Latest Program: Kampus kalimantan didorong manfaatkan IKN untuk riset dan magang

ee1c8355 ca45 44ae a5dd 89507485b48b 0

Kampus Kalimantan Didorong Manfaatkan IKN untuk Riset dan Magang

Manfaat IKN sebagai Laboratorium Hidup

Latest Program – Di Penajam Paser Utara, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menekankan bahwa Kalimantan berpotensi besar dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang saling terintegrasi dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). “IKN sedang dibangun, dan sebagai laboratorium hidup terbesar di Indonesia,” kata Badri Munir Sukoco, Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, dalam wawancara di Sepaku, Penajam Paser Utara, Sabtu. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi di Kalimantan dalam pembangunan IKN akan memberikan manfaat yang signifikan, terutama dalam menumbuhkan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengakses ruang riset, program magang, serta kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

“IKN bisa menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang lebih berkualitas,” ujar Badri. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan dan IKN perlu ditingkatkan agar bisa menciptakan sistem pendidikan yang berkelanjutan dan adaptif terhadap dinamika teknologi serta ekonomi.”

Strategi Kolaborasi untuk Penguatan Pendidikan

Badri mengungkapkan tiga strategi utama yang perlu diperkuat oleh perguruan tinggi Kalimantan. Pertama, meningkatkan kerja sama akademik yang berdampak nyata pada pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi. Kedua, mengembangkan kerja sama produktif dengan industri lokal dan nasional, sehingga mahasiswa dapat memperoleh pengalaman langsung di sektor kerja. Ketiga, memperkuat sistem pembelajaran yang efektif dan tata kelola pendidikan yang profesional. “Dengan menggabungkan tiga strategi ini, perguruan tinggi di Kalimantan bisa berkontribusi besar dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju,” tambahnya.

Kehadiran IKN dijelaskan sebagai peluang emas untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di Kalimantan. Ia berharap lembaga-lembaga pendidikan dapat memanfaatkan infrastruktur dan sumber daya IKN sebagai bahan studi, penelitian, serta pengembangan program magang. “Selain itu, IKN juga bisa menjadi wadah untuk memperkenalkan kurikulum yang lebih kontemporer, sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan industri,” paparnya. Badri menyoroti bahwa IKN seharusnya dijadikan contoh nyata bagaimana pendidikan tinggi bisa menjadi bagian integral dari keberhasilan pembangunan daerah.

Keseimbangan Peran Pemerintah dan Perguruan Tinggi

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengatakan bahwa kejelasan peran antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam membangun ekosistem pendidikan yang optimal. “Kerja sama yang jelas dan terarah antara ketiga pihak akan mendorong peningkatan kualitas perguruan tinggi serta penguatan riset,” ujarnya. Hetifah menekankan bahwa peningkatan SDM dan sistem pendidikan masa depan harus didasari oleh kebijakan yang konsisten dan kolaboratif.

“Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan universitas adalah jalan untuk menciptakan SDM unggul yang siap menghadapi tantangan global,” kata Hetifah. Ia juga menyebut bahwa pembangunan IKN mempercepat proses transformasi sistem pendidikan, khususnya dalam menyesuaikan kurikulum dengan tuntutan pasar kerja dan inovasi teknologi.”

Menurut Hetifah, keberadaan IKN tidak hanya memberikan peluang riset tetapi juga membuka ruang untuk memperluas wawasan mahasiswa. “KKN tematik di IKN bisa menjadi wadah untuk menguji ide-ide kreatif dan solusi praktis yang sesuai dengan isu keberlanjutan,” imbuhnya. Ia menegaskan bahwa pembangunan IKN merupakan langkah strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, yang ditandai dengan peningkatan kualitas hidup dan perekonomian masyarakat.

Harapan dari Otorita IKN

Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, menyatakan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi se-Kalimantan adalah prioritas utama dalam mengembangkan IKN menjadi pusat SDM yang kompeten. “Kurikulum yang dihasilkan dari kerja sama ini harus selaras dengan kebutuhan masyarakat dan industri di masa depan,” kata Bimo. Ia menambahkan bahwa Otorita IKN bersama perguruan tinggi akan menciptakan suatu kota yang berorientasi pada pemberdayaan manusia, bukan hanya sebagai pusat pemerintahan.

“Kolaborasi ini bertujuan untuk menghasilkan kurikulum yang lebih adaptif dan bisa menjawab tantangan kehidupan di masa depan,” ujarnya. Bimo juga menyoroti bahwa pendidikan tinggi harus berperan aktif dalam membangun ekosistem inovasi yang bisa didukung oleh infrastruktur IKN. “Dengan sinergi yang kuat, IKN akan menjadi pusat pengembangan SDM yang berkelanjutan,” tegasnya.

Menurut Bimo, keberhasilan IKN sebagai ibu kota baru tidak hanya bergantung pada keberadaan infrastruktur fisik tetapi juga pada kemampuan perguruan tinggi untuk menyelaraskan program studi dengan kebutuhan industri. “Masyarakat Kalimantan seharusnya bisa mendapatkan manfaat dari perkembangan ini, baik dalam akses pendidikan maupun peluang kerja,” lanjutnya. Ia berharap kolaborasi ini tidak hanya berdampak pada masa depan tetapi juga memberikan manfaat yang nyata sekarang.

Dengan memanfaatkan potensi Kalimantan dan IKN, Kemdiktisaintek serta pihak terkait berharap dapat menciptakan pendidikan tinggi yang lebih relevan dan berkualitas. Kebijakan yang terencana, dengan mengintegrasikan riset, magang, dan KKN, akan memastikan bahwa generasi muda di Kalimantan siap membangun masa depan yang lebih baik. Bimo Adi Nursanthyasto menegaskan bahwa Otorita IKN akan terus berupaya membangun kerja sama yang saling menguntungkan dengan perguruan tinggi, sehingga IKN tidak hanya menjadi pusat pemerintahan tetapi juga pusat inovasi dan pemberdayaan manusia.