New Policy: Kesehatan Preventif Jadi Prioritas, Pembiayaan Fleksibel Bantu Perluas Akses Vaksinasi
New Policy: Kesehatan Preventif Jadi Prioritas, Pembiayaan Fleksibel Perluas Akses Vaksinasi
New Policy – Kesadaran publik mengenai urgensi menjaga kondisi tubuh sebelum penyakit menyerang terus mengalami peningkatan signifikan. Masyarakat kini tidak hanya mengandalkan pengobatan ketika sakit, tetapi juga mulai mengadopsi gaya hidup sehat sebagai fondasi utama. Layanan kesehatan preventif, termasuk vaksinasi rutin dan pemeriksaan laboratorium, semakin diakui sebagai bentuk investasi strategis jangka panjang. Pendekatan ini bertujuan untuk mempertahankan kualitas hidup optimal sekaligus mengurangi potensi risiko penyakit kronis di masa depan.
New Policy ini menjadi semakin relevan seiring dengan perubahan pola pikir masyarakat terhadap kesehatan. Meskipun demikian, faktor biaya masih menjadi pertimbangan penting bagi banyak kalangan dalam mengakses layanan kesehatan secara berkala. Ketersediaan berbagai skema pembiayaan yang menawarkan fleksibilitas pembayaran telah menjadi solusi efektif. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan preventif tanpa terbebani secara finansial. Salah satu inisiatif konkret dalam memperluas akses tersebut diinisiasi oleh PT Indodana Multi Finance atau yang lebih dikenal sebagai Indodana Finance.
Kolaborasi Strategis untuk Akses Kesehatan yang Lebih Baik
Indodana Finance meluncurkan program pembiayaan khusus melalui Indodana PayLater yang dirancang untuk layanan pemeriksaan laboratorium dan vaksinasi di jaringan Kimia Farma Laboratorium & Klinik. Langkah ini sejalan dengan visi perusahaan untuk mendukung masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga. Iwan Dewanto, Direktur Indodana Finance, menekankan bahwa vaksinasi bukan sekadar tindakan medis, melainkan investasi kesehatan yang memberikan manfaat berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa tindakan preventif seperti vaksinasi adalah bentuk investasi jangka panjang yang paling berharga untuk kualitas hidup masyarakat. Melalui program penawaran khusus dari Indodana PayLater di Kimia Farma Laboratorium & Klinik, kami memberikan solusi pembiayaan yang fleksibel dan praktis agar pengguna tidak perlu menunda perlindungan kesehatan yang utama bagi dirinya sendiri beserta keluarganya,”
Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan resmi pada Rabu, 8 Juli. Kolaborasi antara Indodana Finance dan PT Kimia Farma Diagnostika diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat melalui jaringan yang tersebar luas. Dengan lebih dari 450 lokasi Kimia Farma Laboratorium & Klinik di seluruh nusantara, akses terhadap layanan kesehatan preventif menjadi semakin mudah dijangkau. New Policy ini menunjukkan bagaimana sektor finansial dapat berkontribusi dalam meningkatkan akses kesehatan masyarakat.
Manfaat Program dan Cakupan Layanan
Arie Genipa Suhendi, Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika, menyambut positif kerja sama ini sebagai langkah nyata memperluas akses. Menurutnya, kemudahan pembayaran menjadi katalisator bagi masyarakat untuk tidak menunda kebutuhan perlindungan kesehatan. Program yang berlangsung dari 30 Juni hingga 31 Desember 2026 ini menawarkan berbagai keuntungan menarik bagi pengguna Indodana PayLater.
“Kami menyambut baik kolaborasi dengan Indodana PayLater sebagai langkah nyata untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan preventif. Dengan dukungan opsi pembayaran yang fleksibel di lebih dari 450 jaringan Kimia Farma Laboratorium & Klinik di seluruh Indonesia, kami berharap masyarakat dapat lebih mudah melakukan vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan tanpa harus menunda kebutuhan perlindungan kesehatan bagi diri sendiri maupun keluarga,”
Di antara manfaat yang ditawarkan, terdapat diskon hingga 50 persen, cicilan dengan bunga nol persen, serta fasilitas bebas satu kali cicilan sesuai ketentuan yang berlaku. Program ini juga mencakup pembiayaan untuk sejumlah vaksinasi premium yang sangat direkomendasikan. Vaksin Human Papilloma Virus (HPV) 9 Strain membantu mencegah kanker serviks, sementara vaksin Herpes Zoster efektif melawan cacar api. Selain itu, terdapat vaksin Demam Berdarah Dengue (DBD) serta vaksin Pneumonia dengan varian PCV 13 dan PCV 20.
Arie menambahkan bahwa sinergi ini mencerminkan komitmen bersama untuk menghadirkan layanan kesehatan yang semakin mudah diakses. Tujuannya adalah mendukung terwujudnya masyarakat Indonesia yang lebih sehat, tangguh, dan produktif. Kemudahan akses pembiayaan diharapkan dapat mendorong pemanfaatan layanan kesehatan preventif secara lebih luas. Dengan demikian, masyarakat dapat menjaga kesehatan diri dan keluarga secara berkelanjutan melalui langkah-langkah preventif sejak dini.
New Policy ini menjadi contoh bagaimana inovasi finansial dapat berintegrasi dengan sektor kesehatan untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Dengan kombinasi layanan berkualitas dan opsi pembayaran yang terjangkau, diharapkan semakin banyak orang terdorong untuk melakukan vaksinasi maupun pemeriksaan kesehatan secara rutin. Kolaborasi semacam ini akan terus berkembang seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan preventif.
