Important Visit: KAI Perkuat Akses Mobilitas Terjangkau bagi 7,88 Juta Pelanggan

1781520387_245912378f6a2b42d8eb

KAI Perkuat Akses Mobilitas Terjangkau bagi 7,88 Juta Pelanggan

Important Visit – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat bahwa layanan kereta api Public Service Obligation (PSO) tetap menjadi salah satu opsi utama masyarakat untuk kebutuhan perjalanan, baik jarak jauh maupun lokal. Dalam lima bulan pertama tahun 2026, jumlah pelanggan yang menggunakan KA Jarak Jauh PSO dan KA Lokal PSO mencapai 7.882.165 orang, naik 7,9 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 yang mencatat 7.303.687 pelanggan. Pertumbuhan ini membuktikan bahwa layanan PSO memiliki peran strategis dalam mendukung akses transportasi yang merata dan terjangkau bagi masyarakat.

Peran PSO dalam Menjaga Akses Mobilitas

Dukungan dari Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan menjadi faktor kunci dalam pengembangan layanan kereta api kelas ekonomi dengan tarif yang dapat dijangkau. KAI menghadirkan solusi transportasi berbasis rel yang menjawab kebutuhan masyarakat sehari-hari, terutama dalam menghubungkan berbagai daerah. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa KA PSO menjadi bagian penting dari layanan publik yang terjangkau, karena langsung berhubungan dengan kebutuhan perjalanan masyarakat.

“KA PSO membantu masyarakat memperoleh akses perjalanan yang lebih terjangkau untuk bekerja, sekolah, berobat, berdagang, bertemu keluarga, maupun bepergian antarkota. Bersama Pemerintah melalui DJKA Kemenhub, KAI terus menjaga agar layanan ini tetap relevan dengan kebutuhan pelanggan,” ujar Anne.

Menurut data KAI, jumlah penumpang pada layanan KA Jarak Jauh PSO mencapai 4.951.267 orang pada Januari–Mei 2026, naik 5,1 persen dari 4.709.193 pelanggan di periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, KA Lokal PSO mencatatkan 2.930.898 pelanggan, meningkat 13,0 persen dibandingkan 2.594.494 orang di Januari–Mei 2025. Anne Purba menyoroti bahwa peningkatan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk perjalanan jarak dekat maupun menengah, serta kontribusi KA Lokal PSO dalam mendorong mobilitas regional.

Rute KA Jarak Jauh dan Lokal PSO

KA Jarak Jauh PSO mengoperasikan 13 rute utama, termasuk: KA Kahuripan dengan relasi Blitar–Kiaracondong PP, KA Bengawan yang menghubungkan Purwosari–Pasar Senen PP, KA Sri Tanjung antara Lempuyangan–Ketapang PP, KA Airlangga dari Surabaya Pasarturi–Pasar Senen PP, serta KA Serayu yang menyambungkan Purwokerto–Kroya–Pasar Senen PP. Rute lainnya meliputi KA Kutojaya Selatan (Kutoarjo–Kiaracondong PP), KA Tawang Alun (Ketapang–Bangil–Malang Kota Lama PP), KA Bukit Serelo (Kertapati–Lubuklinggau PP), KA Ekspres Rajabasa (Kertapati–Tanjungkarang PP), KA Putri Deli (Tanjungbalai–Medan PP), KA Probowangi (Ketapang–Probolinggo–Surabaya Gubeng PP), KA Kuala Stabas (Baturaja–Tanjungkarang PP), dan KA Cikuray (Garut–Pasar Senen PP). KAI mencatatkan bahwa rute-rute ini memastikan ketersediaan transportasi yang efisien bagi berbagai segmen masyarakat.

Di sisi lain, KA Lokal PSO berperan dalam memperkuat mobilitas daerah. Layanan ini digunakan secara luas oleh masyarakat untuk berpindah antar wilayah, termasuk dari area permukiman menuju pusat kota, pasar, sekolah, kampus, fasilitas kesehatan, stasiun lanjutan, dan pusat kegiatan ekonomi lokal. Anne Purba mengatakan bahwa pertumbuhan 13 persen pelanggan KA Lokal PSO menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan perjalanan jarak dekat yang dinamis.

“Bagi banyak pelanggan, KA PSO adalah penghubung menuju kesempatan. Ada pelajar yang berangkat ke sekolah, pekerja yang menuju tempat kerja, pedagang yang menjaga aktivitas ekonomi, serta keluarga yang tetap terhubung antarkota,” kata Anne.

KAI juga menjaga kualitas layanan KA PSO melalui berbagai upaya, seperti menjaga keselamatan perjalanan, memastikan kebersihan sarana transportasi, memperbaiki keteraturan operasional, dan memudahkan akses informasi serta proses pemesanan tiket. Pelanggan bisa memperoleh tiket melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi perusahaan, loket stasiun, serta kanal resmi lainnya yang bekerja sama dengan KAI. Anne Purba menambahkan bahwa keberlanjutan layanan PSO membutuhkan sinergi antara operator, pemerintah, dan masyarakat.

Kereta api PSO terus beradaptasi dengan kebutuhan pelanggan, menjaga keakuratan jadwal, dan meningkatkan kepuasan pengguna. Anne menyatakan bahwa KAI berkomitmen untuk memastikan layanan ini tidak hanya sesuai dengan regulasi, tetapi juga efektif dalam memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Dukungan dari Pemerintah melalui DJKA Kemenhub dianggap sebagai penggerak utama dalam mempertahankan keberlanjutan layanan ini.

“KAI berterima kasih atas dukungan Pemerintah melalui DJKA Kemenhub dalam penyelenggaraan KA PSO. Dengan kolaborasi ini, kereta api dapat terus hadir sebagai transportasi publik yang selamat, nyaman, terjangkau, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat,” tutup Anne.

Seiring waktu, KAI terus berinovasi dalam menghadirkan layanan yang lebih modern. Pengembangan infrastruktur rel dan penggunaan teknologi digital dalam proses pemesanan tiket, seperti aplikasi Access by KAI, menjadi bagian penting dari upaya untuk memperluas jangkauan. Anne Purba mengakui bahwa KAI berupaya meningkatkan pengalaman pelanggan dengan memastikan layanan berjalan secara teratur dan mudah diakses. Hal ini konsisten dengan visi KAI untuk menjadikan transportasi umum sebagai pilihan utama dalam menunjang kesejahteraan masyarakat.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan transportasi, KAI juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah dan masyarakat. Anne Purba menegaskan bahwa upaya ini tidak hanya untuk meningkatkan kuantitas penumpang, tetapi juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *