New Policy: Zulhas pastikan distribusi pupuk dan harga gabah terjaga di Lampung

3aa268e1 4178 42a3 b0b8 f94f560f20f3

Zulhas pastikan distribusi pupuk dan harga gabah terjaga di Lampung

Lampung Selatan, Jumat

New Policy – Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan nasional, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memberikan jaminan bahwa akses petani terhadap pupuk bersubsidi serta stabilitas harga gabah tetap terjaga di Lampung Selatan. Acara rembuk tani yang diadakan di Desa Tetaan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, menjadi kesempatan bagi pemerintah pusat untuk mengupas peran sektor pertanian dalam mendukung kebutuhan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Zulhas menyampaikan bahwa kebijakan pangan harus berjalan optimal, dengan fokus pada kesejahteraan para petani.

“Saya mendapat tugas dari Bapak Presiden untuk memastikan kebijakan pangan berjalan baik. Petani harus makmur, tidak boleh tawar-menawar,” kata Zulkifli Hasan. Ia menekankan bahwa ketersediaan pupuk subsidi dan harga gabah yang stabil merupakan kunci utama untuk menjaga produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Distribusi pupuk menjadi perhatian utama pemerintah pusat, terutama dalam menghadapi musim tanam yang mendekat. Zulhas menyampaikan bahwa pemerintah tetap mengawasi pasokan pupuk di daerah, memastikan bahwa para petani tidak mengalami hambatan dalam memperoleh bahan tanam yang dibutuhkan. Selain itu, ia menjelaskan bahwa upaya menjaga harga gabah di atas Rp6.500 per kilogram dilakukan untuk memastikan keuntungan yang layak bagi para petani. Dengan harga yang terjaga, petani dapat berproduksi lebih maksimal tanpa khawatir rugi.

Menurut Zulhas, stabilitas harga gabah tidak hanya berdampak pada pendapatan petani, tetapi juga menjadi penggerak utama dalam meningkatkan produksi pangan secara nasional. Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat siap bekerja sama dengan daerah dalam memastikan kebijakan ini berjalan lancar. “Kami akan terus memperkuat sistem distribusi, baik melalui pengawasan intensif maupun peningkatan infrastruktur logistik,” ujarnya. Upaya ini, menurutnya, bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara harga pasar dan kebutuhan petani.

Di sisi lain, para petani di Lampung Selatan mengaku bahwa kondisi saat ini jauh lebih baik dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Mereka menyebutkan bahwa akses ke pupuk subsidi tidak lagi terbatas karena distribusi telah diperbaiki. Selain itu, harga gabah yang stabil juga memberikan dampak positif terhadap daya beli masyarakat dan pembelian bahan pangan oleh konsumen. “Dengan harga yang terjaga, kita bisa menikmati hasil panen tanpa khawatir rugi,” kata salah satu petani yang hadir.

Walaupun distribusi pupuk dan harga gabah telah terjaga, Zulhas mengakui bahwa masih ada tantangan yang perlu diperbaiki. Petani menyampaikan sejumlah kebutuhan penunjang, seperti bibit unggul yang memenuhi standar kualitas, perbaikan sistem irigasi untuk meningkatkan kuantitas hasil panen, dan pembangunan embung serta sumur bor untuk memastikan air bersih selalu tersedia. Selain itu, mereka juga meminta bantuan alat pertanian modern, seperti traktor beroda empat, untuk mengoptimalkan pengolahan lahan.

Untuk mewujudkan hal-hal tersebut, Zulhas meminta Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan segera mengajukan usulan resmi ke kementerian. “Nanti urus suratnya, kirim ke saya, kita urus bersama. Yang penting kebutuhan petani harus kita bantu,” tutur Zulkifli Hasan. Ia menyatakan bahwa kebijakan pangan tidak bisa berjalan sendirian tanpa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. “Peran pemerintah daerah sangat kritis dalam memberikan dukungan langsung kepada para petani,” tambahnya.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyambut baik upaya pemerintah pusat dalam menjaga kestabilan sektor pertanian. Ia mengungkapkan bahwa kebijakan dari kementerian menjadi motivasi bagi daerah untuk terus meningkatkan kualitas pertanian. “Dukungan ini menginspirasi kami untuk memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat,” jelas Bupati. Menurutnya, peningkatan produksi pangan tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga membantu memperkuat ekonomi nasional.

Pertanian di Lampung Selatan juga berperan penting dalam menopang ekspor bahan pangan ke daerah lain. Bupati menambahkan bahwa kebijakan pemerintah pusat telah memberikan pengaruh nyata terhadap produktivitas dan kesejahteraan petani. Ia berharap kebijakan tersebut dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam menjamin ketersediaan alat pertanian modern dan infrastruktur yang memadai. “Kami siap mengajukan usulan apa pun yang diperlukan untuk mempercepat pengembangan pertanian di kabupaten ini,” ujarnya.

Di samping itu, Zulhas juga menyoroti pentingnya pendidikan pertanian bagi para petani. Ia menekankan bahwa peningkatan keterampilan mereka dalam pengelolaan lahan dan penggunaan teknologi pertanian akan mempercepat proses modernisasi sektor pertanian. “Petani harus memahami cara memaksimalkan potensi lahan mereka. Dengan pendekatan yang lebih ilmiah, hasil panen bisa lebih optimal,” ujarnya. Dukungan ini, lanjut Zulhas, akan terus diberikan hingga mencapai tujuan kestabilan pangan nasional.

Upaya pemerintah pusat dan daerah ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang. Stabilitas harga gabah dan kelancaran distribusi pupuk tidak hanya menjaga ketahanan pangan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Pemimpin daerah menegaskan bahwa peningkatan produksi pangan akan menjadi kebanggaan bersama jika kebijakan tersebut dapat berkelanjutan. “Kami berkomitmen untuk menjadi mitra yang aktif dalam mencapai visi pangan aman dan makmur,” pungkas Bupati Radityo Egi Pratama.