Visit Agenda: Angel Noise sebut cuaca Jakarta tak sepanas yang dibayangkan

7d7840e7 7266 47e0 b50e 1b597b2ac913 0

Angel Noise sebut cuaca Jakarta tak sepanas yang dibayangkan

Visit Agenda – Jakarta, Indonesia – Pasangan penyanyi perempuan dari Korea Selatan, Angel Noise, baru saja mengungkapkan pengalaman mereka selama berkunjung ke ibu kota negara ini. Mereka, Haena dan Kepi, ternyata merasa bahwa iklim Jakarta tidak sepanas yang mereka bayangkan sebelumnya. Dalam wawancara saat mengunjungi Antara Heritage Center (AHC), kedua anggota grup ini menjelaskan bahwa kejutan ini membuat mereka menyimpulkan bahwa asumsi tentang panas yang mengguncang Jakarta tidak sepenuhnya akurat.

Perbandingan Harapan dan Realita

Dalam kunjungan mereka ke AHC pada Selasa, Haena dan Kepi berbagi bahwa sebelum tiba di Jakarta, mereka sudah memperkirakan akan menghadapi cuaca yang sangat panas. Mereka bahkan memastikan membawa pakaian tank top yang terlihat trendy untuk menghadapi sengatan matahari. Namun, setelah tiba di sana, mereka menemukan bahwa suhu Jakarta justru terasa lebih sejuk dan nyaman dibandingkan prediksi awal.

“Kami pikir Indonesia pasti terasa sangat panas, jadi sudah mempersiapkan baju-baju tank top yang keren-keren. Tapi ternyata ‘not that bad’ – tidak sepanas yang kami bayangkan,” kata Haena dan Kepi secara bersamaan.

Dengan kejutan ini, mereka pun menikmati kehidupan di Jakarta dengan lebih santai. Bagi mereka, kejutan ini menjadi pembuktian bahwa pengalaman langsung bisa memberikan wawasan yang berbeda dari apa yang dianggap sebagai standar biasa.

Pengalaman Makanan Lokal

Bukan hanya cuaca, Angel Noise juga menyebutkan bahwa makanan Indonesia menawarkan sensasi yang berbeda dari apa yang mereka duga. Salah satu menu yang mereka tunggu sejak tiba di Jakarta adalah mi goreng dan nasi goreng. Setelah mencoba kedua hidangan tersebut, mereka menyatakan bahwa rasa kedua makanan itu sangat menggugah selera dan cocok dengan lidah mereka.

“Saya langsung kepikiran mi goreng, nasi goreng. Rasanya enak, sangat pas dan cocok di lidah kami,” ujar duo ini.

Mereka mengungkapkan bahwa makanan lokal seperti mi goreng dan nasi goreng memiliki keunikan yang tak bisa ditemukan di Korea Selatan. Selain itu, mereka juga tertarik mencoba makanan lain seperti soto ayam dan bakso. Kepi mengatakan bahwa keberagaman makanan di Jakarta membuat mereka merasa senang dan terkesan.

Debut dan Kegiatan di Jakarta

Angel Noise pertama kali memperkenalkan diri mereka di Jakarta dalam sebuah festival bernama Storm K Festival pada Minggu (3/5). Ini menjadi penampilan pertama mereka di tanah air, yang disambut antusias oleh penggemar. Duo yang berada di bawah naungan Baby Lemon Entertainment ini debut pada 1 Oktober 2024, dengan gaya musik yang menggabungkan rock, K-pop, dan elemen subkultur.

Dalam rangkaian kegiatan mereka di Jakarta, Angel Noise juga mengikuti berbagai acara kota seperti mengunjungi tempat-tempat wisata dan berinteraksi dengan masyarakat lokal. Mereka menyatakan bahwa pengalaman ini membantu mereka memahami lebih dalam tentang budaya dan kehidupan di Indonesia. Meski tidak selalu mudah, mereka merasa bahwa proses adaptasi ini memperkaya pengalaman mereka sebagai artis internasional.

Penjelasan Nama dan Musik

Nama Angel Noise memang menggambarkan kontras antara “angel” dan “noise”, yang menunjukkan keselarasan musik mereka yang unik. Dalam keterangan, Kepi menjelaskan bahwa istilah ini mencerminkan perpaduan antara keindahan musik dan kekacauan yang mereka ciptakan. “Lagu ini memberikan pesan untuk para pendengar, memberikan dukungan dan kenyamanan untuk bagian kehidupan yang sedikit membosankan atau menantang,” tambahnya.

Musik Angel Noise menggabungkan elemen rock yang dinamis dengan nuansa K-pop yang lebih modern, menciptakan suara yang berbeda dari grup lain di industri musik Korea. Mereka juga memperkenalkan subkultur dalam lirik dan penampilan, yang menjadi ciri khas mereka. Dalam single terbaru berjudul “Don’t Look for Me”, mereka menceritakan kisah seseorang yang terjebak dalam rutinitas sehari-hari, hingga akhirnya memutuskan untuk bangkit dan menemukan jati diri yang lebih autentik.

Dalam proses ini, mereka menekankan bahwa musik bisa menjadi alat untuk mengungkapkan emosi dan menyampaikan pesan. Single tersebut dirilis beberapa waktu lalu, dan diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi pendengar. “Kami ingin melalui musik ini membantu orang-orang yang sedang mencari kejelasan dalam hidup mereka,” tambah Kepi.

Perjalanan ke Jakarta dan Harapan Masa Depan

Keberadaan Angel Noise di Jakarta bukanlah kejutan besar, karena mereka sebelumnya sudah memiliki rencana untuk berkunjung ke Indonesia. Mereka berharap bisa memperluas basis penikmat musik mereka di Asia Tenggara. Selama kunjungan, mereka juga mengakui bahwa ada hal-hal yang mengejutkan, baik itu tentang cuaca maupun budaya lokal.

“Pertama kali datang ke Jakarta, kami merasa bahwa kota ini memiliki keunikan yang berbeda dari kota-kota lain di Korea Selatan,” kata Haena. Kepi menambahkan bahwa Jakarta terlihat sangat ramai dan penuh semangat. “Kami mengharapkan Jakarta bisa menjadi tempat baru untuk berkembang dan berbagi musik kepada lebih banyak orang,” ujarnya.

Dengan kesempatan yang mereka miliki, Angel Noise juga berharap bisa berinteraksi lebih dekat dengan penikmat musik Indonesia. Mereka ingin menghadirkan penampilan yang lebih menarik dan menawarkan pengalaman baru bagi penonton. “Kami ingin menunjukkan bahwa musik kita bisa diterima oleh berbagai kalangan, termasuk di Indonesia,” jelas Haena.

Di sisi lain, mereka pun berharap bisa terus berkarya dan merilis lagu-lagu baru yang lebih berkualitas. Dengan keberhasilan single “Don’t Look for Me”, mereka yakin bisa menemukan jalan untuk berkembang lebih jauh. “Kami ingin berbagi lebih banyak cerita melalui musik, terutama tentang perjalanan pribadi dan pengalaman hidup yang beragam,” tutur mereka.

Dengan segala pengalaman ini, Angel Noise semakin yakin bahwa Jakarta adalah kota yang layak menjadi bagian dari perjalanan mereka. Mereka berharap bisa kembali lebih sering dan memberikan kontribusi positif bagi industri musik di Asia Tenggara.