Kelompok bisnis sebut permintaan cip tetap kuat di tengah situasi geopolitik

CjkinzN000031 20260506 CBMFN0A001

Kelompok Bisnis Sebut Permintaan Cip Tetap Kuat Di Tengah Situasi Geopolitik

Permintaan Cip Meningkat Meskipun Ada Gangguan Rantai Pasok

Kelompok bisnis sebut permintaan cip tetap – Kuala Lumpur menjadi tempat penyelenggaraan acara SEMICON Southeast Asia 2026, di mana sejumlah perusahaan industri menyampaikan optimisme terhadap pertumbuhan permintaan semikonduktor. Meskipun situasi geopolitik global terus menciptakan ketidakpastian, seperti krisis di wilayah Timur Tengah, kelompok bisnis tetap menganggap bahwa permintaan cip akan bertahan kuat. Ini terjadi karena berbagai faktor yang mendorong kebutuhan akan komponen elektronik ini, khususnya di sektor teknologi yang berkembang pesat.

Proyeksi Penjualan Global Capai $1 Triliun Tahun Ini

Menurut data yang disebutkan oleh Ajit Manocha, seorang pemimpin eksekutif dari organisasi industri cip global SEMI, penjualan semikonduktor secara internasional diperkirakan akan mencapai 1 triliun dolar AS dalam tahun ini. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan periode sebelumnya, dengan proyeksi pertumbuhan hingga 2 triliun dolar AS pada 2035. Proyeksi tersebut didasarkan pada kebutuhan semikonduktor yang terus meningkat, terutama dalam mendukung infrastruktur teknologi mutakhir.

Pendorong Utama: Pengembangan Teknologi Kecerdasan Buatan

Satu dari faktor utama yang mendorong lonjakan permintaan cip adalah kebutuhan akan pusat data yang digunakan untuk menunjang kecerdasan buatan (AI). Dengan pertumbuhan pesat dalam sektor ini, permintaan terhadap komponen elektronik seperti cip menjadi lebih tinggi. Ajit Manocha menjelaskan bahwa penggunaan cip dalam aplikasi AI membantu mendorong permintaan global, meskipun ada hambatan dari gangguan rantai pasok.

Geopolitik Dinilai Tidak Menjadi Pemicu Penurunan

Ajit Manocha menilai bahwa risiko dari ketegangan geopolitik tidak terlalu besar dalam menurunkan pertumbuhan tahun ini. Ia mengungkapkan bahwa meskipun situasi global terus berubah, permintaan cip tetap diprediksi akan meningkat. Namun, ia menyoroti bahwa kekurangan bahan baku yang berkelanjutan bisa menjadi ancaman bagi proyeksi jangka panjang. “Situasi geopolitik memberi tekanan, tetapi tidak akan menghambat laju pertumbuhan yang signifikan di tahun ini,” kata Manocha dalam wawancara bersama peserta acara SEMICON Southeast Asia 2026.

Ketidakpastian Perdagangan Tidak Mengurangi Momentum

Di tengah berbagai ketidakpastian dalam perdagangan internasional, kelompok bisnis masih bersikeras bahwa permintaan cip tidak akan berkurang. Manocha menjelaskan bahwa sementara gangguan di satu wilayah mungkin memperlambat aktivitas produksi sementara, kebutuhan akan produk-produk cip tetap ada karena permintaan yang menyebar ke berbagai sektor. “Kami melihat permintaan dari luar negeri tetap kuat, bahkan meskipun ada kekhawatiran tentang keterlambatan distribusi,” tambahnya.

Ketersediaan Bahan Baku Jadi Faktor Kritis

Dalam mengulas tantangan yang dihadapi industri, Manocha menyebutkan bahwa ketersediaan bahan baku tetap menjadi perhatian utama. Bahan-bahan seperti silikon dan perangkat keras yang digunakan dalam produksi cip bisa memengaruhi pasokan jangka panjang. Meski begitu, ia menegaskan bahwa industri masih memiliki kapasitas untuk mengatasi masalah ini. “Perusahaan-perusahaan sedang berusaha memperluas pasokan dan membangun cadangan bahan baku, sehingga kekhawatiran tentang keterbatasan bisa dikurangi,” ujarnya.

Perkembangan Teknologi Mendorong Kebutuhan Global

Peningkatan permintaan cip juga didukung oleh pengembangan teknologi lainnya, seperti mobil otonom, perangkat rumah pintar, dan perangkat bergerak. Perusahaan-perusahaan di berbagai negara terus berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan untuk memperkuat posisi pasar mereka. “Ini adalah masa transisi industri, di mana inovasi menjadi faktor penentu utama,” katanya dalam wawancara. Manocha menambahkan bahwa keterlibatan investor global juga meningkat, yang membantu memastikan stabilitas permintaan.

Kebutuhan Cip Menjadi Prioritas Utama

Dalam situasi ekonomi yang dinamis, kebutuhan akan cip tetap menjadi prioritas utama bagi berbagai sektor industri. Manocha menjelaskan bahwa industri cip memiliki peran kritis dalam menggerakkan inovasi teknologi, termasuk dalam pengembangan infrastruktur digital. “Tanpa cip, teknologi modern tidak akan mungkin terwujud,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah negara-negara berkembang sedang mempercepat pembangunan infrastruktur, yang memerlukan komponen elektronik secara besar-besaran.

Tantangan Jangka Panjang Masih Ada

Di sisi lain, Manocha mengakui bahwa tantangan jangka panjang masih ada, terutama terkait ketahanan rantai pasok. Ia menyebutkan bahwa krisis di Timur Tengah, seperti konflik antara negara-negara besar, telah menyebabkan keterlambatan dalam pengiriman bahan baku. “Kami sedang memantau dengan cermat situasi ini, karena kekurangan bahan baku bisa berdampak pada produksi cip di berbagai negara,” terangnya. Meski demikian, ia berharap bahwa industri akan mampu mengatasi masalah ini melalui kerja sama internasional dan inovasi dalam manajemen logistik.

Persaingan Global Jadi Faktor Penentu

Dengan adanya persaingan global yang ketat, perusahaan-perusahaan harus terus beradaptasi untuk mempertahankan daya saing. Manocha menyebutkan bahwa sektor cip menjadi salah satu yang