Meeting Results: Djokovic tersingkir pada laga pembukanya di Italian Open 2026

93dcb913 73dd 4592 9fd0 fd9ffb05c5a5 0

Djokovic tersingkir pada laga pembukanya di Italian Open 2026

Meeting Results – Roma, Italia – Bintang tenis Serbia, Novak Djokovic, mengakhiri perjalanannya di Internazionali BNL d’Italia 2026 setelah kalah dari petenis Kroasia, Dino Prizmic, dalam pertandingan pembuka dengan skor 6-2, 2-6, 4-6, Sabtu WIB. Ini menandai pertama kalinya sejak 2012 Djokovic tidak mampu menembus babak kedua di Roma, sekaligus memperbarui rekor menang-kalahnya menjadi 18-1 di turnamen tersebut.

Pertandingan yang Tidak Terduga

Djokovic tampil kurang stabil dalam pertandingan pertamanya di Rome, dengan performa yang tergantung pada kondisi fisiknya. Di set pertama, unggulan ketiga itu menguasai permainan dengan baik, namun di set kedua, kelelahan mulai terlihat. Petenis berusia 38 tahun itu sempat membungkuk dan meletakkan tangan di lutut antara poin, lalu berjalan perlahan ke kursi setelah pergantian set. Meski mencoba bangkit di set ketiga, Djokovic akhirnya tertinggal energi dan kalah.

“Saya bermain luar biasa hari ini. Ini adalah pertandingan yang sangat penting bagi saya, dan saya ingin tetap fokus untuk pertandingan berikutnya,” kata Prizmic, setelah pertandingan usai, seperti dilaporkan ATP.

Kemenangan Prizmic yang Menyentuh

Dino Prizmic, yang dikenal sebagai petenis dari kualifikasi, membuktikan kehebatannya dalam pertandingan melawan idolanya. Dalam laga tersebut, ia menunjukkan agresivitas tinggi sejak awal set kedua dan bermain dengan kepercayaan diri yang semakin memuncak. Prizmic memang tidak pernah mengalahkan Djokovic sebelumnya, tetapi kali ini ia mampu memperlihatkan kualitas permainan yang memperkuat harapan untuk melangkah lebih jauh.

Pertemuan Masa Lalu di Australian Open

Dalam pertandingan sebelumnya di Australian Open 2024, Prizmic berusia 18 tahun dan sukses memenangkan satu set melawan Djokovic. Pukulan bola baseline-nya yang konsisten membuat petenis peringkat satu dunia itu kesulitan mencari ritme, meski akhirnya menang dalam empat set. Kini, di Rome, Prizmic kembali menantang Djokovic dengan performa yang lebih matang, menggambarkan kemajuan signifikan dalam perjalanan karier.

Sejak Indian Wells pada Maret lalu, Djokovic belum pernah bermain di babak yang lebih awal dari keempat. Kali ini, ia menghadapi tantangan baru ketika harus menghadapi Prizmic, yang memulai musim dengan permainan yang cukup menonjol. Setelah pertandingan di Madrid, Prizmic memperoleh peningkatan signifikan, dari peringkat 334 menjadi 79, yang membawanya ke babak ketiga di Rome.

Perjalanan Prizmic ke Puncak

Prizmic mengalami perubahan drastis dalam karier selama musim 2025. Ia sukses memperbaiki performa di turnamen ATP Challenger di Italia bulan lalu, melangkah ke final dan menunjukkan kemampuan bermain di level tinggi. Kemampuannya dalam menghadapi pemain Top 10 juga semakin teruji, setelah mengalahkan Ben Shelton dalam perjalanan ke babak ketiga di Madrid.

Di laga pembuka Italian Open 2026, Prizmic tidak hanya menang atas Djokovic, tetapi juga membuktikan bahwa ia mampu mempertahankan konsistensi di lapangan. Kekuatan pukulannya di baseline dan kemampuan mengatur tempo membuatnya makin berani menyerang. Ini menjadi kemenangan kedua beruntun atas petenis Top 10, yang menjadikannya sebagai salah satu pemain yang kini muncul sebagai ancaman di level elite.

“Di set pertama, Djokovic bermain sangat baik, tetapi di akhir set saya berhasil menemukan permainan saya dan mengubah situasi,” jelas Prizmic.

Kondisi Djokovic di Awal Musim

Djokovic, yang memasuki usia 38, masih mencoba memulihkan performa setelah absen dari Roland Garros akhir bulan ini. Ia berharap bisa menembus babak final di Prancis untuk gelar ke-25 dalam karier. Namun, di Rome, ia mengalami kesulitan bergerak bebas, terutama saat pertandingan memasuki set ketiga. Kekurangan energi dan kecepatan gerak yang menurun membuatnya sulit mengimbangi agresivitas Prizmic di lapangan.

Sebelumnya, Djokovic sukses memenangkan final di Australian Open, tetapi pertandingan di Rome menunjukkan bahwa ia belum sepenuhnya pulih. Dalam lima pertandingan terakhir, ia hanya menghasilkan satu kekalahan, namun kali ini, ia menghadapi lawan yang lebih siap. Prizmic, yang telah mencatatkan delapan kemenangan dari sembilan pertandingan terakhir, memberi tekanan besar ke para penggemar tenis yang mengharapkan pertunjukan luar biasa dari petenis berusia 38 tahun itu.

Kemenangan yang Menjadi Titik Balik

Kemenangan Prizmic atas Djokovic di Roma bukan hanya sebuah kejutan, tetapi juga menjadi langkah penting dalam perjalanan menuju kemenangan besar. Ini menandai pertama kalinya sejak lama Djokovic terpecahkan di laga pembuka, sekaligus menunjukkan bahwa tantangan terhadapnya tidak lagi sebatas pemain muda atau unggulan yang lebih rendah. Prizmic, yang kini berada di posisi teratas dalam kariernya, membuktikan bahwa ia mampu menghadapi lawan-lawan terberat.

Djokovic, sebagai salah satu pemain paling andal di sejarah tenis, tetap menunjukkan kualitasnya, tetapi Prizmic berhasil memperlihatkan kekuatan mental dan fisik yang memadai. Pertandingan ini menjadi pembuktian bahwa lapisan bawah dari ATP juga mampu menantang pemain papan atas. Selain itu, kemenangan tersebut berdampak pada mental pemain, terutama bagi Prizmic yang mungkin menemukan motivasi baru untuk menghadapi level yang lebih tinggi.

Kemajuan Prizmic dalam Perjalanan Karier

Dino Prizmic tidak hanya menang di laga pembuka, tetapi juga membawa dampak positif pada kariernya. Dengan peningkatan peringkat dari 334 menjadi 79, ia kini berada di level yang lebih stabil dan berpotensi menjadi salah satu pemain berbakat di ATP. Kemenangannya di Rome juga menjadi bagian dari perjalanan menuju target lebih besar, seperti final atau gelar di turnamen utama.

Pertandingan melawan Djokovic pada hari itu menjadi titik balik penting bagi Prizmic, yang selama ini hanya dikenal sebagai petenis yang sukses di level kualifikasi. Dengan kepercayaan diri yang lebih tinggi, ia kini siap menghadapi berbagai