Indonesia U17 akui ketangguhan Qatar U17 – 0-2

d1072388 f616 43a4 bf8c 4c9d4d48cfbf 0

Indonesia U17 Akui Ketangguhan Qatar U17, 0-2

Indonesia U17 akui ketangguhan Qatar U17 – Jeddah, Minggu pagi — Tim nasional U17 Indonesia menorehkan hasil yang kurang menggembirakan dalam pertandingan grup D Piala Asia U-17 2026 di Stadion King Abdullah Sport City. Kekalahan telak 0-2 atas Qatar menjadi bukti bahwa tim Garuda Muda masih menghadapi tantangan besar dalam mengincar tiket ke babak gugur. Hasil ini semakin mempersempit peluang Indonesia, terutama setelah memperoleh satu kemenangan dari dua laga grup. Meski demikian, kegagalan mengambil poin dari pertandingan ini membuat posisi mereka semakin tidak menentu.

Ketangguhan Qatar dalam Babak Pertama

Pertandingan dimulai dengan semangat yang tinggi, tetapi dominasi bola milik Indonesia justru menghadapi ujian yang ketat. Sejak awal, Garuda Muda terus mencoba memecah pertahanan Qatar, namun beberapa kesempatan emas tak bisa diubah menjadi gol. Di menit ke-15, Noha Oliver hampir membawa Indonesia unggul setelah menerima bola dari tendangan bebas, tetapi tembakan mantan pemain Persija tersebut masih mampu diblok pertahanan Qatar. Keunggulan ini terus berlanjut, hingga menit ke-19 saat Putu Ekayana melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Meski terlihat mengancam, bola kiper Qatar Sami Darani mampu menghalaukan serangan Garuda Muda.

Penalti dan Permainan yang Terbengkalai

Dalam kesempatan berikutnya, Qatar menunjukkan kualitasnya dengan memperoleh penalti di menit ke-21. Taha Nassir melakukan kontak dengan bola yang mengarah ke pemain Indonesia, dan wasit memberi hadiah bagi tim Arab. Baker, yang diberi tugas sebagai penendang, memperlihatkan kepercayaan diri dengan melepaskan tendangan keras ke pojok gawang, tetapi Mike Rajasa, kiper Indonesia, berhasil menangkis usaha tersebut. Kejadian ini memperlihatkan bahwa pertahanan Garuda Muda masih rentan.

Setelah itu, permainan Indonesia terus menunjukkan upaya untuk menciptakan peluang, tetapi hasilnya tetap kurang memuaskan. Di menit ke-38, Ichiro Akbar mencoba mengubah skor dengan tendangan keras, tetapi bola masih mampu dibendung oleh pertahanan Qatar. Di akhir babak pertama, skor 0-0 tetap bertahan meskipun Garuda Muda mengalami tekanan konstan. Strategi pelatih Kurniawan Dwi Yulianto terlihat kurang efektif, terutama dalam mengatur pertahanan dan serangan.

Kemenangan Qatar di Babak Kedua

Babak kedua dimulai dengan intensitas yang lebih tinggi dari Qatar, yang mencoba mengambil inisiatif untuk mengungguli Indonesia. Kehadiran sejumlah pemain penuh pengalaman membantu tim Arab mengendalikan permainan. Di menit ke-57, kekacauan dalam koordinasi pertahanan Indonesia berbuah gol. Jad Hadi Khalil memberikan umpan panjang yang disambut oleh Ayokunle Samuel Tokade dengan tendangan keras, membawa Qatar unggul 1-0. Pemain muda asal Indonesia, yang baru saja menghadapi pertandingan sengit, terlihat kesulitan menemukan ritme yang tepat.

Keunggulan Qatar terus bertahan hingga menit ke-66, saat Dhiaeddine Larbi menerima bola dari Khalil Hadi. Pemain sayap Qatar tersebut melesatkan sepakan ke sudut gawang Mike Rajasa, yang gagal mengantisipasinya. Skor 2-0 pun ditorehkan Qatar, meninggalkan Indonesia dalam keadaan tertinggal. Meski Garuda Muda mencoba bangkit, kesempatan mereka untuk menyamakan skor tak banyak. Di menit ke-88, Chico Yarangga hampir saja memperkecil kedudukan, tetapi bakri, kiper Qatar, mampu menghalaukan bola yang mengarah ke gawang.

Upaya Terakhir dan Kehilangan Peluang

Pada masa perpanjangan waktu, Indonesia terus mengalirkan serangan, tetapi kekuatan Qatar tak bisa diungguli. Di menit ke-90, Miraj Sulaeman melakukan manuver mencari ruang tembak, lalu melesatkan tendangan melengkung. Sayang, Bakri kembali menunjukkan kualitasnya dengan mencegah bola dari masuk ke gawang. Seiring waktu, Qatar harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Amr Mohamed diusir wasit karena pelanggaran keras. Meski mengungguli jumlah pemain, Indonesia gagal memanfaatkan keunggulan ini.

Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Garuda Muda, yang kini harus menyiapkan diri untuk menghadapi laga berikutnya. Dalam rencana jadwal, tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto akan berhadapan dengan Jepang U17 di babak akhir grup D. Tim Samurai Muda sebelumnya meraih kemenangan tipis 2-1 atas China, sehingga kini mereka sudah mengoleksi enam poin dan memimpin klasemen sementara. Keunggulan ini membuat peluang Qatar untuk lolos ke fase gugur semakin terbuka, meski hasil pertandingan melawan Indonesia juga berkontribusi pada posisi mereka.

Daftar Pemain dan Formasi Tim

Qatar (4-3-3): Mohamed Bakri (PG), Ghassan Eltoum, Adham Adnan, Sami Darani, Taha Nassir; Khalil Hadi, Ahmed Abouelkomsan, Mohamed Yehea Fadl; Dhiaddine Benyatla, Ayokunle Tokade, Mohsain Al-Hajri. Indonesia (5-3-2): Mike Rajasa (PG), Farik Rizqi, Putu Ekayana, Mathew Baker, Peres Tjoe, Farrel Luckyta; Girly Andrade, Noha Oliver, Davva Yunna; Ichiro Akbar, Pandu Aryo.

Konteks Pertandingan dan Impaknya

Sejak awal, Qatar menunjukkan keunggulan taktik dan mental yang jauh lebih matang. Kombinasi kecepatan, pengendalian bola, dan penguasaan posisi memberi mereka keuntungan besar. Sementara itu, Indonesia masih mencoba menyesuaikan ritme, terutama dalam menghadapi serangan yang cepat dari lawan. Meskipun Garuda Muda menorehkan beberapa kesempatan, mereka gagal mengubahnya menjadi gol. Kekalahan ini juga mengingatkan bahwa kualitas pemain pengganti dalam kondisi berat menjadi tantangan utama.

Kemenangan Qatar atas Indonesia berdampak signifikan pada persaingan grup D. Dengan skor 2-0, tim Arab kini memiliki lima poin dan memperkuat posisi mereka untuk melangkah ke babak selanjutnya. Sementara itu, Indonesia harus berjuang keras untuk memperbaiki keadaan, terutama setelah menempati peringkat kedua dengan hanya tiga poin. Kehilangan satu poin dalam laga ini membuat mereka harus memenangkan pertandingan melawan Jepang untuk