New Policy: PGN bukukan pendapatan 929,6 juta dolar AS pada triwulan I 2026

WhatsApp Image 2026 02 23 at 10.12.18

PGN mencatatkan pendapatan 929,6 juta dolar AS di Triwulan I 2026

Menurut laporan yang diterima di Jakarta, Senin, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina (Persero), mencatatkan pendapatan sebesar 929,6 juta dolar AS serta EBITDA sejumlah 240,6 juta dolar AS selama Januari hingga Maret 2026. Angka tersebut mencerminkan kinerja perusahaan dalam menghadapi perubahan pasar dan tantangan ekonomi yang terjadi selama periode tersebut.

Fokus pada Stabilitas Layanan Energi

Direktur Keuangan PGN, Catur Dermawan, mengatakan bahwa upaya utama perusahaan adalah menjaga keandalan pelayanan energi bagi pelanggan. Hal ini dicapai melalui pengelolaan infrastruktur yang terintegrasi dan distribusi gas yang efisien. “Strategi tersebut menjadi fondasi dalam menjaga konsistensi operasional, terutama di tengah fluktuasi pasokan dan kebutuhan energi domestik,” tutur Catur dalam pernyataannya.

“Model bisnis berbasis domestik dan portofolio yang seimbang memungkinkan PGN tetap menjaga kinerja yang stabil di tengah dinamika energi global,” ujar Catur.

Pertumbuhan Laba yang Signifikan

Secara keuangan, PGN mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 90,4 juta dolar AS, naik 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh kenaikan laba kotor sekitar 12 persen yoy, seiring penurunan beban pokok operasional hingga 7 persen (sekitar 54 juta dolar AS). Selain itu, perbaikan dalam beban keuangan dan selisih kurs juga berkontribusi pada peningkatan laba.

Kinerja Operasional yang Optimal

Dari sisi operasional, volume penyaluran gas bumi mencapai 777 BBTUD (Barrel Per Day), sementara volume transmisi gas mencapai 1.539 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day). Pengelolaan pasokan gas dilakukan secara efisien, dengan penekanan pada kontinuitas layanan kepada pelanggan meskipun di tengah dinamika kondisi makroekonomi dan global. Dalam hal ini, perusahaan berhasil mempertahankan keandalan infrastruktur pada level 99,9 persen, yang mendukung pelayanan kepada lebih dari 825 ribu konsumen di seluruh Indonesia.

Segmen pelanggan mencakup 822.561 rumah tangga, 2.842 pelanggan kecil, serta 3.310 pelanggan industri dan komersial. Dalam kondisi pasar yang berubah cepat, PGN menunjukkan kemampuan untuk menjaga profitabilitas melalui optimasi operasional dan pengelolaan keuangan yang disiplin. Selain itu, perusahaan juga mengelola likuiditas secara prudent, dengan mengoptimalkan penggunaan dana tunai dan strategi pembiayaan yang efektif.

Pengelolaan Beban yang Efisien

Pada triwulan pertama 2026, beban keuangan PGN turun menjadi 13,7 juta dolar AS, sementara rasio keuangan utama tetap sehat. EBITDA dibandingkan dengan beban bunga mencapai 20,75x, dan rasio utang terhadap ekuitas sebesar 29 persen. Arus kas operasional perusahaan juga mencatatkan nilai positif sebesar 86,9 juta dolar AS, yang menunjukkan ketahanan finansial dan kemampuan dalam memperkuat operasional serta pengembangan bisnis.

Dalam situasi volatilitas harga energi global, kontribusi dari segmen hulu menjadi salah satu penopang utama dalam menjaga stabilitas kinerja secara keseluruhan. PGN menekankan keseimbangan antara layanan yang andal, efisiensi operasional, dan pengelolaan keuangan yang hati-hati untuk mendukung keberlanjutan energi nasional.

Komitmen pada Inovasi dan Ekspansi

PGN terus mengembangkan strategi jangka panjang untuk memperkuat keandalan infrastruktur dan fleksibilitas pasokan. Hal ini dilakukan melalui penguatan jaringan pipa serta perluasan layanan beyond pipeline seperti LNG (Liquefied Natural Gas) dan CNG (Compressed Natural Gas). Perusahaan juga mempercepat pengembangan jaringan gas rumah tangga (jargas) guna meningkatkan akses energi yang bersih dan terjangkau bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari Pertamina, PGN berkomitmen untuk memastikan ketahanan energi nasional. “Dengan kombinasi keandalan infrastruktur dan diversifikasi layanan, PGN siap menjawab tantangan pasar yang terus berubah,” tambah Catur. Tantangan tersebut meliputi pergerakan nilai tukar mata uang dan fluktuasi harga energi internasional. Meski demikian, perusahaan tetap mampu mempertahankan kinerja yang stabil.

Pengelolaan Risiko dan Pertumbuhan Berkelanjutan

Analisis kinerja PGN menunjukkan bahwa strategi pengelolaan risiko dan keuangan menjadi faktor penting dalam mencapai hasil yang baik. Dengan memperbaiki beban keuangan serta meminimalkan dampak perubahan kurs, perusahaan menciptakan lingkungan operasional yang lebih tahan banting. Selain itu, diversifikasi segmen bisnis membantu menjaga keseimbangan antara pendapatan dan biaya.

Kinerja operasional yang kuat tidak hanya terlihat dari pendapatan, tetapi juga dari kemampuan PGN dalam menjaga kontinuitas layanan kepada pelanggan. “Dengan infrastruktur yang andal dan strategi pemasaran yang tepat, kita bisa memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi meski terjadi perubahan kondisi pasar,” jelas Catur.

Pengelolaan dana tunai yang optimal juga menjadi faktor kunci dalam mendukung pertumbuhan jangka panjang. Arus kas operasional positif mencerminkan konsistensi dalam menghasilkan pendapatan serta efisiensi dalam pengeluaran. Dengan kombinasi pendapatan yang stabil, beban yang terkendali, dan portofolio bisnis yang seimbang, PGN siap menjaga kinerja yang berkelanjutan di