Latest Program: BP BUMN: Pembenahan keselamatan kereta jadi fokus usai insiden Bekasi

WhatsApp Image 2026 04 28 at 13.47.23

BP BUMN: Pembenahan keselamatan kereta jadi fokus usai insiden Bekasi

Latest Program – Jakarta – Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria, mengatakan bahwa perbaikan keselamatan transportasi kereta api menjadi prioritas utama dalam program kerja tahun ini. Hal ini diambil setelah terjadi kecelakaan besar di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4) malam. Dony menjelaskan bahwa sebelumnya, keselamatan kereta api sudah termasuk dalam rencana kerja pemerintah, sebagaimana arahan Presiden terkait 1.800 titik perlintasan yang perlu diperbaiki. “Sebetulnya sudah masuk dalam program kerja kita tahun ini, sebagaimana diarahkan Presiden terkait kurang lebih 1.800 perlintasan kereta yang selama ini memang wajib diperbaiki, harus ada pintunya,” ujarnya saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa.

Evaluasi menyeluruh untuk memperkuat keamanan

Menurut Dony, kecelakaan yang terjadi di Bekasi Timur mendorong pemerintah memperkuat upaya peningkatan keselamatan transportasi massal secara menyeluruh. “Apalagi dengan kejadian ini, kita melakukan evaluasi total terhadap keamanan daripada transportasi massal kita,” imbuhnya. Ia menegaskan bahwa seluruh aspek akan dianalisis, termasuk manajemen, dengan mempertimbangkan penyebab dan dampak kejadian tersebut. Evaluasi ini dilakukan sambil menunggu hasil investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Dony juga mengungkapkan kepedulian pemerintah terhadap korban kecelakaan. “Tadi malam saya juga ke sana (Stasiun Bekasi Timur), kita turut berduka cita dan prihatin terhadap kecelakaan yang terjadi,” kata Dony. Penurunan langsung ke lokasi insiden menunjukkan komitmen BP BUMN untuk meninjau langsung kondisi infrastruktur yang menjadi sorotan.

Keprihatinan dari CEO Danantara

“Kita melakukan evaluasi secara menyeluruh, terutama keselamatan segala sistem yang ada, dan memang kita selalu mengevaluasi secara menyeluruh,” kata Rosan Roeslani, CEO Danantara, yang juga menyampaikan keprihatinan atas kecelakaan tersebut. Ia menegaskan bahwa keselamatan merupakan aspek utama dalam operasional, selain peningkatan kenyamanan.

Rosan mengatakan bahwa sistem keselamatan kereta api harus diperiksa kembali, terutama di area perlintasan yang rawan. Ia menyebutkan bahwa evaluasi ini tidak hanya terbatas pada teknis, tetapi juga mencakup aspek manajemen. “Kita juga melihat bagaimana mekanisme pengawasan dan koordinasi antarinstansi berjalan, agar tidak ada kelemahan yang terlewat,” tambahnya.

Detil kecelakaan di Bekasi Timur

Kecelakaan yang terjadi pada Senin (27/4) malam melibatkan dua jenis kereta api, yaitu Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line. Insiden ini terjadi di Stasiun Bekasi Timur, tempat yang sebelumnya dianggap cukup aman, namun kini menjadi sorotan utama. Berdasarkan data dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) hingga pukul 08.45 WIB, kecelakaan tersebut menyebabkan 14 orang tewas dan 84 lainnya mengalami luka-luka.

Berikutnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan belasungkawa kepada para korban kecelakaan. Ia mengunjungi para pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi, Kota Bekasi, pada Selasa pagi. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintah segera melakukan investigasi menyeluruh. “Kita harus tahu dengan jelas apa penyebab kecelakaan ini, agar langkah peningkatan keselamatan dapat diambil secara tepat,” ujarnya.

Anggaran Rp4 triliun untuk perbaikan infrastruktur

Dalam upaya meningkatkan keamanan, pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp4 triliun. Anggaran ini bertujuan untuk memperbaiki 1.800 titik perlintasan kereta api di Pulau Jawa. Menurut Prabowo, ribuan perlintasan tersebut merupakan warisan infrastruktur dari zaman Belanda yang selama puluhan tahun tidak mendapat perhatian serius. “Dengan anggaran ini, kita bisa memperkuat sistem keselamatan, terutama di area perlintasan yang minim pengawasan,” jelasnya.

Presiden menjelaskan bahwa kecelakaan di Bekasi Timur menjadi tanda bahwa beberapa lintasan kereta api masih rentan. “Kita menyadari bahwa hingga saat ini, banyak perlintasan tidak memiliki penjagaan yang memadai, sehingga berisiko tinggi,” katanya. Kecelakaan tersebut menjadi pengingat bahwa infrastruktur lama perlu diperbarui agar bisa menghindari kejadian serupa di masa depan.

Skema penanganan untuk perlintasan rawan

Sebagai respons kecelakaan tersebut, Prabowo memberikan instruksi kepada jajaran pemerintah untuk menyelesaikan masalah perlintasan dalam dua skema. Pertama, pembangunan pos jaga di area perlintasan untuk mengurangi risiko tabrakan. Kedua, pembuatan jembatan layang sebagai solusi jangka panjang. “Kedua skema ini akan diterapkan secara bertahap, tergantung prioritas dan ketersediaan dana,” tuturnya.

Dony menyambut baik langkah ini, menilai bahwa perbaikan infrastruktur dan sistem pengawasan akan berdampak langsung pada kenyamanan pengguna jasa transportasi. “Kita harus memastikan bahwa setiap perlintasan memiliki perlindungan yang memadai, baik melalui pos jaga maupun solusi teknis seperti jembatan layang,” kata Dony. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi untuk mempercepat proses evaluasi dan pemberian solusi.

Peran KNKT dalam investigasi

Sementara itu, KNKT akan memimpin investigasi resmi terkait insiden Bekasi Timur. Tim KNKT akan memeriksa semua aspek, mulai dari teknis operasional hingga manajemen transportasi. “Hasil investigasi akan menjadi dasar untuk merevisi standar keselamatan dan menetapkan tindakan korektif,” kata salah satu anggota KNKT. Dony menunggu hasil tersebut untuk memastikan bahwa semua langkah yang diambil benar-benar tepat dan efektif.

Insiden ini juga memicu diskusi terkait kebutuhan modernisasi infrastruktur transportasi di Indonesia. Berbagai pihak menilai bahwa keselamatan kereta api tidak hanya menjadi tanggung jawab operator, tetapi juga pemerintah sebagai pengelola utama. “Kita harus mengubah pola pikir bahwa keselamatan transportasi adalah bagian dari prioritas nasional,” kata seorang anggota komite evaluasi.

Kesimpulan dan langkah ke depan

Menurut Dony, kecelakaan di Bekasi Timur menjadi momentum penting untuk mempercepat perbaikan sistem keselamatan. “Dengan kejadian ini, kita bisa mempercepat proses karena masyarakat mulai menyadari pentingnya investasi dalam infrastruktur transportasi,” ujarn