Key Strategy: PENAS XVII 2026 Jadi Ajang Kolaborasi Petani, Investor, dan Teknologi Pangan

1782367023_23d410c8d87b1d3031bd

PENAS XVII 2026: Momen Penting untuk Kolaborasi Sektor Pangan

Key Strategy – Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang berlangsung di GOR David-Tony, Limboto, Gorontalo, menarik perhatian ribuan peserta dari berbagai wilayah Indonesia. Acara yang diselenggarakan oleh Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) bersama PT Fery Agung Corindotama (FERACO) ini bukan hanya ajang silaturahmi antara para petani dan nelayan, tetapi juga menjadi platform strategis bagi pertemuan berbagai pemangku kepentingan di sektor pangan. Hadirnya pengusaha, investor, penyedia teknologi, serta lembaga pembiayaan membawa dinamika baru dalam membangun ekosistem pertanian dan perikanan yang lebih modern.

Ekosistem Terintegrasi di Area Pameran

PENAS XVII 2026 menampilkan area pameran seluas 30.000 meter persegi yang diisi oleh lebih dari 300 perusahaan, BUMN, koperasi, perguruan tinggi, lembaga riset, dan industri pendukung. Ruang ini bertujuan untuk memperlihatkan inovasi-inovasi terkini, seperti alat mesin pertanian canggih, teknologi irigasi dan budidaya presisi, bioenergi, serta solusi digital untuk meningkatkan efisiensi produksi. Teknologi yang dipamerkan tidak hanya menjangkau sektor pertanian, tetapi juga mencakup perikanan, menunjukkan komprehensifnya upaya menuju ketahanan pangan nasional.

Kehadiran Presiden sebagai Simbol Dukungan Pemerintah

Ajang tiga tahunan ini mendapat perhatian nasional yang lebih besar ketika Presiden Prabowo Subianto hadir dalam acara puncak yang digelar di GOR David-Tony, Rabu (24/6). Kehadiran beliau dianggap sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pertanian dan perikanan sebagai fondasi keberlanjutan bangsa. Ia didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, serta Ketua Umum KTNA Nasional HM Yadi Sofyan Noor.

Kemitraan dan Peran KTNA dalam Mendorong Pertumbuhan

Dalam sambutannya, Presiden menegaskan pentingnya peran petani dan nelayan sebagai penggerak utama pembangunan ekonomi. “Ketersediaan pangan merupakan fondasi utama keberlangsungan sebuah negara,” ujarnya. Menurutnya, pemerintah akan terus memperkuat dukungan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan perikanan. Sementara itu, Yadi Sofyan Noor mengatakan bahwa acara ini sejalan dengan upaya Indonesia mempercepat agenda swasembada pangan. “Kami berharap PENAS XVII tidak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga melahirkan transaksi bisnis nyata dan kerja sama baru yang berdampak langsung pada produktivitas,” ujar Yadi.

Peran FERACO dalam Mengembangkan Platform Kolaborasi

Sebagai penyelenggara, FERACO melalui pengalaman bertahun-tahun dalam mengelola pameran industri dan perdagangan sejak 1996, menilai PENAS XVII 2026 sebagai momentum penting. Mereka menargetkan acara ini sebagai wadah kolaborasi antara petani, investor, penyedia teknologi, serta pelaku usaha untuk menciptakan kemitraan yang berkelanjutan. Ferry, Project Manager FERACO, menyatakan bahwa penggabungan berbagai pihak akan memperkuat potensi swasembada pangan nasional.

Kebijakan Pemerintah yang Memperkuat Harapan Petani

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai antusiasme peserta PENAS XVII 2026 mencerminkan harapan besar masyarakat terhadap percepatan transformasi sektor pangan. “Sejumlah kebijakan pemerintah, seperti kemudahan akses pupuk, penguatan harga gabah di tingkat petani, pembangunan dan rehabilitasi irigasi, optimalisasi lahan, modernisasi alat mesin pertanian, hingga program swasembada pangan, telah membangun optimisme baru di kalangan petani dan nelayan,” ujar Amran. Ia menambahkan bahwa PENAS menjadi ruang untuk mengakselerasi adopsi teknologi dan meningkatkan daya saing industri pertanian.

Kolaborasi Teknologi dan Investasi untuk Pangan Nasional

Sebagai simbol keberhasilan, PENAS XVII 2026 menunjukkan bahwa kolaborasi antara teknologi, investasi, dan pelaku usaha di lapangan menjadi kunci untuk mencapai target swasembada pangan. Yadi Sofyan Noor mengingatkan bahwa Indonesia perlu membangun sinergi kuat antara berbagai pihak. “Untuk menjadi lumbung pangan dunia, diperlukan kolaborasi teknologi, investasi, dan usaha yang berkembang di lapangan,” lanjutnya. Di sisi lain, pembangunan sektor pangan nasional terlihat melalui kemajuan seperti peningkatan mekanisasi, pemanfaatan teknologi digital, pengembangan varietas unggul, hilirisasi produk, serta munculnya startup agritech yang mendukung efisiensi distribusi.

Harapan untuk Masa Depan Pertanian Indonesia

PENAS XVII 2026 diharapkan menjadi pengingat bahwa kolaborasi lintas sektor adalah jalan untuk menciptakan pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan. Tidak hanya sebagai tempat pertunjukan teknologi, acara ini juga dirancang untuk menjadi pusat transfer ilmu, diskusi strategis, serta pembentukan kemitraan baru. Dengan partisipasi ribuan peserta, dari petani hingga pengusaha, harapan terus mengalir bahwa Indonesia mampu menjadi salah satu lumbung pangan terbesar di dunia.

Pembukaan yang Menarik Perhatian Nasional

Di hari pembukaan, Sabtu (20/6), acara ini dihadiri oleh ribuan peserta yang menunjukkan antusiasme tinggi. Para peserta terdiri dari petani, nelayan, penyuluh, serta pengusaha pertanian dari berbagai daerah. Kehadiran mereka mencerminkan pentingnya event ini sebagai wadah pertukaran ide dan kebijakan. PENAS XVII 2026 juga menjadi ajang untuk mengevaluasi keberhasilan program pangan nasional hingga menentukan arah pengembangan di masa depan.

Langkah Nyata dalam Memperkuat Rantai Pasok

Dalam membangun ekosistem terintegrasi, PENAS XVII 2026 menawarkan ruang interaksi yang luas antara pemain utama sektor pangan. Keterlibatan pemerintah, melalui kebijakan dan dukungan, serta kehadiran investor, membuka peluang pengembangan infrastruktur dan sumber daya. Tidak hanya itu, acara ini juga memberikan ruang bagi lembaga riset dan perguruan tinggi untuk berkontribusi dalam menghasilkan solusi inovatif. Dengan menggabungkan teknologi, sumber daya manusia, dan modal, harapan muncul bahwa Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangan di tingkat global.

Upaya Masa Depan untuk Kemandirian Pangan

Para pembicara menekankan bahwa kolaborasi ini menjadi jemb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *