Special Plan: Gubernur Buka Jateng Fair 2026, Tampilkan Inovasi Berkelanjutan
Peresmian Jateng Fair 2026: Langkah Strategis Jawa Tengah untuk Mendorong Inovasi dan Pertumbuhan Ekonomi
Special Plan – Acara Jateng Fair 2026 yang berlangsung dari 26 Juni hingga 5 Juli 2026 di Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Provinsi Jawa Tengah, Semarang, secara resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, pada Jum’at (26/6) malam. Event ini dihadiri oleh sejumlah pemimpin daerah dan tokoh lokal, termasuk Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, serta para pejabat dari berbagai sektor di Jawa Tengah. Sebagai wujud komitmen provinsi untuk menjadi pusat inovasi, Jateng Fair 2026 dirancang sebagai wadah mengapresiasi kreativitas dan kontribusi dari berbagai pihak, termasuk perusahaan milik pemerintah daerah (BUMD), lembaga pemerintah, dan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Provinsi Jawa Tengah Sebagai Etalase Inovasi
Dalam sambutannya, Luthfi menegaskan bahwa Jateng Fair 2026 tidak hanya sebagai ajang pameran, tetapi juga sebagai etalase utama Jawa Tengah dalam menunjukkan kemajuan sektor kewirausahaan dan inovasi. “Seluruh BUMD, dinas, serta wirausaha diikutsertakan dalam menghadirkan inovasi yang berkelanjutan,” kata Luthfi melalui keterangan resmi yang dikutip pada hari Sabtu (27/6). Ia menekankan bahwa kehadiran berbagai pihak dalam acara ini bertujuan menciptakan kolaborasi antar sektor, yang diharapkan bisa memperkuat sinergi dalam mengembangkan usaha bersama. Dengan demikian, acara ini dianggap sebagai langkah strategis dalam mempercepat transformasi ekonomi daerah.
“Sehingga diharapkan antara pemerintah, wirausaha, dan masyarakat akan terbentuk konektivitas usaha bersama,” ujar Luthfi.
Lebih lanjut, Luthfi menyampaikan bahwa Jawa Tengah saat ini tengah berada dalam fase kritis pengembangan investasi. Pada triwulan pertama tahun 2026 saja, provinsi ini berhasil menarik Rp23 triliun dengan menciptakan lapangan kerja hampir 92 ribu posisi. Angka tersebut membuktikan bahwa Jawa Tengah tetap menjadi tujuan menarik bagi investor, bahkan di tengah tantangan geopolitik dan keterbatasan dana. “Dengan adanya Jateng Fair, kita berharap UMKM dapat berkembang lebih pesat, sementara produk inovatif yang ditampilkan akan menjadi daya tarik utama,” tambahnya.
Pelaku UMKM dan Inovasi Berdampak Sosial
Setelah membuka acara, Gubernur Luthfi berpindah ke beberapa stand yang menampilkan inovasi dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan bahwa acara ini menjadi sarana untuk membangun ekosistem usaha yang lebih inklusif. Sejumlah inovasi ramah lingkungan dan berbasis teknologi juga ditampilkan sebagai bukti komitmen Jawa Tengah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Dengan menekankan keterlibatan UMKM, acara ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk mengembangkan kreativitas secara mandiri.
Kunjungan Gubernur Luthfi juga diikuti oleh Dedy Yon Supriyono, yang didampingi oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Tegal, M. Ismail Fahmi. Kedua tokoh tersebut mengunjungi stand Kota Tegal yang menampilkan berbagai produk inovatif, termasuk teknologi pertanian dan kreativitas lokal yang mampu menarik perhatian pengunjung. Dedy Yon mengapresiasi keberhasilan UMKM Kota Tegal dalam menampilkan inovasi yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar, tetapi juga memberikan dampak sosial yang signifikan.
Penyerahan Penghargaan untuk UMKM Berprestasi
Pada kesempatan yang sama, Dedy Yon menyerahkan Piagam Penghargaan dan Trophy kepada Fajar Daya Winasis Azwar, warga Kota Tegal, yang berhasil meraih penghargaan Krenova kategori umum “Social Impact” dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Inovasi yang diusung oleh Fajar Daya, Allia Chromia Ultra Feed, merupakan konsep baru dalam pemanfaatan bahan baku lokal berupa tepung bawang putih dan enceng gondok yang diperkaya mineral khromium organik. Produk ini diharapkan bisa memberikan nilai tambah dalam pakan ternak, sekaligus menjadi contoh keberhasilan UMKM dalam menggabungkan inovasi teknologi dengan sumber daya alam daerah.
“Dengan inovasi Allia Chromia Ultra Feed, kita menunjukkan bahwa Jawa Tengah mampu menciptakan solusi yang menggabungkan keberlanjutan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi,” ungkap Dedy Yon.
Penghargaan ini juga menjadi momentum untuk menyoroti peran UMKM dalam mendorong keberlanjutan ekonomi. Dedy Yon menekankan bahwa inovasi seperti ini tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga mendorong peningkatan daya saing daerah di tingkat nasional. “UMKM yang inovatif bisa menjadi penggerak utama ekonomi lokal, terutama jika didukung oleh kebijakan yang tepat,” tutur mantan kepala daerah tersebut.
Peran Pemerintah Daerah dalam Membangun Ekosistem Inovasi
Dalam rangka menghadirkan berbagai inovasi, Pemerintah Kota Tegal melakukan penyiapan khusus dengan menampilkan produk-produk yang mampu menggambarkan potensi daerah. Stand ini menjadi bagian dari upaya daerah untuk menunjukkan bahwa Jawa Tengah tidak hanya mengandalkan sumber daya alam, tetapi juga mampu menciptakan solusi inovatif yang menggabungkan kearifan lokal dengan teknologi modern. Dedy Yon mengatakan bahwa acara seperti Jateng Fair 2026 sangat penting karena bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat dan mendorong keterlibatan aktif para pelaku usaha.
Sebagai bagian dari Jateng Fair 20
