Yang Dibahas: Wijaya 80—Sal Priadi collab, rilis “Bulan Bintang, Garis Melintang”
Wijaya 80—Sal Priadi collab, rilis “Bulan Bintang, Garis Melintang”
Jakarta – Kolaborasi musik antara Wijaya 80 dan Sal Priadi memasuki tahap baru dengan peluncuran single berjudul “Bulan Bintang, Garis Melintang”. Karya ini muncul dari pertemuan tak terduga di dalam ruang studio, yang berujung pada proses kreatif yang alami dan menyentuh. Grup musik trio retro ini terdiri dari Ardhito Pramono (vokal, keytar), Hezky Joe (vokal, gitar), serta Erikson Jayanto (kibor), yang terlibat dalam pembuatan lagu bersama sang penyanyi.
Sesi Kreatif yang Tak Direncanakan
Konsep lagu lahir dari percakapan jujur dan spontan, yang justru menjadi fondasi untuk menggali makna lebih dalam. “Kami tak benar-benar merencanakannya, tapi dari situ semua terasa lebih dekat dan nyata,” kata Wijaya 80 melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu. Awalnya, suasana studio penuh dengan canda dan obrolan santai, lalu berubah menjadi refleksi tentang dinamika cinta dan perbedaan dalam kehidupan manusia.
“Ada banyak cerita sederhana, tapi terasa besar ketika dijalani. Lagu ini mencoba merangkum perasaan itu, tentang mencintai sekaligus memahami batas yang ada,” ujar Sal Priadi.
Kolaborasi ini tidak mengikuti proses terstruktur, melainkan berkembang secara organik. Diskusi yang awalnya ringan akhirnya menembus ke dalam, hingga menghasilkan tema besar mengenai hubungan yang berjalan di tengah perbedaan. Sal Priadi memberikan kontribusi signifikan, termasuk dalam penentuan judul lagu yang menjadi simbol dari dinamika tersebut.
“Lagu ini bukan hanya refleksi pribadi, tapi juga ruang bagi pendengar untuk menemukan cerita mereka sendiri di dalamnya,” tambah Wijaya 80. Karya ini menggabungkan gaya musikal yang berbeda namun saling melengkapi, menghasilkan narasi intim yang relevan dengan pengalaman umum.
Single “Bulan Bintang, Garis Melintang” kini bisa diakses di berbagai platform streaming digital. Peluncuran ini menjadi penanda kolaborasi yang membawa perbedaan menjadi pusat ekspresi cinta melalui musik.
