Key Strategy: Dari Arena Mobile Legends ke Pasar Modal, Generasi Muda Diajak Melek Investasi
Dari Arena Mobile Legends ke Pasar Modal, Generasi Muda Diajak Melek Investasi
Inisiatif IPOT Membangun Kesadaran Keuangan Generasi Muda
Key Strategy – PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) mengambil inisiatif penting dalam memperkuat literasi keuangan di kalangan remaja. Melalui program “Generasi Jateng Cerdas Rupiah,” perusahaan ini bekerja sama dengan komunitas eSport dalam acara Kapolda Jateng Cup 2026, yang berlangsung di De Tjolomadoe Convention Hall, Karanganyar, pada hari Sabtu (20/6). Tindakan ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan antara tingginya akses keuangan dan kurangnya pemahaman risiko di kalangan generasi muda.
Dalam upayanya, IPOT memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu investasi yang sesuai dengan gaya hidup digital. Teknologi ini biasanya digunakan oleh investor institusi, namun kini diperkenalkan untuk membantu investor ritel muda. Sebagai bagian dari transformasi digital, perusahaan juga menyediakan fitur seperti LADI dan AI Real-Time Cockpit, yang memudahkan analisis pasar berbasis data.
President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, menjelaskan bahwa komunitas eSport memiliki potensi besar untuk menjadi investor sukses. “Kemampuan mereka dalam membaca data, disiplin, dan mengambil keputusan strategis bisa menjadi fondasi untuk masa depan finansial yang lebih baik,” ujarnya. Menurutnya, karakteristik ini sangat relevan dalam dunia investasi, karena kecepatan dalam menanggapi perubahan pasar sering kali menjadi keunggulan dalam mengelola dana.
“Kami percaya komunitas eSport memiliki kemampuan membaca data, disiplin, dan mengambil keputusan cepat. Karakter inilah yang juga dibutuhkan dalam investasi,” tegas Moleonoto The.
Dalam data internal dan nasional, terdapat kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kesadaran keuangan di kelompok usia produktif. Generasi muda sering kali dianggap kurang memahami risiko dan manfaat investasi, meskipun mereka aktif dalam aktivitas digital. IPOT menggali potensi ini dengan pendekatan inovatif, memadukan dunia gaming dengan konsep keuangan.
Sebagai bagian dari program, IPOT menyelenggarakan sesi edukasi yang disebut “Rahasia Menjadi Pro Player Finansial di Era AI.” Di sini, Equity Analyst IPOT, Brigita Kinari, menggunakan analogi dari permainan Mobile Legends untuk menjelaskan instrumen investasi. “Ini membantu para gamers memahami konsep yang sering dianggap rumit, dengan metode yang lebih menyenangkan,” kata Brigita. Ia menjelaskan bahwa konsep map awareness dalam game mirip dengan kemampuan mengamati tren pasar. Keputusan kapan menyerang atau bertahan dalam permainan juga menyerupai momentum membeli atau menjual aset investasi.
“Di era AI, yang tertinggal bukan orang yang tidak punya uang, tetapi orang yang tidak tahu cara mengelola uangnya,” tegas Brigita Kinari.
Kolaborasi ini juga melibatkan Infinix, yang menyediakan berbagai aktivitas interaktif untuk peserta. Aktivitas tersebut mencakup konsultasi keuangan berlisensi dan pemberian saldo investasi gratis sebagai modal awal. Brigita menyebutkan bahwa pendekatan ini tidak hanya memperkenalkan teori, tetapi juga mendorong praktik langsung.
Melonoto The menambahkan bahwa eSport bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang strategi dan pengambilan keputusan. “Kemampuan mereka dalam mengatur sumber daya terbatas, seperti waktu dan energi, bisa menjadi pelajaran berharga dalam manajemen dana,” ujarnya. Hal ini relevan karena banyak pemain eSport memiliki penghasilan tetap atau sementara, sehingga perlu mengelola uang dengan efektif.
Dalam konteks ini, IPOT berharap untuk membangun kesadaran bahwa investasi bukan hanya kegiatan yang rumit, tetapi juga bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari. Dengan pendekatan yang santai dan mudah dipahami, generasi muda diharapkan mampu mengubah keterampilan digital mereka menjadi keuntungan finansial. “Edukasi harus sesuai dengan konteks kehidupan mereka, agar lebih menarik dan bermanfaat,” imbuh Moleonoto.
Berdasarkan data yang diperoleh, sekitar 60% pemuda usia 18-30 tahun masih memahami secara dangkal tentang risiko dan keuntungan investasi. Angka ini menunjukkan bahwa pendidikan keuangan perlu ditingkatkan, terutama melalui media yang familiar. IPOT menganggap eSport sebagai platform yang efektif, karena peserta biasanya sudah terbiasa dengan teknologi dan sistem kompetitif.
Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat ekosistem keuangan lokal, dengan membangun kemandirian finansial di masa depan. “Kita perlu menciptakan generasi yang tidak hanya mampu menghasilkan uang, tetapi juga mampu mengelola uangnya secara bijak,” kata Brigita. Dengan menggabungkan teknologi AI dan pendekatan edukasi yang berbasis game, IPOT berharap mendorong partisipasi lebih luas dari remaja dalam pasar modal.
Selain itu, program ini menekankan pentingnya kesadaran risiko. Moleonoto The menjelaskan bahwa pemahaman tentang risiko adalah kunci sukses dalam investasi. “Dengan membantu mereka mengenali pola pasar, IPOT ingin membangun fondasi yang kuat untuk pengambilan keputusan finansial,” ujarnya. Ini termasuk mengajarkan cara memilah instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan keuangan dan waktu.
Kegiatan seperti Kapolda Jateng Cup 2026 menjadi ajang untuk memperkenalkan konsep-konsep ini secara interaktif. Peserta tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga mempraktikkan langsung melalui simulasi dan konsultasi. “Kombinasi antara edukasi dan teknologi membuat pengalaman belajar lebih dinamis,” tambah Brigita. Ia menekankan bahwa AI Real-Time Cockpit dapat mempercepat proses analisis, sehingga para peserta lebih mudah memahami pergerakan pasar.
Dengan kegiatan ini, IPOT memperlihatkan komitmen untuk menjangkau generasi muda melalui cara yang inovatif. “Kami ingin membuktikan bahwa investasi bisa menarik dan relevan dengan kehidupan digital,” tutur Moleonoto. Ia menargetkan program ini tidak hanya menjadi event tahunan, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang dalam meningkatkan literasi keuangan di Jateng.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, IPOT juga berencana meluaskan kolaborasi dengan komunitas eSport di kota-kota lain. “Ini bukan hanya tentang satu acara, tetapi tentang perubahan paradigma,” ujar Brigita. Ia yakin bahwa pendekatan ini akan menarik perhatian generasi muda, sekaligus memperkenalkan konsep investasi secara alami dan menyenangkan.
Kolaborasi antara IPOT dan Infinix menjadi contoh bagus bagaimana perusahaan keuangan dapat beradaptasi dengan tren zaman sekarang. Dengan menggabungkan teknologi, pendidikan, dan hiburan, program ini memberikan peserta alat untuk mulai membangun kemandirian finansial. “Kami percaya bahwa generasi muda memiliki potensi besar, selama mereka dilatih dengan cara yang tepat,” pungkas Moleonoto The.
