Serangan Israel di Gaza Tewaskan 10 Warga Palestina – Tiga Anak Jadi Korban

ISRAEL-PALESTINIAN-CONFLICT

Korban Serangan Militer Israel di Gaza Mencapai Sepuluh Jiwa, Tiga Di Antaranya Anak-Anak

Serangan Israel di Gaza Tewaskan 10 Warga – Kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza kembali memburuk setelah serangan militer Israel yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan informasi dari sumber medis setempat, setidaknya sepuluh warga Palestina kehilangan nyawa dalam berbagai insiden serangan. Angka tersebut mencakup tiga anak-anak yang menjadi korban tidak berdosa. Dikutip dari laporan Anadolu Agency, insiden pertama terjadi ketika sebuah drone Israel menyerang kendaraan sipil yang berada di sebelah barat Kota Gaza. Dalam serangan tersebut, satu warga Palestina tewas sementara dua orang lainnya mengalami luka-luka. Serangan Israel di Gaza Tewaskan 10 warga sipil dalam rentetan kejadian yang terjadi selama beberapa hari terakhir ini.

Insiden Serakan di Berbagai Lokasi

Di lokasi yang berbeda, serangan drone Israel juga menyasar kerumunan warga di Jalan Al Oyoun, kawasan Sheikh Radwan, Kota Gaza. Dua orang warga Palestina tewas dalam insiden tersebut. Sementara itu, di kawasan Zeitoun yang terletak di selatan Kota Gaza, seorang anak berusia enam tahun meninggal dunia. Anak tersebut menderita luka parah akibat terkena tembakan pasukan Israel dan akhirnya menghembuskan napas terakhirnya. Serangan Israel di Gaza Tewaskan 10 orang termasuk korban-korban yang berada di berbagai titik strategis.

Serangan udara Israel juga menghantam tenda-tenda pengungsian di kawasan Al Mawasi, sebelah barat Khan Younis. Dalam serangan tersebut, empat warga Palestina tewas, termasuk seorang ayah, putranya, dan seorang anak kecil. Selain itu, sepuluh orang lainnya terluka dalam insiden yang sama. Di Rafah, Gaza selatan, seorang sopir truk bantuan kemanusiaan juga menjadi korban. Ia ditembak di bagian kepala oleh pasukan Israel saat sedang menunggu di dalam truknya untuk memuat bantuan kemanusiaan. Jenazah korban yang bernama Ahmad Nasser Isleem kemudian dibawa ke Rumah Sakit Nasser di Khan Younis.

Korban Anak dan Korban Lainnya

Selain insiden-insiden di atas, seorang anak berusia delapan tahun juga meninggal akibat luka yang dideritanya. Korban tersebut mengalami cedera setelah serangan Israel terhadap kendaraan sipil di kawasan Sabra, Kota Gaza, pada Selasa malam waktu setempat, tanggal 8 Juli. Di sisi lain, Badan Pertahanan Sipil Gaza melaporkan bahwa seorang perempuan terluka akibat tembakan kapal perang Israel di perairan barat Kota Gaza. Namun, lembaga tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai kondisi korban perempuan tersebut. Serangan Israel di Gaza Tewaskan 10 warga dalam berbagai bentuk serangan udara dan darat.

Di Gaza tengah, tentara Israel melepaskan beberapa peluru artileri ke wilayah timur dan selatan Kamp Pengungsi Bureij, menurut sumber lokal dan saksi mata. Pasukan Israel juga melepaskan tembakan ke arah tenda-tenda pengungsi di Al Mawasi, barat laut Rafah. Serangan-serangan ini menambah daftar panjang korban sipil yang terus meningkat setiap harinya. Masyarakat internasional mulai memperhatikan situasi yang semakin memanas di wilayah tersebut.

Statistik Korban Sejak Gencatan Senjata

Menurut data dari Kementerian Kesehatan Gaza, sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, sedikitnya 1.084 warga Palestina tewas dan 3.491 lainnya terluka akibat serangan Israel. Angka-angka ini menunjukkan bahwa meskipun gencatan senjata telah dideklarasikan, kekerasan masih terus berlanjut di lapangan. Secara keseluruhan, serangan Israel sejak Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 173.000 lainnya. Serangan Israel di Gaza Tewaskan 10 warga dalam insiden terbaru ini menambah total korban yang terus bertambah.

Selain korban jiwa, serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan luas terhadap sekitar 90% infrastruktur sipil di Jalur Gaza. Kehancuran ini mencakup rumah-rumah, sekolah, rumah sakit, dan fasilitas publik lainnya. Masyarakat Gaza kini menghadapi tantangan besar dalam memulihkan kehidupan mereka setelah berbagai serangan yang terjadi berulang kali. (TRT World/E-4)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *