New Policy: Kementerian Kebudayaan Luncurkan GALA Indonesia Bercerita 2027
Kementerian Kebudayaan Luncurkan GALA Indonesia Bercerita 2027
New Policy – Pada Rabu (24/6), Kementerian Kebudayaan mengadakan acara utama Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 di Jakarta. Acara ini bertindak sebagai platform untuk mengapresiasi karya peserta kompetisi mendongeng, yang diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Selain itu, momen ini juga menjadi peluncuran program GALA Indonesia Bercerita 2027, yang dirancang sebagai gerakan nasional budaya dan pendidikan berbasis cerita. Dalam acara tersebut, penghargaan diberikan kepada karya terbaik di enam kategori, yakni anak, remaja, orang tua, pendidik, umum, serta inklusif. Hadiah langsung diserahkan oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.
Peserta dan Konten Program
Kompetisi mendongeng yang diadakan pada 20 April hingga 20 Mei 2026 menerima 1.737 karya dari 2.797 peserta. Peserta berasal dari berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak, remaja, keluarga, guru, masyarakat umum, dan individu dengan kebutuhan khusus. Setiap karya yang dikirimkan berupa video, yang merekam cerita rakyat dari daerah masing-masing. Pendekatan digital ini tidak hanya memastikan preservasi budaya tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap tradisi lisan.
“Kegiatan ini adalah momentum untuk menghargai karya, merawat identitas bangsa Indonesia, dan melestarikan tradisi lisan sebagai objek pemajuan kebudayaan,” ujar Fadli Zon.
Fadli Zon menekankan bahwa cerita rakyat tidak hanya merupakan warisan budaya tetapi juga alat penting dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan, membangun karakter, serta memperkuat jati diri generasi muda. Ia berharap, melalui program ini, masyarakat akan menghasilkan satu generasi yang lebih utuh dan tangguh. “Karena itulah kita memulai dengan Gala Cerita Indonesia,” tambahnya.
Gerakan Nasional Budaya
Sebagai bagian dari strategi nasional, Kementerian Kebudayaan juga mengumumkan perencanaan gerakan Indonesia Bercerita tahun ini. Gerakan ini akan menjadi landasan untuk menjadikan budaya bercerita sebagai sarana pembentukan karakter, pelestarian budaya, serta memperkuat hubungan antargenerasi. Dalam konferensi pers di Jakarta, Fadli Zon menyatakan, “Kita akan membuat satu gerakan Indonesia bercerita tahun ini, dan juga sampai tahun depan menjadi satu gerakan.”
Program ini akan melibatkan berbagai pihak, seperti keluarga, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, pegiat budaya, media, serta lembaga pemerintahan. Tujuan utama dari gerakan ini adalah menghidupkan kembali tradisi bercerita sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Dengan cara ini, cerita rakyat Indonesia tidak hanya terdokumentasi tetapi juga tetap relevan, berkembang, dan diwariskan kepada generasi mendatang.
“Karena ini hakikatnya adalah bagian dari objek pemajuan kebudayaan tradisi lisan, itu macam-macam bentuknya, mulai dari wayang juga boleh dibilang itu bagian dari tradisi lisan juga ya, walaupun itu sudah menjadi warisan budaya tak benda kita,” jelas Neno Warisman, Staf Ahli Menteri Kebudayaan.
Menurut Neno Warisman, kegiatan pelestarian budaya melalui GALA Indonesia Bercerita 2027 akan dilakukan dengan berbagai cara, termasuk program inkubasi di berbagai daerah seperti Sumenep, Madiun, Pontianak, dan Makassar. Ia menjelaskan bahwa Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 bertindak sebagai program pembuka yang mengarah pada gerakan nasional budaya. Pelaksanaan acara pada 2027 akan fokus pada penguatan budaya melalui revitalisasi cerita rakyat dan tradisi lisan.
Fadli Zon menyampaikan, gerakan ini diharapkan mendorong budaya bercerita dalam keluarga, memperkuat pemanfaatan cerita sebagai media pembelajaran, serta menarik partisipasi generasi muda sebagai pewaris budaya. Dengan melibatkan berbagai kelompok, program ini bertujuan mengembangkan keterlibatan masyarakat dalam melestarikan kearifan lokal melalui bentuk-bentuk seni pertunjukan seperti wayang, yang dianggap sebagai bagian dari tradisi lisan.
Program ini merupakan langkah strategis untuk menjaga kehidupan budaya Indonesia di tengah kecepatan perubahan zaman. Fadli Zon menegaskan bahwa cerita rakyat memiliki peran penting dalam membentuk identitas nasional. “Cerita rakyat bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga alat untuk menanamkan nilai-nilai sosial dan mengembangkan karakter,” tuturnya.
Kementerian Kebudayaan menyatakan, GALA Indonesia Bercerita 2027 akan menjadi gelombang baru dalam menjaga tradisi lisan sebagai bagian dari objek pemajuan kebudayaan. Selain itu, gerakan ini juga memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan, media, dan komunitas lokal untuk menciptakan ruang yang inklusif dalam bercerita. Dengan pendekatan ini, cerita rakyat tidak hanya menjadi bahan dokumentasi tetapi juga bagian dari kehidupan sehari-hari yang dinamis.
Pelaksanaan Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 telah membuktikan bahwa partisipasi masyarakat dari berbagai usia dan latar belakang bisa memperkaya tradisi lisan. Fadli Zon berharap, program serupa pada 2027 akan menjadi ajang yang lebih besar dalam melestarikan budaya Indonesia. “Kami percaya, dengan menggali cerita rakyat, kita bisa membangun karakter bangsa yang lebih kuat dan maju,” ujarnya.
Dengan adanya GALA Indonesia Bercerita 2027, Kementerian Kebudayaan berharap menghidupkan kembali kegemaran bercerita sebagai bagian dari kehidupan sosial. Gerakan ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan ekosistem budaya yang berkelanjutan, di mana cerita rakyat tidak hanya disimpan tetapi juga diterjemahkan dalam konteks kontemporer. Neno Warisman menambahkan bahwa program inkubasi akan menjadi sarana untuk melahirkan pendongeng-pendongeng baru, yang diharapkan mampu mengembangkan seni bercerita secara berkelanjutan.
Selama acara puncak, Kementerian Kebudayaan menyatakan keberhasilan Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 sebagai awal dari perjalanan baru dalam pelestarian budaya. Program ini menjadi bukti bahwa cerita rakyat masih relevan dan memiliki daya
