Dua bangunan bengkel di Jelambar Jakbar hangus terbakar
Dua Bangunan Bengkel di Jelambar Jakbar Hangus Terbakar
Dua bangunan bengkel di Jelambar Jakbar – Jakarta Barat, Jelambar – Pada malam Sabtu (2 Mei) lalu, dua bangunan yang berfungsi sebagai bengkel las dan bubut mesin di Jalan Jelambar Sakti, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, mengalami kebakaran yang menghanguskan seluruh struktur. Insiden ini menimbulkan kekacauan di sekitar area tersebut, dengan asap tebal yang mengisi udara dan mengganggu aktivitas warga. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materi dianggap signifikan karena dua bangunan tersebut merupakan tempat usaha yang cukup vital bagi komunitas lokal.
Mulai dari Percikan Kabel Listrik
Kabarnya, kebakaran bermula dari percikan kabel listrik yang mengenai kasur di lantai dua bangunan. Nurochman, seorang pekerja bengkel, mengungkapkan bahwa api pertama kali muncul dari sumber yang tidak terduga. “Api awalnya dari percikan kabel, mungkin bunga api yang menyala di sekitar tempat kerja,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian, Sabtu malam. Menurut Nurochman, upaya memadamkan api menggunakan air tidak berhasil, karena percikan listrik terus-menerus mengeluarkan api yang tidak mudah padam.
“Pertama kali kita berusaha menyiramkan air, tapi tidak ada gunanya. Sementara itu, alat pemadam api ringan (APAR) juga sudah habis, jadi tidak ada yang bisa menolong,” jelas Nurochman kepada awak media di lokasi. Kejadian tersebut terjadi secara mendadak, sehingga para pekerja kehilangan kesempatan untuk mengambil barang-barang yang dapat diselamatkan.
Api kemudian cepat merambat ke bagian lain bangunan, memicu kepanikan di antara para pekerja. Puluhan orang terpaksa berlarian ke luar, sementara beberapa peralatan mesin dan bahan baku terbakar bersamaan dengan struktur bangunan. Meski situasi terus memburuk, Nurochman dan dua rekan kerjanya berhasil selamat dari kobaran api. Namun, mereka kehilangan semua barang yang mereka bawa, termasuk uang dan dompet.
“Kita berjumlah tiga orang di lokasi, selamat semua. Tapi kehilangan uang dan dompet, itu yang paling berat,” tambah Nurochman. Ia mengatakan kejadian ini terjadi tanpa peringatan dini, sehingga para pekerja hanya bisa berusaha memadamkan api dengan cara terbatas.
Kebakaran Disebabkan oleh Kabel Listrik
Menurut sumber di lapangan, kebakaran ini disebabkan oleh kabel listrik yang mengalami gangguan. Percikan api dari kabel tersebut mengenai kasur di lantai dua, yang kemudian menjadi sumber pembakaran utama. Sementara itu, lokasi kejadian berada di dekat jalan raya, sehingga api cepat menyebar ke area sekitar. Para warga sekitar melaporkan bahwa asap yang keluar dari bangunan terus mengalir, mengganggu penglihatan dan membuat suasana semakin berisik.
Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi setelah menerima laporan. Mereka mengerahkan 13 unit mobil pemadam dengan 65 personel untuk mengendalikan api. Berdasarkan informasi yang diterima, kebakaran terjadi sekitar pukul 20.00 hingga 21.00, dengan intensitas api yang cukup tinggi. Karena lokasi bengkel berdekatan dengan bangunan lain, petugas harus memprioritaskan pengendalian api agar tidak menyebar ke bangunan tetangga.
Investigasi Masih Berlangsung
Kepala seksi pemerintahan setempat menyatakan bahwa tim penyelidik masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Penyebab langsung disangka berupa kabel listrik yang mengalami panas berlebih, meski juga ada kemungkinan faktor lain seperti korsleting listrik atau letusan api dari alat bengkel. “Kita masih menelusuri semua kemungkinan, termasuk peran kabel listrik dalam memicu api,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya.
Kerugian akibat kebakaran diprediksi mencapai ratusan juta rupiah, terutama karena dua bangunan tersebut berisi mesin-mesin berharga dan bahan baku produksi. Dalam penyelidikan, petugas juga meminta keterangan dari para pekerja serta mengambil sampel dari lokasi untuk dianalisis. Meski penyebab kebakaran telah diketahui secara awal, pihak berwenang ingin memastikan tidak ada faktor penyebab yang terlewat, seperti kesalahan pemasangan kabel atau kelelahan pekerja yang membuat lalai.
Dalam upaya memadamkan api, petugas pemadam kerja sama dengan warga sekitar yang membantu mengangkut barang-barang kecil dari area terbakar. Selain itu, tim penyelidik juga melakukan pemeriksaan ke kebocoran air dari sumber yang digunakan dalam upaya memadamkan api. Tidak ada laporan tentang kerusakan pada struktur jalan atau bangunan lain, meski sejumlah peralatan berharga dan bahan baku masih dalam proses pengecekan.
