Meeting Results: Telkom Indonesia akan Pangkas Anak Usaha, Targetkan 19 Entitas di 2026
Telkom Indonesia akan Pangkas Anak Usaha, Targetkan 19 Entitas di 2026
Meeting Results – Perusahaan telekomunikasi pelat merah yang dikenal sebagai PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sedang mempersiapkan tindakan penting dalam perubahan strategisnya. Langkah ini diambil setelah koordinasi intensif dengan Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dan Danantara, dengan tujuan mengoptimalkan struktur organisasi dan memperkuat posisi Telkom sebagai pilar ekonomi digital nasional. Rencana likuidasi terhadap sejumlah anak usaha akan menjadi bagian dari strategi perampingan yang diharapkan bisa meningkatkan efisiensi operasional.
Proses Perampingan Mulai Diujicobakan
Dalam upaya ini, BP BUMN bersama Danantara menargetkan penggabungan sekitar 12 hingga 14 entitas anak usaha. Langkah ini dianggap sebagai tahap awal dari transformasi yang lebih luas. Dony Oskaria, yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, menjelaskan bahwa rencana likuidasi ini bertujuan menyederhanakan operasional grup yang saat ini terdiri dari puluhan entitas. “Kami akan menggabungkan beberapa unit bisnis untuk menciptakan wadah yang lebih besar dan lebih fokus,” katanya.
“Yang dilikuidasi 12 atau 14. Saya lupa, nanti dicek,” ujar Dony saat ditemui usai Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Dony menegaskan bahwa kebijakan perampingan ini tidak akan menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK). Alih-alih menghilangkan posisi, konsolidasi dilakukan dengan memindahkan karyawan ke unit bisnis yang memiliki visi dan fokus serupa. Contohnya, sektor fiber optic akan dikonsolidasikan menjadi satu unit yang lebih besar, sehingga mampu menyerap tenaga kerja dari entitas yang dilebur. “Ini adalah strategi untuk memperkuat skala bisnis dan daya saing perusahaan,” tambahnya.
Strategi Jangka Panjang untuk Menyederhanakan Struktur
BP BUMN dan Danantara telah menyepakati rencana jangka panjang yang akan memangkas jumlah anak usaha Telkom secara signifikan. Dari total 67 entitas yang ada saat ini, jumlahnya ditargetkan hanya tersisa 19 pada akhir tahun 2026. Tujuan utama dari transformasi ini adalah membuat Telkom lebih adaptif terhadap dinamika industri digital, serta meningkatkan kinerja sebagai holding strategis yang mampu mendukung inovasi dan pertumbuhan ekonomi.
Dony Oskaria menekankan bahwa perampingan ini akan berdampak positif pada stabilitas keuangan perusahaan. “Dengan menggabungkan entitas, kita bisa mengoptimalkan sumber daya dan mengurangi biaya operasional,” katanya. Ia juga menyebutkan bahwa proses likuidasi akan dilakukan secara bertahap, dengan fokus pada entitas yang kurang produktif atau memiliki operasional yang bisa diintegrasikan.
RUPST Menyetujui Langkah Strategis
Dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang baru saja diadakan, Telkom juga menyetujui sejumlah kebijakan kunci untuk mendukung rencana perampingan. Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyatakan bahwa keputusan ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham di tengah persaingan industri digital yang semakin ketat. “Kami ingin memastikan bahwa setiap entitas yang ada memiliki peran yang jelas dan kontribusi maksimal,” katanya.
RUPST juga menyetujui penggantian dua anggota dewan komisaris guna memperkuat pengawasan terhadap transformasi ini. Keputusan tersebut diambil untuk memastikan bahwa pengambilan kebijakan tetap terarah dan transparan. Selain itu, rapat menetapkan sejumlah keputusan finansial strategis, seperti peningkatan efisiensi pengelolaan dana dan pengoptimalan investasi di sektor prioritas.
“Hasil rapat mencerminkan komitmen perseroan untuk meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham di tengah dinamika industri digital,” kata Dian Siswarini.
Menurut Dian, perampingan akan membantu Telkom menjadi lebih lincah dan mampu bersaing di pasar global. “Kami ingin menjadi motor penggerak ekonomi digital yang sehat, cepat beradaptasi, dan memiliki daya tahan terhadap perubahan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa langkah ini akan membuka peluang untuk fokus pada program prioritas seperti digitalisasi layanan pelanggan, pengembangan infrastruktur teknologi, dan ekspansi pasar internasional.
Dalam konteks ekonomi digital, Telkom diperkirakan akan menjadi penggerak utama di bidang telekomunikasi, internet, dan layanan digital lainnya. Dony Oskaria menyoroti bahwa kebijakan perampingan ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah untuk memperkuat peran BUMN dalam menjaga keseimbangan antara efisiensi dan keberlanjutan. “BP BUMN dan Danantara akan terus memantau progres perusahaan agar target 19 entitas pada 2026 bisa tercapai secara tepat waktu,” jelasnya.
Proses likuidasi ini juga dirancang untuk menyerap sumber daya manusia yang ada ke unit bisnis yang lebih strategis. Dengan menggabungkan entitas, Telkom bisa mengurangi biaya operasional sekaligus meningkatkan produktivitas. “Kami tidak hanya mengurangi jumlah entitas, tetapi juga memastikan bahwa setiap staf memiliki peluang untuk berkembang di sektor yang lebih berkembang,” kata Dony. Konsolidasi ini diharapkan bisa memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kinerja keuangan dan kemampuan kompetitif perusahaan.
Dalam jangka panjang, Telkom menargetkan bahwa transformasi ini akan membuka jalan untuk inovasi yang lebih cepat dan skala bisnis yang lebih besar. Dengan mengurangi jumlah anak usaha, perusahaan bisa mengalokasikan sumber daya ke bidang-bidang yang lebih kritis, seperti pengembangan teknologi 5G, ekosistem digital, dan layanan hibrida yang berbasis teknologi informasi. “Ini adalah langkah penting untuk memastikan Telkom tetap menjadi pionir dalam industri digital,” tegas Dony.
Transformasi ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk mendorong digitalisasi sektor publik dan privat. Dengan memangkas entitas yang tidak efisien, Telkom bisa menjadi contoh sukses dalam mengoptimalkan struktur BUMN. Proses perampingan akan dilakukan secara bertahap, dengan evaluasi berkala untuk memastikan bahwa setiap langkah diambil sesuai dengan kebutuhan pasar dan target strategis.
Keberhasilan transformasi ini akan menjadi tolok ukur kinerja Telkom dalam beberapa tahun ke depan. Dengan 19 entitas, perusahaan diharapkan bisa bergerak lebih cepat, menyerap teknologi terkini, dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat. “Kami yakin bahwa ini akan memperkuat posisi Telkom di tengah persaingan yang semakin ketat,” tambah Dony. Selain itu, langkah ini juga diharapkan bisa memberikan dampak positif pada ekosistem usaha digital di Indonesia.
