Visit Agenda: PPIH Medan sebut Kloter 13 gelombang pertama pemberangkatan terakhir
Visit Agenda: Kloter 13 Jadi Gelombang Pertama Pemberangkatan Haji Terakhir
Visit Agenda – Medan, Sumatera Utara – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan mengungkapkan bahwa Kloter 13 merupakan bagian terakhir dari gelombang pertama pemberangkatan jemaah haji tahun ini. Dalam sebuah jumpa pers setelah mempersiapkan 359 calon haji Kloter 13 di Asrama Haji Medan, Selasa (5/5), ketua PPIH, Zulkifli Sitorus, menyatakan bahwa hari ini menandai selesainya tahap keberangkatan pertama, yang sekarang akan berlanjut ke tahap selanjutnya. Ini menjadi momen penting bagi jemaah yang siap berangkat ke Tanah Suci, mengingat Visit Agenda mencakup rencana pemberangkatan dan pengaturan keberangkatan yang terus diperbaiki selama beberapa hari terakhir.
Persiapan Jemaah untuk Perjalanan ke Tanah Suci
Kloter 13 akan berangkat dari Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang menuju Bandara Internasional Amir Muhammad Bin Abdul Aziz di Madinah. Setelah tiba di Madinah, mereka akan berpindah ke Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah untuk melanjutkan perjalanan ke Makkah. “Besok (Rabu, 6/5), gelombang kedua akan dimulai, sehingga jamaah Kloter 13 hari ini diberangkatkan ke Madinah, sedangkan Kloter 14 akan langsung berangkat ke Makkah,” tambah Zulkifli. Dengan Visit Agenda yang terus dijaga, proses ini diharapkan berjalan lancar tanpa hambatan signifikan.
PPIH Medan menegaskan bahwa persiapan untuk gelombang kedua telah dilakukan secara matang, termasuk pengaturan transportasi, logistik, dan koordinasi dengan instansi terkait. Dalam beberapa hari terakhir, tim penyelenggara fokus pada penyesuaian aturan, terutama terkait protokol kesehatan dan keamanan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh jemaah dapat berangkat dengan nyaman dan aman, sesuai dengan Visi Agenda nasional yang menekankan kualitas dan keselamatan dalam perjalanan haji.
Persyaratan dan Pengaturan bagi Jamaah Haji
Dalam jumpa pers tersebut, Zulkifli Sitorus juga mengungkapkan bahwa jamaah Kloter 13 telah mengenakan kain ihram, sehingga hanya tinggal menunggu penentuan miqat. “Kloter 13 sudah memenuhi semua persyaratan untuk keberangkatan, termasuk penggunaan pakaian ihram dan pembatasan barang bawaan,” ujarnya. Kementerian Haji dan Umrah RI telah menerbitkan surat edaran yang menjelaskan detail tentang pakaian ihram dan barang yang diperbolehkan, serta batasan kuantitasnya. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan keberangkatan jemaah, termasuk dalam rangkaian Visit Agenda yang menyelipkan kebijakan pengawasan kesehatan dan keamanan.
“Kloter 13 adalah bagian terakhir dari gelombang pertama, sehingga keberangkatan mereka harus dijaga ketatnya pengaturan untuk memastikan tidak ada kekacauan,” katanya.
Edaran ini juga menyasar pengambilan miqat, yang merupakan langkah awal dalam ritual ibadah haji. “Jamaah yang terdaftar di Yalamlam dapat mengambil miqat di tempat tersebut, sedangkan yang berada di Jeddah akan melakukannya di lokasi yang ditentukan,” terang Zulkifli. Dengan Visit Agenda yang terpadu, semua jamaah diharapkan dapat mengikuti prosedur secara tepat waktu dan menghindari keterlambatan.
PPIH Medan mencatat bahwa total jemaah yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci selama periode 22 April hingga 11 Mei 2026 mencapai 5.990 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 68 petugas haji berasal dari Sumatera Utara yang telah melalui seleksi dan pelatihan khusus. “Pengaturan pemberangkatan gelombang kedua telah selesai, sehingga kita yakin prosesnya akan lebih efisien,” kata Zulkifli. Data ini menunjukkan bahwa Visit Agenda mencakup berbagai aspek mulai dari persiapan awal hingga penggunaan fasilitas di Makkah dan Madinah.
Saat ini, hingga pemberangkatan Kloter 12, jumlah jemaah yang telah berangkat mencapai 4.305 orang. Dari angka ini, 48 petugas haji berasal dari wilayah Sumatera Utara yang berangkat secara berkelompok. PPIH juga memastikan bahwa seluruh jemaah diberikan informasi lengkap tentang jalur perjalanan, seperti pengambilan miqat, kegiatan ibadah, dan tempat istirahat. “Semua jamaah harus mematuhi pedoman yang diberikan dalam Visit Agenda untuk meminimalkan risiko selama perjalanan,” tambah Zulkifli. Dengan penyesuaian yang terus dilakukan, pihak PPIH yakin bahwa gelombang kedua akan lebih terorganisir dan terbuka untuk semua jamaah yang memenuhi syarat.
