New Policy: Ini Alasan Kurohige Tangkap dan Serahkan Portgas D. Ace ke Angkatan Laut di One Piece
Alasan Kurohige Tangkap dan Serahkan Portgas D. Ace ke Angkatan Laut di One Piece
New Policy – Dalam cerita One Piece, momen penangkapan Portgas D. Ace oleh Marshall D. Teach, yang lebih dikenal sebagai Kurohige, menjadi salah satu peristiwa krusial yang memicu Perang Puncak di Marineford. Acara ini tidak hanya memperlihatkan konflik antara mantan rekan satu kapal, tetapi juga menunjukkan bagaimana Kurohige menggunakan kecerdikan politik untuk mencapai ambisi jangka panjangnya. Dengan memanfaatkan situasi, ia mengubah Ace menjadi alat strategis untuk mendekati kekuasaan yang lebih besar.
Kurohige, yang awalnya berada di bawah naungan Shirohige sebagai anggota Divisi Kedua, melakukan pengkhianatan besar setelah membunuh Thatch. Tindakan ini dilakukan demi mendapatkan buah iblis Yami Yami no Mi, yang memungkinkannya menguasai kekuatan gelap. Namun, keinginan untuk mengambil buah iblis tersebut hanyalah bagian dari rencana besar. Dengan menjadi bagian dari Shichibukai, Kurohige bisa mendekatkan diri pada struktur kekuasaan Pemerintah Dunia, yang menjadi tujuan utamanya.
Dalam persaingan antara Kurohige dan Luffy, yang sejak awal menjadi musuh bebuyutan, Kurohige memilih Ace sebagai target utama. Setelah Crocodile kalah di Alabasta, Pemerintah Dunia mencari pengganti untuk mengisi posisi Shichibukai yang kosong. Kurohige menyadari bahwa untuk memperoleh kepercayaan dan akses ke fasilitas penting, ia harus menunjukkan kemampuan berpengaruh. Dengan menangkap Ace, ia memberi tahu pihak pemerintah bahwa ia mampu mengontrol anggota kru Shirohige yang sebelumnya dianggap sebagai saingan.
“Kurohige sangat memahami hierarki dan loyalitas dalam kru Shirohige. Ia tahu bahwa jika Ace yang merupakan komandan divisi sekaligus putra dari Raja Bajak Laut Gol D. Roger dieksekusi, Shirohige tidak akan tinggal diam.”
Penangkapan Ace juga menjadi cara Kurohige memicu perang besar antara dua kekuatan dominan: Markas Besar Angkatan Laut dan Bajak Laut Shirohige. Dengan mengirimkan Ace ke tangan pemerintah, ia menantang loyalitas anggota Shirohige terhadap sistem pemerintahan. Skenario ini memastikan kekacauan yang memungkinkan Kurohige bergerak bebas tanpa dihambat oleh rasa benci atau kekecewaan. Kekuatan kru Shirohige yang terbagi memudahkan Kurohige mengambil alih kepercayaan pemerintah.
Sebagai bagian dari Shichibukai, Kurohige mendapatkan keuntungan besar dalam hal akses. Dia bisa masuk ke Impel Down, penjara terberat di dunia, tanpa dicurigai sebagai ancaman. Tujuan sebenarnya dari kunjungan ke Impel Down adalah merekrut tahanan kelas Level 6 yang memiliki kemampuan unik untuk memperkuat kekuatan kru bajak lautnya. Dengan menyerahkan Ace, Kurohige memastikan bahwa kekuasaan Shichibukai yang baru diperolehnya dapat digunakan sebagai jembatan untuk mendekati pusat kekuasaan dunia.
Peristiwa ini juga memicu krisis kepercayaan di antara anggota Shirohige. Dengan memengaruhi Ace, Kurohige menunjukkan bahwa ia tidak hanya mampu bertindak tanpa bantuan, tetapi juga mampu mengendalikan sistem yang selama ini dianggap sebagai penghalang. Pemerintah Dunia, yang menginginkan pengganti Shichibukai, segera merespons dengan menyerahkan posisi tersebut kepada Kurohige. Proses ini memperkuat posisinya dalam hierarki kekuasaan, sekaligus menjadi langkah awal untuk menguasai dunia.
Kurohige juga memperhatikan bahwa Ace memiliki nilai buronan tinggi, yang membuatnya menjadi sasaran utama bagi Angkatan Laut. Dengan menangkapnya, Kurohige tidak hanya menyelesaikan masalah pribadinya, tetapi juga memberikan alasan kuat bagi Pemerintah Dunia untuk menyetujui pembentukan Shichibukai baru. Ia tahu bahwa Ace yang menjadi penangkap Thatch akan menjadi pahlawan bagi kru Shirohige, tetapi dengan status sebagai Shichibukai, Ace bisa menjadi pengkhianat yang diharapkan.
Perang Puncak di Marineford, yang dipicu oleh penangkapan Ace, adalah konsekuensi langsung dari tindakan Kurohige. Dalam pertarungan tersebut, Kurohige berperan sebagai bagian dari kekuatan pemerintah, sementara Shirohige berjuang untuk menyelamatkan Ace. Meskipun kehilangan kru utama, Kurohige tetap mampu memanfaatkan situasi ini untuk meraih keuntungan. Dengan bantuan Angkatan Laut, ia mengambil kesempatan untuk menyelidiki kekuatan Impel Down dan merekrut tahanan berbahaya.
Kurohige membuktikan bahwa ia bukan hanya seorang bajak laut yang mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga seorang manipulator yang sangat cerdas. Ia mengerti bagaimana memanfaatkan kelemahan dan keinginan pihak pemerintah untuk memperoleh keuntungan. Dengan menyerahkan Ace, ia memperoleh legitimasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan utamanya: menguasai kekuatan buah iblis Gura Gura no Mi, yang menjadi aset paling berharga untuk membangun kekuatan baru di luar dunia.
Perang Puncak di Marineford memperlihatkan bagaimana Kurohige menggunakannya sebagai panggung untuk menyelesaikan rencana jangka panjangnya. Dengan menjadi bagian dari kekuatan pemerintah, ia bisa mengendalikan alur peristiwa di sisi pihak pemerintah, sementara di sisi Shirohige, ia memicu perlawanan yang tidak terduga. Kekuatan dan strategi Kurohige menjadikannya sebagai tokoh penting dalam dinamika politik One Piece, yang memperlihatkan bagaimana kecerdikan bisa mengatasi kekuatan batin.
Dalam perspektif keseluruhan, penangkapan Ace oleh Kurohige adalah langkah yang dipikirkan matang. Ini tidak hanya menghasilkan perang besar, tetapi juga memberikan akses ke Impel Down dan kekuatan kecil yang bisa dikembangkan menjadi dominasi global. Dengan kemampuan memanipulasi sistem dan melibatkan pihak yang berkepentingan, Kurohige menciptakan skenario yang menguntungkan dirinya, bahkan saat ia menjadi bagian dari kekuatan yang dianggap sebagai musuh.
Peristiwa ini memperlihatkan bahwa Kurohige adalah sosok yang penuh ambisi dan tidak takut mengambil langkah berisiko. Ia mengorbankan kru Shirohige, termasuk Ace, untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Dengan kecer
