Latest Update: Pape Gueye Tolak Belai Timnas Senegal Selama Pape Thiaw Menjabat

Belgium v Senegal: Round Of 32 - FIFA World Cup 2026

Latest Update: Pape Gueye Berhenti Belai Timnas Senegal Selama Pape Thiaw Menjabat

Latest Update: Gelandang Villarreal, Pape Gueye, mengumumkan keputusan untuk sementara waktu menepi dari tampil bersama Timnas Senegal. Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap strategi dan pengelolaan pertandingan oleh pelatih kepala Pape Thiaw. Pemain berusia 33 tahun tersebut menepi dari kompetisi internasional hingga kepemimpinan Thiaw di Timnas Senegal berakhir, setelah kekalahan memalukan di babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Detik-Detik Kegagalan di Piala Dunia 2026

Dalam laga kontra Belgia, Senegal sempat menguasai pertandingan dengan skor 2-0 melalui gol Habib Diarra dan Ismaila Sarr. Namun, keunggulan tersebut hancur setelah Belgia bangkit melalui tendangan bebas Romelu Lukaku dan gol Youri Tielemans. Drama memuncak di menit ke-125 ketika Belgia diberi penalti kontroversial, yang kemudian diubah menjadi 3-2, memaksa Senegal keluar dari Piala Dunia. Meski Gueye tampil sebagai starter, ia diganti oleh Lamine Camara pada menit ke-66.

“Saya akan kembali untuk membicarakan kegagalan kami, tetapi hari ini saya mengumumkan bahwa selama para pelatih ini masih menjabat, saya akan mengambil jeda dari Timnas,” tulis Gueye di media sosial. Pengumuman ini memicu perdebatan mengenai keputusan pelatih dalam menyikapi kekalahan di babak penyisihan grup. Ini adalah Latest Update terkini dari protes yang melibatkan sejumlah pemain Timnas Senegal.

Protes terhadap Pape Thiaw dan Konflik Sebelumnya

Pape Thiaw, yang menjabat sebagai pelatih kepala sejak Desember 2024, memang menjadi pusat perhatian. Sebelum Piala Dunia, keputusannya dalam final Piala Afrika 2025 sempat memicu kontroversi. Saat itu, Senegal melawan Maroko, dan Thiaw memerintahkan pemain meninggalkan lapangan sebagai protes atas penalti kontroversial di masa injury time. Tindakan ini memicu kegembiraan pendukung, tetapi juga kritik karena mengganggu alur pertandingan.

Di babak tambahan waktu, Brahim Diaz berhasil menjalankan eksekusi penalti yang membuat Senegal melangkah ke babak final. Namun, CAF membatalkan hasil tersebut, menyatakan Maroko sebagai juara resmi akibat aksi mogok bertanding yang dipimpin Thiaw. Keputusan ini memicu kekecewaan, meski Senegal menunjukkan performa memuaskan sepanjang laga.

Saat ini, Senegal tengah mengajukan banding ke CAS untuk menggugat hasil Piala Afrika 2025. Gueye, yang telah mencetak dua gol di fase grup melawan Irak, menilai Thiaw gagal mengelola pertandingan kritis. Ini menjadi Latest Update terbaru dari ketidakpuasan internal Timnas Senegal terhadap pengelolaan tim nasional oleh Thiaw.

Kontroversi seputar Thiaw tidak hanya terjadi di Piala Afrika, tetapi juga memengaruhi dinamika Timnas Senegal di Piala Dunia. Beberapa pemain menyatakan ketidakpuasan terhadap strategi dan keputusan pelatih, khususnya dalam menghadapi situasi penalti kontroversial. Gueye menjadi wajah utama dari protes ini, menggambarkan ketegangan dalam jajaran manajemen tim.

Pelepasan Gueye dari Timnas Senegal menimbulkan pertanyaan mengenai masa depan tim. Apakah keputusan ini akan menjadi momentum perubahan, atau justru memperkuat kritik terhadap Thiaw? Sebagai pemain yang telah membela negaranya selama hampir delapan tahun, Gueye berharap mampu menyuarakan kekecewaannya melalui Latest Update ini.

Di sisi lain, Thiaw harus menjawab berbagai kritik setelah kegagalan di Piala Dunia. Kehadiran Gueye di media sosial menunjukkan bahwa sejumlah pemain masih mengawasi keputusan pelatih, terutama dalam hal konsistensi dan strategi. Gueye menilai Thiaw tidak mampu mengubah nasib Timnas Senegal, sehingga memutuskan untuk sementara waktu tidak ikut tampil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *