Key Strategy: Tata Pedestrian dan Parkir Kawasan Devris Bogor untuk Kenyaman Pejalan Kaki

1782747905_9a22f07813a1a87d5332

Tata Pedestrian dan Area Parkir Devris Bogor Dipersiapkan untuk Tingkatkan Kenyamanan Pejalan Kaki

Key Strategy – Kota Bogor, Jawa Barat, tengah mengambil langkah strategis untuk memperbaiki kondisi kawasan Devris, terutama area trotoar dan tempat parkir. Inisiatif ini bertujuan mengoptimalkan penggunaan ruang publik serta memastikan kenyamanan bagi masyarakat yang berjalan kaki. Tindakan tersebut dijalankan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebagai upaya mewujudkan lingkungan yang lebih terstruktur dan ramah.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengungkapkan bahwa tata ruang kawasan Devris akan mengalami transformasi signifikan. Ia menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur jalan sebagai bagian dari tata kota yang lebih modern. Dedie juga mengatakan bahwa kota akan melibatkan berbagai dinas dalam evaluasi yang lebih mendalam untuk memastikan keberlanjutan penataan. Selama kunjungan kerja pada Jumat (26/6), ia bersama tim dari Dinas Perhubungan, Disperumkim, dan Satpol PP melakukan tinjauan langsung di lokasi.

“Saya minta Kadis, trotoarnya, pedestriannya dibenahi. Bikin yang rapi agar tidak menonjol lagi. Jadi orang nyaman. Tahun ini ada pengerjaannya,” ujar Dedie di Kota Bogor, Senin (29/6).

Dalam menata kawasan tersebut, Pemkot Bogor tidak hanya fokus pada fisik jalan, tetapi juga pada penyesuaian penggunaan ruang untuk kegiatan ekonomi. Dedie mengingatkan bahwa kebersihan dan ketertiban menjadi prioritas utama, terutama dalam mengelola kawasan kuliner malam yang berada di sekitar Devris. Ia menyebut bahwa pengusaha kecil (UMKM) akan tetap diberikan ruang, tetapi harus mematuhi aturan yang berlaku untuk menjaga aksesibilitas.

Penataan akan mengacu pada model yang sudah sukses di Jalan Sudirman. Mekanisme operasional pedagang di kawasan Devris akan diatur agar tidak mengganggu alur lalu lintas. Saat ini, para pedagang diperbolehkan berjualan mulai setelah Magrib hingga pukul 05.00 WIB. Setelah periode operasional selesai, kawasan akan kembali bersih dan steril dari kegiatan perdagangan, sehingga lebih aman bagi pejalan kaki.

Perbaikan Trotoar dan Penyesuaian Ruang Publik

Pemkot Bogor memperhatikan bahwa trotoar di kawasan Devris masih mengalami kerusakan dan penggunaan yang tidak optimal. Dinas PUPR diminta untuk merevisi desain jalan agar lebih manusiawi, dengan memperlebar ruang kaki dan memastikan penggunaan lahan untuk kendaraan bermotor tidak mengabaikan kebutuhan masyarakat. Dedie menjelaskan bahwa perubahan ini bertujuan menciptakan ruang yang seimbang antara kebutuhan pejalan kaki dan pengendara, serta meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan.

Dalam pertemuan dengan pihak terkait, Dedie juga menekankan pentingnya keterlibatan warga dalam proses penataan. Ia mengatakan bahwa perencanaan harus mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi, terutama untuk menunjang daya saing kawasan Devris sebagai pusat komersial. “Kita harus melindungi pelaku usaha kecil, tetapi mereka juga harus mengikuti aturan pemerintah kota, terutama terkait kebersihan dan akses pejalan kaki,” tegasnya.

Kawasan Devris yang terletak di Jalan Veteran kini menjadi sorotan karena dinamika aktivitas ekonomi yang semakin berkembang. Penggunaan area parkir dan trotoar yang tidak teratur kerap menimbulkan kesulitan bagi masyarakat. Untuk mengatasi ini, Pemkot Bogor melakukan evaluasi terhadap pola penggunaan lahan yang ada, dengan harapan menghasilkan solusi yang lebih efektif. Penelitian terhadap kawasan Devris dilakukan bersamaan dengan peninjauan kondisi fisik jalan dan lingkungan sekitarnya.

Kebersihan dan Keteraturan Dalam Penataan

Kebersihan kawasan Devris juga menjadi perhatian utama dalam rencana penataan. Dedie menjelaskan bahwa penumpukan sampah dan penggunaan lahan secara tidak terencana bisa mengganggu keindahan kota serta kenyamanan pengunjung. Untuk itu, Dinas Perhubungan dan Disperumkim akan bekerja sama dalam menegakkan aturan ketertiban dan kebersihan, termasuk memastikan area parkir tidak menjadi tempat penumpukan sampah atau benda-benda yang menghalangi pergerakan orang.

Pemkot Bogor memperkirakan bahwa penataan akan membutuhkan waktu beberapa bulan untuk selesai. Proses ini melibatkan koordinasi lintas instansi dan masyarakat. Dedie menyebut bahwa keberhasilan penataan bergantung pada keterlibatan semua pihak, baik dari pemerintah maupun masyarakat sekitar. “Kita ingin kawasan ini menjadi lebih teratur, tetapi tetap bisa mendukung kegiatan ekonomi,” tambahnya.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Dedie juga mengkritik adanya angkutan kota (angkot) yang parkir secara sembarangan di samping Pasar Devris. Ia menemukan sejumlah kendaraan yang diduga tidak layak jalan, yang diperkirakan menjadi ancaman bagi keselamatan pengguna jalan. Dinas Perhubungan diminta melakukan pemeriksaan ketat terhadap usia teknis kendaraan umum, dengan batasan maksimal 20 tahun. Dedie menjelaskan bahwa aturan ini ditetapkan untuk memastikan keandalan transportasi kota.

Kendaraan yang melebihi usia 20 tahun akan ditarik dari layanan operasional, terutama jika ditemukan kekurangan struktur atau mesin. Hal ini akan diakui sebagai langkah penting dalam meningkatkan kualitas transportasi di Kota Bogor. Dedie menyebut bahwa penataan kawasan Devris tidak hanya sekadar mempercantik tampilan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup warga dan mengurangi kepadatan lalu lintas.

Persiapan dan Tanggung Jawab Pihak Terkait

Pemkot Bogor berencana menyelesaikan seluruh penataan kawasan Devris dalam waktu dekat. Upaya ini akan mencakup perbaikan trotoar, penyesuaian area parkir, dan pengelolaan kawasan kuliner. Dedie mengungkapkan bahwa pihaknya akan menyiapkan skenario terbaik untuk memastikan hasil yang optimal. “Kita ingin kawasan ini menjadi lebih nyaman, tetapi tetap menjaga kualitas pengelolaan ruang publik,” tuturnya.

Dalam menjalankan rencana ini, Pemkot Bogor menggandeng dinas terkait untuk memastikan semua aspek terpenuhi. Dinas Perhubungan bertugas menegakkan aturan penggunaan angkot, sementara Dinas PUPR memfokuskan pada perbaikan infrastruktur jalan. Selain itu, Disperumkim akan melibatkan masyarakat dalam proses penyesuaian aktivitas ekonomi, termasuk menjaga kebersihan setelah jam operasional penjual malam berakhir.

Kawasan Devris yang berada di Jalan Veteran diharapkan menjadi contoh sukses dalam tata kota yang berkelanjutan. Penataan ini juga bertujuan mengurangi konflik antara pejalan kaki dan pengendara, yang sering terjadi di wilayah itu. Dedie menyatakan bahwa keberhasilan tata ruang kawasan akan menjadi tolok ukur dalam menyelesaikan masalah serupa di area lain. “Kita akan terus evaluasi dan perbaiki sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot Bogor juga melibatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *