Latest Program: Bapanas salurkan 250 ton jagung SPHP tekan biaya pakan peternak di Magetan

74b7f46a 1db7 487b 8027 31339f7d84a4 0

Bapanas Salurkan 250 Ton Jagung SPHP Tekan Biaya Pakan Peternak di Magetan

Latest Program – Magetan, Jawa Timur — Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog melakukan distribusi perdana jagung pakan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 250 ton ke wilayah Magetan. Distribusi ini diharapkan mampu mengurangi beban biaya produksi bagi peternak unggas di sana. Direktur SPHP Bapanas, Maino Dwi Hartono, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga pangan dan mendukung keberlanjutan industri peternakan lokal.

Proses penyaluran jagung SPHP dimulai hari ini, dengan hadir langsung oleh Maino, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti, serta perwakilan Perum Bulog di Gudang Gulun Magetan. Dia menyatakan bahwa kehadiran Bapanas dan Bulog dalam program ini adalah bentuk respons terhadap tantangan yang dihadapi para peternak, terutama terkait kenaikan harga pakan. “Program SPHP jagung pakan mulai berjalan hari ini, sehingga diharapkan mampu memberikan dampak positif pada kegiatan usaha peternak unggas,” ujarnya.

“Hari ini kami bersama Ibu Bupati Magetan telah memastikan stok jagung pakan program SPHP berkualitas baik,” kata Maino.

Menurut Maino, harga jagung pakan yang biasa diperoleh peternak di Magetan sebelumnya berkisar antara Rp6.600 per kilogram. Namun, melalui SPHP, jagung yang disalurkan memiliki kualitas lebih tinggi dengan kadar air sebesar 12 hingga 14 persen. Harga jual jagung SPHP di tingkat peternak tercatat maksimal Rp5.500 per kilogram, yang merupakan penurunan signifikan dibandingkan pasar umum.

Distribusi perdana program ini dimulai dengan purchase order (PO) sebanyak 250 ton, yang diserahkan kepada dua koperasi peternak di Magetan. PO tersebut telah terdaftar sejak Jumat (8/5) melalui platform Klik SPHP Jagung. Total alokasi jagung pakan SPHP untuk Magetan mencapai 7.900 ton, dengan rencana penyaluran bertahap hingga akhir tahun 2026.

Kerja sama antara Bapanas dan Perum Bulog dalam program SPHP ini terus ditingkatkan, dengan tujuan menyediakan bahan pangan yang konsisten dan terjangkau. Maino menambahkan bahwa jagung SPHP akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan peternak layer, usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM), serta peternak mandiri. Ia menegaskan bahwa harga jagung di tingkat peternak tidak akan melebihi Rp5.500 per kilogram.

Sebagai bagian dari upaya pengendalian harga, Bapanas juga berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional untuk meningkatkan penyerapan telur langsung dari peternak. Selain itu, program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) telah disiapkan untuk mengalirkan telur dari daerah surplus ke wilayah yang masih mengalami defisit stok. “Tidak boleh lebih dari Rp5.500. Harapannya ini bisa sedikit mengurangi beban peternak karena saat ini harga telur turun, sementara biaya pakan masih cukup tinggi,” katanya.

“Ini juga selaras dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang melaporkan telur ayam ras di April 2026 mengalami deflasi secara bulanan cukup dalam hingga 4,29 persen,” jelasnya.

Harga telur ayam ras di tingkat peternak Magetan saat ini tercatat berkisar Rp19.000 hingga Rp21.000 per kilogram, yang lebih rendah dari Harga Acuan Pembelian (HAP) sebesar Rp26.500 per kilogram. Deflasi yang terjadi pada April 2026 mencerminkan penurunan harga telur yang signifikan, dibandingkan inflasi 2,34 persen yang terjadi di Maret 2026. Angka deflasi terdalam pernah dicatat pada April 2024 sebesar 5,80 persen dan April 2025 sebesar 4,13 persen.

Maino menjelaskan bahwa program SPHP jagung pakan di Magetan tidak hanya memperkuat ketersediaan bahan pangan, tetapi juga memastikan transparansi dalam proses distribusi. Sistem Klik SPHP Jagung menjadi alat penting untuk mengawasi pengaliran jagung secara efisien. “Koperasi dan asosiasi peternak yang terdaftar dalam sistem ini akan memudahkan pengawasan agar distribusi berjalan tepat sasaran,” tambahnya.

Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti menyambut baik langkah Bapanas dan Bulog dalam mengatasi kenaikan biaya pakan. Ia mengapresiasi kontribusi keduanya terhadap keberlanjutan usaha peternak di daerahnya. “Pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada Bapanas dan Bulog atas kontribusinya dalam mengatasi persoalan pakan ternak di Magetan,” ujarnya.

Menurut data Bapanas, produksi telur Magetan berperan penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Stabilitas harga telur di tingkat produsen maupun konsumen harus dijaga, karena fluktuasi harga dapat berdampak pada kegiatan usaha peternak. “Produksi telur Magetan sangat membantu ketahanan pangan untuk wilayah lain. Oleh karena itu, stabilitas harga di tingkat peternak maupun konsumen perlu dijaga bersama,” jelas Nanik.

Kebijakan SPHP jagung pakan ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk menjaga keseimbangan harga pangan. Dengan penyaluran jagung berkualitas dan harga terjangkau, harapan utama adalah mendorong pertumbuhan industri peternakan sekaligus mengurangi tekanan inflasi di sektor pert