477_f57eab0458f963dcead9

New Policy: Tel-U Percayakan Dana Abadi ke BWI via SBSN

Kerja Sama Strategis untuk Penguatan Keuangan Institusi

New Policy – Di bawah New Policy terbaru, TelKomsa University (Tel-U) melalui Direktorat Pengelola Dana Abadi (PDA) mengumumkan kerja sama dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) dalam mengelola dana abadi universitas. Kemitraan ini menggunakan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebagai instrumen utama, yang menawarkan kombinasi keamanan dan potensi pengembalian investasi yang menarik. Dengan New Policy ini, Tel-U bertujuan memperkuat kemandirian finansial serta meningkatkan keberlanjutan pendidikan di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.

Dana abadi Tel-U, yang telah berjalan sejak 2017, terus berkembang. Hingga Mei 2026, dana pokok yang dikelola mencapai Rp57,5 miliar. Rektor Tel-U, Suyanto, mengungkapkan bahwa New Policy ini menggambarkan pendekatan modern dalam pengelolaan keuangan, dengan fokus pada portofolio yang lebih seimbang dan berkelanjutan. Dalam relokasi dana, sebagian besar instrumen deposito dialihkan ke SBSN, yang menurutnya lebih efisien dalam memperbesar pengembalian jangka panjang.

Kerja sama ini bukan hanya sekadar transaksi finansial, tetapi juga bagian dari New Policy yang mengedepankan keterbukaan dan tanggung jawab sosial. Suyanto menjelaskan bahwa dana abadi bertindak sebagai alat utama untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat. Melalui SBSN, Tel-U memperoleh fleksibilitas dalam mengalihkan dana ke sektor yang paling mendesak, seperti beasiswa dan riset, sekaligus menjaga prinsip syariah dalam investasi.

Manfaat Berkelanjutan dari Strategi New Policy

Dalam lima tahun terakhir, dana abadi Tel-U telah memberikan manfaat sebesar Rp2,13 miliar kepada 4.783 penerima. New Policy ini memperkuat fokus pada distribusi dana yang berdampak luas, dengan 78,6 persen dialokasikan untuk beasiswa dan 21,4 persen untuk kegiatan riset serta pengabdian masyarakat. Suyanto menegaskan bahwa New Policy menjadi pondasi penting untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berdaya saing.

“Dengan New Policy ini, kami mencoba menggabungkan pertumbuhan keuangan dan keadilan sosial,” kata Suyanto. Ia menyoroti bahwa SBSN adalah pilihan ideal karena dijamin oleh negara dan selaras dengan prinsip syariah, sehingga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap model pendanaan yang diterapkan Tel-U. New Policy ini juga memastikan penggunaan dana abadi tidak hanya untuk kebutuhan internal, tetapi juga untuk mendorong inovasi yang berdampak luas.

Implementasi New Policy memperlihatkan komitmen Tel-U untuk membangun sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pendapatan, tetapi juga pada kualitas dan aksesibilitas. Dana abadi menjadi pilar utama dalam memperkuat program beasiswa dan riset, yang sejalan dengan visi universitas dalam menciptakan perubahan mendasar melalui pendidikan. Suyanto menambahkan bahwa New Policy akan terus dioptimalkan untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat serta mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Strategi Investasi dan Pengembangan Kelembagaan

Kerja sama dengan BWI dalam New Policy ini merupakan langkah strategis untuk memperluas cakupan pengelolaan dana abadi. SBSN menawarkan tingkat imbal hasil kompetitif, sekitar 6,5–6,9 persen per tahun, yang dapat meningkatkan pendapatan investasi hingga Rp2,5 miliar pada akhir 2026. Menurut Suyanto, New Policy mengubah paradigma pengelolaan dana dari sekadar simpanan menjadi alat aktif untuk menciptakan manfaat jangka panjang.

Dalam perspektif kelembagaan, New Policy membuka peluang sinergi antara universitas dan lembaga wakaf. BWI, sebagai pengelola wakaf nasional, memberikan keahlian dalam menyusun program pengabdian yang efektif. Suyanto menyebut bahwa kolaborasi ini membantu Tel-U menggali sumber dana yang lebih stabil dan berkelanjutan, sekaligus mengoptimalkan penggunaan dana abadi untuk program-program berdampak sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Keberhasilan New Policy diharapkan memperkuat kapasitas Tel-U dalam menghadapi tantangan keuangan di masa depan. Dengan pendekatan profesional dan transparan, dana abadi diharapkan menjadi bagian dari sistem pendidikan yang lebih inklusif, mampu menjangkau lapisan masyarakat yang kurang beruntung. Suyanto menegaskan bahwa New Policy tidak hanya meningkatkan produktivitas dana, tetapi juga memperkuat peran universitas sebagai mitra strategis dalam pembangunan nasional.

Pengembangan Masa Depan Berbasis New Policy

Pelaksanaan New Policy akan terus mendorong ekspansi program pendidikan dan kegiatan sosial. Tel-U berencana meningkatkan kuota beasiswa, mempercepat riset yang relevan dengan isu industri, serta memperkuat kerja sama dengan komunitas kampus dan alumni. Suyanto menjelaskan bahwa kebijakan ini memberikan ruang untuk inovasi yang tidak hanya menguntungkan institusi, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.

Rektor Suyanto menekankan bahwa New Policy adalah bagian dari upaya jangka panjang untuk menciptakan model pendanaan pendidikan yang lebih resilien dan berkelanjutan. Dengan penggunaan SBSN, Tel-U dapat memperoleh pengembalian yang lebih stabil sekaligus memperluas jangkauan dana abadi ke sektor-sektor yang paling mendesak. Ini menjadi bukti nyata bahwa New Policy mampu mengubah pola pengelolaan keuangan universitas menjadi lebih efisien dan inklusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *