Latest Program: Perkuat EBT, PLTA Swasta Tawarkan Sukuk Ijarah Rp1 Triliun

1781867676_6d6e0bd2c2fdac6afbb2

Perkuat EBT, PLTA Swasta Tawarkan Sukuk Ijarah Rp1 Triliun

Latest Program – PT Tamaris Hidro, perusahaan pengembang dan operator pembangkit listrik tenaga air (PLTA) swasta, telah meluncurkan instrumen keuangan sukuk ijarah dalam rangka memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Penerbitan sukuk ini menjadi bagian dari strategi pendanaan jangka panjang perseroan, yang bertujuan meningkatkan efisiensi pembiayaan serta memberikan kontribusi lebih besar dalam pembangunan infrastruktur energi bersih.

Sukuk Ijarah Berkelanjutan

Penawaran umum sukuk ijarah berkelanjutan yang dilakukan PT Tamaris Hidro mencakup nilai emisi hingga Rp1 triliun. Instrumen syariah ini dirancang untuk menjadi alat investasi alternatif yang menarik bagi calon investor. Pembiayaan sukuk diperkuat oleh Fasilitas Pembiayaan atau Credit Enhancement Facility (CEF) dari PT Sarana Multi Infrastruktur, yang menyediakan jaminan standby hingga Rp450 miliar. Fasilitas tersebut memastikan stabilitas pendapatan bagi pihak penerbit melalui mekanisme risiko yang terukur.

Dalam penawaran ini, PT Tamaris Hidro menawarkan sukuk dalam dua seri yang memiliki skema pembayaran imbalan setiap tiga bulan. Objek ijarah yang menjadi dasar transaksi adalah hak manfaat atas kapasitas listrik pembangkit sebesar 1,83 miliar kWh. Hak tersebut menjamin aliran pendapatan berulang melalui kontrak jangka panjang dengan PLN, yang telah memperkuat keandalan proyek ini.

Secara keseluruhan, penerbitan sukuk ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem energi hijau. Selain itu, instrumen ini juga memberikan peluang bagi investor untuk berpartisipasi langsung dalam pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Dengan adanya sukuk ijarah, perseroan dapat memperoleh dana tambahan untuk mendukung proyek PLTA baru atau perluasan kapasitas yang sudah ada.

Aspek Finansial dan Pertumbuhan Perusahaan

Dalam lima tahun terakhir, PT Tamaris Hidro mencatatkan peningkatan konsisten dalam kinerja keuangan. Total aset perusahaan kini mencapai Rp5,18 triliun, dengan ekuitas mencapai Rp2,53 triliun. Selama periode 2014 hingga 2025, pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR) pendapatan perseroan mencapai 23,87%. Angka tersebut mencerminkan stabilitas bisnis dan kapasitas perusahaan dalam mengelola proyek energi.

Dalam tahun buku 2025, PT Tamaris Hidro mencatat pendapatan sebesar Rp563,7 miliar dan EBITDA sekitar Rp389,2 miliar. Capaian tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan. Peningkatan pendapatan ini juga didukung oleh pertumbuhan konstan dalam operasional PLTA yang dikelolanya, yang selaras dengan visi nasional dalam meningkatkan porsi EBT.

Menurut Presiden Direktur PT Tamaris Hidro, M Syahrial, penerbitan sukuk ini merupakan langkah strategis untuk mendukung target pemerintah yang ingin menempatkan EBT pada 34,3% dari total kebutuhan energi nasional pada tahun 2034. “Kami menghadirkan alternatif investasi yang kompetitif sekaligus memberikan kesempatan bagi investor untuk berpartisipasi langsung dalam pembangunan infrastruktur energi bersih yang berkelanjutan,” pungkasnya dalam pernyataan resmi.

Proyek PLTA yang dikembangkan PT Tamaris Hidro memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan ekonomi. Dengan mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil, proyek ini berkontribusi pada pengurangan emisi karbon serta peningkatan cadangan energi terbarukan. Sukuk ijarah yang diterbitkan tidak hanya menjadi sumber dana tetapi juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam operasional bisnis.

Jadwal Penting bagi Calon Investor

Perseroan menyediakan jadwal rinci untuk calon investor yang ingin mengikuti penawaran sukuk ini. Proses penerbitan dimulai dengan pengumuman pembukaan penawaran umum pada awal tahun 2026. Tahap selanjutnya melibatkan analisis dan penilaian oleh lembaga pemeringkat, yang telah memberikan peringkat idAA(sy)(sf) kepada sukuk ijarah ini. Peringkat tersebut menunjukkan bahwa instrumen tersebut memiliki risiko rendah dan prospek keuntungan yang menjanjikan.

Sebagai pelaksana penerbitan, PT Tamaris Hidro bekerja sama dengan empat perusahaan sekuritas sebagai Joint Lead Underwriters. Keempatnya adalah PT BCA Sekuritas, PT Binaartha Sekuritas, PT INA Sekuritas Indonesia, serta PT BRI Danareksa Sekuritas. Kerja sama ini memastikan proses penerbitan berjalan efisien dan transparan, sekaligus memperkuat kepercayaan pasar terhadap instrumen keuangan yang ditawarkan.

Menurut M Syahrial, sukuk ijarah ini tidak hanya memperkuat keuangan perusahaan tetapi juga membantu menciptakan ekosistem pendanaan yang lebih inklusif. “Kami percaya bahwa sukuk ijarah adalah alat yang efektif untuk menarik dana dari berbagai kalangan investor, baik dari institusi maupun individu,” tambahnya. Hal ini memperlihatkan upaya perusahaan dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan energi bersih.

Selain itu, penerbitan sukuk ini juga menunjukkan peningkatan inovasi dalam sektor keuangan syariah di Indonesia. Dengan struktur pembayaran yang jelas dan objek ijarah yang terukur, sukuk ijarah PT Tamaris Hidro menjadi contoh nyata bagaimana instrumen keuangan bisa diadaptasi untuk memenuhi kebutuhan proyek energi terbarukan. Dukungan dari pihak ketiga seperti Sarana Multi Infrastruktur dan lembaga sekuritas juga menjadi penjamin keberhasilan penerbitan ini.

Dalam jangka panjang, penerbitan sukuk ijarah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing PT Tamaris Hidro di pasar energi. Perusahaan juga berencana untuk memperluas operasionalnya melalui peningkatan kapasitas PLTA di beberapa wilayah. “Kami terus berupaya memperkuat posisi sebagai pelaku utama dalam sektor energi hijau, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara keuntungan finansial dan dampak lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *