Special Plan: Polda Metro Jaya gagalkan peredaran 32 kg sabu asal Malaysia

1000821497

Polda Metro Jaya Berhasil Gagalkan Peredaran 32 Kg Sabu dari Malaysia

Special Plan – Jakarta, Senin – Operasi penangkapan narkoba yang dilakukan oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya membuahkan hasil signifikan. Polisi berhasil menghentikan distribusi sabu dengan berat total 32 kilogram yang diduga berasal dari jaringan perdagangan narkotika di Malaysia. Aksi ini terjadi pada 9 Mei 2026 di kawasan Jakarta Utara, menjadi bukti bahwa upaya pemberantasan narkoba terus berjalan intensif.

Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Ade Candra, mengungkapkan bahwa penangkapan berawal dari laporan warga mengenai aktivitas pengiriman narkoba di Jalan Kirana Legacy, Cilincing. Setelah penyelidikan intensif, tim kepolisian berhasil mengamankan seorang pelaku berinisial VAR serta dua paket sabu yang dibungkus rapi dengan lakban cokelat. Berat total narkoba yang diamankan mencapai 2.169 gram, menurut informasi yang diberikan Ade.

“Penggagalan ini dimulai dari informasi masyarakat yang memberikan petunjuk tentang keberadaan sabu di wilayah Jalan Kirana Legacy,” ujar Ade dalam siaran pers yang diterbitkan di Jakarta. Ia menambahkan bahwa berdasarkan data awal, polisi memperkirakan sabu tersebut akan disalurkan ke pasar gelap di Jakarta Utara.

Dari situasi awal, polisi mulai mengembangkan kasus ke arah lebih luas. Setelah analisis lanjut, mereka menemukan hubungan antara pelaku dengan sumber narkoba di luar negeri. “Dugaan kuat, barang haram ini masuk ke Indonesia melalui jalur internasional,” terang Ade. Operasi terus berlanjut hingga petugas berhasil mengidentifikasi lokasi penyimpanan lebih besar, yaitu sebuah apartemen di Kabupaten Bekasi.

“Setelah menyelidiki lebih dalam, kami menemukan 28 bungkus sabu beratnya sekitar 29,7 kg di apartemen tersebut, beserta sejumlah barang bukti seperti timbangan manual, cutter, tas besar, dan ponsel,” lanjut Ade. Keberadaan barang-barang itu menunjukkan bahwa pelaku tidak hanya aktif dalam penjualan narkoba, tetapi juga terlibat dalam pengelolaan logistik pengiriman.

Dalam pemeriksaan awal, VAR mengaku menerima sabu dari seseorang berada di Malaysia. Ia mengungkapkan bahwa barang tersebut dikirim melalui jaringan internasional yang mencakup beberapa negara. “Tujuan awalnya adalah mengisi pasar narkoba di Jakarta dan sekitarnya,” jelas pelaku. Hal ini mengindikasikan bahwa sabu yang berhasil diamankan bukan hanya memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi juga menjadi bagian dari peredaran gelap yang beroperasi lintas batas.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi menyimpulkan bahwa VAR adalah salah satu dari banyak pelaku dalam jaringan ini. Ia mengaku sudah terlibat dalam aktivitas pengiriman selama beberapa bulan terakhir. Seluruh barang bukti, termasuk sabu dan alat-alat pendukung, kini disimpan di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya untuk proses penyidikan lebih lanjut. “Seluruh dokumen dan barang yang ditemukan akan digunakan sebagai dasar penyelidikan hingga ke tahap penyidikan formal,” kata Ade.

Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Narkoba

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menekankan pentingnya kerja sama masyarakat dalam pemberantasan narkoba. “Setiap informasi kecil yang diberikan warga sangat berharga bagi kepolisian, terutama dari lingkungan sekitar,” tutur Budi. Ia menambahkan bahwa masyarakat dipersilakan melaporkan keberadaan narkoba atau aktivitas mencurigakan melalui Call Center Polri 110, yang bisa dihubungi 24 jam sehari.

“Dengan adanya laporan dari warga, polisi dapat lebih cepat mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” ungkap Budi. Ia menyarankan bahwa masyarakat harus tetap waspada dan aktif memberikan informasi untuk mendukung pemberantasan narkoba yang berkelanjutan.

Kasus ini menunjukkan bahwa upaya penegakan hukum terhadap narkoba tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga pada keterlibatan aktif masyarakat. Budi menegaskan bahwa keberhasilan penggagalan peredaran sabu tersebut menjadi bukti bahwa semua pihak harus bersatu dalam melawan tindakan kriminal yang merusak kesehatan dan sosial masyarakat. “Kami berharap keberhasilan ini bisa memotivasi warga untuk terus memberikan dukungan dan laporan,” imbuhnya.

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya telah mengidentifikasi bahwa sabu yang berhasil diamankan merupakan bagian dari jaringan besar yang beroperasi secara transnasional. Jaringan ini melibatkan pengiriman barang dari Malaysia ke Indonesia, dengan target pasar utama di wilayah Jakarta. Dengan penangkapan VAR, polisi berhasil menggagalkan rencana distribusi yang bisa mengakibatkan kerusakan lebih luas di masyarakat.

Kasubdit 3 Ditresnarkoba menegaskan bahwa operasi ini adalah bagian dari strategi berkelanjutan untuk menekan penggunaan narkoba di wilayah DKI Jakarta. “Kami terus memantau aktivitas narkoba secara rutin, termasuk yang berhubungan dengan jaringan internasional,” tegas Ade. Ia berharap operasi seperti ini bisa menjadi contoh nyata bagi masyarakat bahwa partisipasi aktif dalam pemberantasan narkoba adalah kunci keberhasilan.

Dengan peredaran sabu sebesar 32 kg yang berhasil digagalkan, Polda Metro Jaya memperlihatkan kemampuan mereka dalam mengungkap jaringan kriminal lintas negara. Kasus ini juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap penggunaan alat transportasi dan logistik yang digunakan untuk memasukkan barang ilegal ke dalam wilayah Indonesia. Budi Hermanto menegaskan bahwa kepolisian akan terus meningkatkan upaya pengawasan dan pencegahan, baik melalui penyelidikan langsung maupun kolaborasi dengan pihak lain.

Operasi penangkapan ini tidak hanya memberikan keuntungan dalam jumlah barang yang berhasil diamankan, tetapi juga memperkuat posisi Polda Metro Jaya sebagai mitra utama dalam menangani kasus narkoba skala besar. Adanya barang bukti seperti timbangan dan cutter mengindikasikan bahwa pelaku memiliki persiapan matang dalam mengelola aktivitas peredaran narkoba. “Kami yakin bahwa jaringan ini akan terus beroperasi, jadi penangkapan VAR hanyalah awal dari perang melawan narkoba,” kata Ade. Masyarakat diimbau tetap memantau kegiatan mencurigakan dan segera memberi tahu kepolisian jika menemukan petunjuk.