BPBD Nagan Raya Aceh kerahkan tim cari pelajar tenggelam di sungai
BPBD Nagan Raya Aceh Kerahkan Tim untuk Cari Pelajar Tenggelam di Sungai
BPBD Nagan Raya Aceh kerahkan tim cari – Nagan Raya, Aceh – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya, Aceh, melakukan upaya pencarian terhadap pelajar yang terlambat ditemukan di sungai. Insiden ini terjadi di Desa Gapa Garu, Kecamatan Tadu Raya, wilayah kabupaten setempat. Menurut informasi yang diperoleh, korban, Kamaludin (15), warga setempat, diduga hilang sejak Jumat (1/5) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, ia sedang menyeberang aliran air untuk mengambil rakit ke kebun.
“Korban belum ditemukan hingga saat ini,” ungkap Kepala BPBD Nagan Raya, Aceh, Irfanda Rinaldi, dalam wawancara dengan ANTARA, Minggu malam. Ia menjelaskan, Kamaludin diperkirakan terseret arus Sungai Krueng Tadu, Kecamatan Tadu Raya, saat berusaha bergerak ke arah kebun menggunakan tali. Arus sungai yang deras, terutama di bagian tengah, diduga menjadi penyebab kecelakaan tersebut.
“Pada saat berada di tengah sungai, korban terseret arus dan kemudian dilaporkan tenggelam,” terang Irfanda. Penjelasan ini disampaikan menjelang BPBD langsung bergegas ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian intensif.
Kecamatan Tadu Raya menjadi fokus perhatian warga setelah laporan diterima tentang hilangnya Kamaludin. BPBD Nagan Raya, Aceh, memulai operasi pencarian setelah menerima kabar dari masyarakat sekitar. Tim penyelamat bergerak ke lokasi dengan cepat, memastikan tidak ada kesempatan terlewat dalam menemukan korban. Namun, meski upaya pencarian telah dilakukan hingga Minggu (3/5) sore, hasilnya masih belum memastikan keberadaan Kamaludin.
Menurut laporan, kondisi sungai pada saat kejadian cukup berbahaya. Arus yang deras dan kedalaman yang tidak terduga menjadi faktor risiko yang mungkin menyebabkan korban terseret. Irfanda Rinaldi menyebutkan, tim telah melakukan penyisiran di sekitar aliran sungai, termasuk daerah yang sering digunakan warga untuk menyeberang. “Kami terus berusaha memperluas area pencarian, sambil menunggu informasi tambahan dari masyarakat,” ujarnya.
Operasi pencarian berlangsung dalam kondisi cuaca yang terus berubah. Minggu malam, hujan deras membuat aliran air semakin cepat dan membahayakan proses penyisiran. Meski demikian, petugas tetap tekun, memakai perahu dan alat bantu untuk menelusuri setiap sudut sungai. “Kami percaya bahwa korban masih bisa ditemukan selama operasi berlangsung,” kata Irfanda, menambahkan bahwa seluruh tim terus berupaya mempercepat proses pencarian.
Upaya Pencarian Terus Berlanjut
Setelah beberapa hari penelusuran, BPBD Nagan Raya, Aceh, berencana melanjutkan operasi pencarian pada Senin (4/5). Irfanda Rinaldi menegaskan bahwa keberadaan Kamaludin masih menjadi prioritas utama selama pemeriksaan di sekitar lokasi kejadian. “Kami akan mengoptimalkan metode pencarian, termasuk menggandeng warga setempat dan instansi terkait untuk memperluas cakupan penyisiran,” katanya.
Insiden ini memicu kekhawatiran di tengah masyarakat terutama terhadap anak-anak yang sering bermain di sungai. Sejumlah warga mengungkapkan, banyak pelajar di daerah tersebut memanfaatkan aliran air untuk bermain atau menyeberang ke kebun, meski ada risiko tenggelam. “Sungai ini memang sering digunakan untuk bermain, tapi tidak semua warga tahu cara mengamankan diri,” ujar seorang warga setempat, yang meminta nama tidak dicantumkan.
BPBD Nagan Raya, Aceh, telah menetapkan protokol darurat setelah menerima laporan adanya korban. Selain itu, tim juga melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan layanan kesehatan untuk memastikan proses pencarian berjalan terstruktur. “Kami harap bisa segera menemukan korban dan memberikan kepastian kepada keluarga,” imbuh Irfanda.
Sebagai langkah pencegahan, BPBD juga mengimbau masyarakat sekitar untuk berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran sungai. Ia menyarankan agar anak-anak ditemani saat menyeberang atau mengambil rakit. “Selain itu, perlu adanya pemasangan tanda peringatan di area rawan bahaya,” tegasnya. Irfanda menambahkan bahwa BPBD siap melakukan penyelidikan lebih lanjut jika diperlukan.
Detil Kejadian dan Kondisi Lokasi
Sungai Krueng Tadu, yang terletak di Kecamatan Tadu Raya, dikenal memiliki arus yang cukup deras. Daerah ini juga tidak memiliki batas yang jelas, sehingga memungkinkan terjadinya kecelakaan saat warga menyeberang. Kamaludin, pelajar yang terlambat ditemukan, diduga sedang berjalan menuju kebun saat kejadian. Ia menggunakan tali untuk menyeberang, namun diduga tali itu tidak cukup kuat menghadapi arus yang hebat.
“Saat itu, korban sedang berusaha menyeberang dengan tali untuk mengambil rakit ke arah kebun,” kata Irfanda Rinaldi, menegaskan bahwa kejadian tersebut terjadi secara tiba-tiba. Ia juga menyebutkan bahwa tim penyelamat masih terus memperluas area pencarian, meski kondisi cuaca tidak mendukung. “Kami akan memanfaatkan waktu pagi untuk bergerak lebih cepat,” tuturnya.
Selain itu, BPBD juga memeriksa kondisi sungai untuk menemukan sumber kejadian. Sejumlah petugas melakukan analisis terhadap aliran air dan tingkat kedalaman. “Kami ingin memastikan bahwa tidak ada hal lain yang menyebabkan korban terseret,” jelas Irfanda. Hasil analisis tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan strategi pencarian yang lebih efektif.
Keluarga Kamaludin, yang masih shock atas kejadian tersebut, berharap BPBD dapat segera menemukan jenazah anak mereka. “Kami harap operasi pencarian dapat segera menemukan korban, agar bisa menguburkannya dengan cara yang layak,” ujar seorang anggota keluarga, yang meminta nama tidak dicantumkan. Irfanda Rinaldi berkomitmen untuk mempercepat proses pencarian, dengan menambahkan jumlah petugas jika diperlukan.
Kecamatan Tadu Raya menjadi satu dari beberapa wilayah yang terus mengalami upaya darurat setelah adanya korban. BPBD berupaya memastikan tidak ada penyebaran informasi yang salah mengenai kejadian tersebut. “Kami akan menginformasikan secara berkala kepada warga, agar tidak ada kepanikan yang berlebihan,” katanya. Selain itu, BPBD juga berencana memberikan pelatihan keselamatan air kepada masyarakat sekitar sebagai langkah pencegahan di masa depan.
Dengan semangat yang tinggi, tim BPBD Nagan Raya, Aceh, berharap bisa segera menemukan Kamaludin. Upaya pencarian terus berlanjut, meski waktu yang tersisa terbatas. “Kami yakin bahwa korban akan ditemukan dalam beberapa hari ke depan,” kata Irfanda Rinaldi, menutup wawancara dengan harapan yang tinggi.
