Pembahasan Penting: Airlangga optimistis ekonomi RI kuartal I 2026 tumbuh 5,5 persen

4f3be862 6143 4eb0 80cb 9219ea5cb4b9

Airlangga optimistis ekonomi RI kuartal I 2026 tumbuh 5,5 persen

Di Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun 2026 akan mencapai 5,5 persen. Menko menambahkan, angka tersebut bisa tercapai meski kondisi global masih berisiko mengubah arahnya.

“Untuk kuartal pertama kita optimistis lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Kemudian kalau di akhir tahun lebih besar sama dengan 5,4 persen sesuai dengan perkiraan APBN,” ujar Airlangga saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Kamis.

Kebijakan ekonomi pemerintah akan terus disesuaikan dengan perubahan lingkungan global, terutama dampak konflik di Timur Tengah yang bisa memengaruhi harga energi dan rantai pasok. Meski ada ketidakpastian, pemerintah tetap menjaga baseline pertumbuhan 5,4 persen untuk 2026 sesuai target APBN.

Pertumbuhan ekonomi didukung oleh fondasi domestik yang stabil, khususnya konsumsi masyarakat yang berkontribusi 54 persen terhadap PDB. Sisi fiskal juga menunjukkan tren positif, dengan pajak naik 14,3 persen menjadi sekitar Rp462,7 triliun hingga Maret 2026. Sector manufaktur masih dalam fase ekspansi, memberikan momentum positif.

Ketersediaan bahan pokok nasional dinilai cukup memadai. Produksi beras pada 2025 mencapai 34,7 juta ton, sementara stok di Perum Bulog saat ini mencapai 4,6 juta ton. Dengan ini, pemerintah yakin mampu menjaga stabilitas harga pangan.

Kebijakan strategis untuk pertumbuhan ekonomi

Airlangga mengungkapkan bahwa salah satu langkah strategis untuk menjaga pertumbuhan adalah implementasi biodiesel B50 yang mulai berlaku 1 Juli 2026. Kebijakan ini diharapkan menghemat anggaran hingga Rp48 triliun.

Di sisi lain, pemerintah berkomitmen mempertahankan rasio utang di bawah 40 persen terhadap PDB, sesuai batas maksimal undang-undang sebesar 60 persen. Defisit anggaran juga dijaga dalam rentang 3 persen hingga akhir tahun.