Main Agenda: Prilly Latuconsina Belajar Bahasa Arab demi Film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki

1783524329_5c1340925a99bbb5747f

Main Agenda: Prilly Latuconsina Belajar Bahasa Arab untuk Film Terbaru

Main Agenda – Prilly Latuconsina kembali menunjukkan dedikasi luar biasa dalam dunia akting melalui proyek film terbarunya. Film berjudul Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki ini diproduksi oleh Tiger Wong Entertainment dan menghadirkan cerita yang segar bagi penonton Indonesia. Dalam Main Agenda kali ini, kita akan membahas bagaimana Prilly mempersiapkan diri untuk memerankan tokoh utama Rizki, seorang mahasiswa Sastra Arab yang penuh semangat.

Proses Belajar yang Menantang

Sebagai seorang aktris yang selalu ingin berkembang, Prilly tidak ragu menghadapi tantangan baru. Peran dalam film ini mengharuskannya untuk berdialog menggunakan bahasa Arab dalam berbagai adegan. Tantangan linguistik ini memang tidak mudah, namun Prilly tetap berkomitmen untuk memberikan performa terbaiknya. Ia bahkan rela menghentikan kelas bahasa Korea yang sedang diikutinya agar bisa fokus sepenuhnya pada penguasaan bahasa Arab.

“Akhirnya saya berhenti belajar bahasa Korea, karena otak saya gak nyampe ya, belajar bahasa Korea tiba-tiba harus bahasa Arab gitu. Dan latihan tiap hari ternyata lumayan susah untuk bahasa Arab, gak boleh salah-salah sedikit pelafalannya,” ujar Prilly dalam konferensi pers di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (8/7).

Mendapatkan Bantuan dari Pak Muh

Salah satu aspek tersulit yang dihadapi Prilly adalah menyesuaikan intonasi bicaranya. Ia sering kali merasa seperti sedang melantunkan ayat suci Al-Quran saat berbicara dalam bahasa Arab. Beruntungnya, ia mendapat bantuan dari Muhammad Jaidi atau yang lebih dikenal dengan panggilan Pak Muh. Sebagai ayah dari Fadil Jaidi yang juga membintangi film ini, Pak Muh berperan sebagai tokoh ayah sekaligus seorang Habib yang membantu Prilly memastikan akurasi pengucapannya.

Main Agenda ini juga menyoroti bagaimana Prilly harus menjaga fokus saat beradu peran dengan lawan main. Mengingat film ini melibatkan banyak komedian dan kreator konten ternama, banyak situasi dramatis yang justru tercipta dalam suasana jenaka. Hal ini membuat proses syuting menjadi lebih dinamis namun juga menuntut konsentrasi ekstra dari para pemain.

Pencapaian Karir yang Bermakna

Proyek ini sekaligus menandai pencapaian pribadi yang berarti bagi Prilly. Ia mengaku sudah lama mendambakan kesempatan untuk memerankan peran dalam genre komedi. Sebelumnya, karir aktingnya lebih banyak diisi oleh produksi film drama dan horor. Dengan film ini, Prilly membuka babak baru dalam perjalanan kariernya di industri perfilman Indonesia.

Kehadiran Prilly dalam film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki diharapkan dapat memberikan pengalaman menonton yang berbeda bagi para penikmat sinema Indonesia. Kombinasi antara elemen komedi dan drama, ditambah dengan keunikan penggunaan bahasa Arab, menjadikan film ini layak untuk ditunggu kehadirannya di layar lebar.

Main Agenda – Dengan dedikasi dan kerja keras yang ditunjukkan Prilly, film ini diyakini akan menjadi salah satu karya sinematik yang menarik perhatian penonton Indonesia. Proses belajar bahasa Arab yang intens serta dukungan dari berbagai pihak menunjukkan betapa seriusnya Prilly dalam mempersiapkan diri untuk peran ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *