Latest Program: Pelajaran dari Ningxia
Latest Program – “`html
Mengenal Lebih Dekat Ningxia: Inspirasi Indonesia dalam Perang Melawan Kemiskinan
Sebuah kehormatan besar yang dirasakan oleh Sino-Nusantara Institute. Sebagai satu-satunya lembaga pemikiran asal Indonesia yang secara khusus mendalami hubungan bilateral antara kedua negara, institusi ini menerima undangan resmi dari otoritas pusat IDCPC Republik Rakyat Tiongkok. Undangan tersebut ditujukan untuk partisipasi dalam seminar internasional dengan tema “China, from Theory and Practice in Alleviation Poverty” yang diselenggarakan pada tanggal 8 hingga 9 Juli 2026. Acara berlangsung di Yinchuan, pusat pemerintahan Wilayah Otonomi Khusus Ningxia Hui.
Forum ini menghadirkan ratusan peserta dari berbagai penjuru dunia. Sebanyak 35 negara berpartisipasi aktif dalam satu ruang diskusi bersama. Mereka datang untuk mengamati dan mempelajari strategi Tiongkok dalam memberantas kemiskinan ekstrem yang berhasil dicapai pada tahun 2020. Pencapaian tersebut diakui secara global sebagai tonggak sejarah terbesar dalam upaya pengurangan kemiskinan sepanjang peradaban manusia. PBB serta berbagai lembaga internasional memberikan pengakuan atas keberhasilan Tiongkok yang telah mengangkat lebih dari 800 juta jiwa keluar dari garis kemiskinan ekstrem.
Strategi Holistik Tiongkok dalam Penanggulangan Kemiskinan
Program pengentasan kemiskinan di Tiongkok memiliki fokus yang sangat komprehensif. Standar perdesaan menjadi acuan utama, dengan jaminan kecukupan pangan dan pakaian bagi seluruh warga. Akses terhadap layanan dasar pendidikan dan kesehatan juga diupayakan secara merata. Pemerintah Tiongkok mengalokasikan investasi senilai triliunan yuan untuk mendukung infrastruktur. Dana tersebut digunakan untuk merelokasi penduduk dari daerah-daerah terpencil serta membangun jalan raya dan perumahan baru.
Menurut catatan resmi Kementerian Luar Negeri Tiongkok, langkah-langkah tersebut memberikan kontribusi sebesar lebih dari 70 persen terhadap upaya global dalam memberantas kemiskinan. Forum di Yinchuan ini memiliki makna tersendiri. Tujuannya bukan untuk meniru secara mentah-mentah, melainkan untuk menyerap metode yang telah terbukti efektif. Bagi penulis, kunjungan kali ini bukanlah yang pertama kali ke Tiongkok. Lebih dari satu dekade telah berlalu sejak penulis pertama kali menginjakkan kaki di negeri tirai bambu.
Perjalanan penulis mencakup wilayah-wilayah yang sangat beragam. Dari Shanghai dan Shenzhen di bagian timur, hingga Gansu dan Ningxia di kawasan barat. Perubahan yang terlihat sangat mencolok. Sepuluh tahun yang lalu, banyak desa di Ningxia dan Gansu masih menghadapi kemiskinan yang parah. Kini, realitas telah berubah. E-commerce desa berkembang pesat, panel surya terpasang di gurun, dan rumah-rumah layak huni bermunculan.
Kondisi Kemiskinan Indonesia: Tantangan dan Target
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2024, jumlah penduduk miskin di Indonesia tercatat sebanyak 24,06 juta orang atau setara dengan 8,57 persen dari total populasi. Dari angka tersebut, kemiskinan ekstrem—yang didefinisikan sebagai pengeluaran di bawah Rp14.525 per kapita per hari—mencapai 4,12 juta orang atau 1,47 persen. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan dengan 2,06 persen pada Maret 2024.
Namun, tantangan masih sangat besar. Data Kementerian Sosial (Kemensos) mengungkap bahwa masih ada 9,9 juta keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) serta 18,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) yang perlu terus dipantau agar tidak jatuh kembali ke dalam kemiskinan. Target pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 sangat ambisius. Presiden Prabowo menargetkan nol persen kemiskinan ekstrem pada tahun 2026 dan penurunan kemiskinan total menjadi 4,5 hingga 5 persen pada 2029.
Prinsip Negara Hadir Tanpa Menyamaratakan
Tiongkok di bawah kepemimpinan Xi Jinping menerapkan pemikiran “Sosialisme Berkarakter China di Era Baru”. Inti dari filosofi ini adalah kehadiran negara yang kuat, terencana, dan memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal. Indonesia memiliki Pancasila sebagai dasar negara. Sila kelima, “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”, menjadi roh dari berbagai program bantuan sosial seperti PKH, BPNT, dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selama sepuluh tahun pengamatan, penulis menemukan bahwa kuncinya sama. Negara tidak boleh absen, tetapi juga tidak boleh menyamaratakan kebijakan. Alat yang digunakan berbeda-beda, namun tujuannya tetap sama. Tugas kita bukan meniru secara buta, melainkan menyerap metode dan mengadaptasinya dengan semangat musyawarah serta gotong royong.
Kecepatan, Karakter Daerah, dan Pendekatan Berbasis Uji Coba
Pada dekade 1970-an, Tiongkok masih sangat miskin dengan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita hanya US$110. Reformasi dimulai pada tahun 1978. Periode 2013 hingga 2020 dikenal sebagai “serangan terakhir” dalam perang melawan kemiskinan. Dalam delapan tahun, 98,99 juta orang berhasil keluar dari kemiskinan. Kecepatan ini sangat terasa dalam lima tahun terakhir. Jalan tol menembus pegunungan, dan internet masuk ke desa-desa terpencil.
Kecepatan pembangunan tidak seragam di seluruh wilayah. Perbedaan antara barat dan timur Tiongkok sangat mencolok. Kawasan timur seperti Shanghai dan Zhejiang mengandalkan industri, pelabuhan, dan ekspor. Sementara itu, barat seperti Gansu dan Ningxia menghadapi kondisi kering, pegunungan, rawan bencana, serta memiliki banyak etnis minoritas. Kebijakan yang diterapkan pun berbeda sesuai karakteristik daerah.
Di Gansu, masalah utama adalah tanah tandus. Solusinya adalah relokasi ekologis massal, penghijauan gurun, sistem pengairan, serta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di gurun. Ratusan ribu warga dipindahkan ke kota-kota baru. Lahan tandus berubah menjadi pembangkit listrik terbesar. Di Ningxia, tantangan utamanya adalah etnis Hui yang merupakan etnis terbanyak pemeluk Islam di Tiongkok. Wilayah ini memiliki lahan kering yang luas. Jawabannya adalah pengembangan industri halal, e-commerce Goji Berry, dan irigasi hemat air.
Kebijakan Dongxibu Xiezuo atau Kerja Sama Timur-Barat telah berjalan sejak 1996 atau selama 30 tahun. Provinsi atau kota besar yang kaya di bagian timur membantu pembangunan di wilayah barat. Melalui pengalaman langsung dan forum di Yinchuan, Indonesia memiliki banyak pelajaran berharga untuk mencapai target nol persen kemiskinan ekstrem pada 2026.
“`
