Mario Aji gagal tembus 14 besar – harus mulai Moto2 Prancis dari Q1
Mario Aji Gagal Tembus 14 Besar, Harus Mulai Moto2 Prancis dari Q1
Mario Aji gagal tembus 14 besar – Le Mans, Jumat – Mario Suryo Aji, pembalap Indonesia yang turun di kelas Moto2, kembali menghadapi tantangan dalam GP Prancis 2026. Dalam sesi latihan bebas pertama (FP1) hari ini, dia sempat menempati posisi ke-27 dengan catatan waktu 1 menit 36,445 detik. Namun, hasil tersebut tidak cukup baik untuk membawanya ke zona 14 besar yang menjadi kriteria masuk ke sesi kualifikasi kedua (Q2). Di sesi practice hari ini, Mario terpaut lebih dari satu detik dari pemuncak waktu, Izan Guevara, yang mencetak 1 menit 34,348 detik. Dia menutup sesi di posisi ke-25, dengan waktu terbaik 1 menit 35,405 detik, yang membuatnya harus memulai perjuangan di GP Prancis dari babak kualifikasi pertama.
Pembalap Honda Team Asia tersebut sempat mengalami peningkatan performa di menit-menit akhir sesi practice. Meski begitu, perbaikan itu tidak cukup signifikan untuk mengangkat posisinya ke dalam 14 besar. Tidak lama setelah mencatatkan lap terbaiknya, Mario mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan di kendaraannya. Akibatnya, dia tidak bisa kembali ke lintasan dan terpaksa mengakhiri sesi lebih cepat dari rencana awal. Kecelakaan ini menjadi penghalang utama bagi harapan Mario untuk memperbaiki hasilnya di hari pertama balapan.
Mario memang diharapkan menjadi salah satu pemenang dari momentum GP Prancis ini. Sebelumnya, ia mengalami kesulitan menemukan ritme yang optimal di empat putaran pertama musim 2026. Dalam balapan di Jerez, misalnya, ia gagal finis karena masalah teknis. Kondisi ini memicu kecemasan di dalam timnya, terutama setelah kualifikasi di Prancis menjadi salah satu langkah penting untuk bangkit. Kecelakaan hari ini berpotensi mengganggu rencana tim untuk mendukungnya mencapai posisi yang lebih baik di babak balapan nanti.
Sesi practice hari ini juga menunjukkan perbedaan performa antara pembalap senior dan pemula. Izan Guevara, yang menempati posisi teratas, tampil konsisten sejak FP1, dengan kecepatan yang tetap stabil hingga akhir sesi. Pemuncak waktu tersebut berhasil memperlihatkan dominasinya di sirkuit Bugatti, Le Mans, yang terkenal dengan permukaan lintasan yang cukup berat. Sementara itu, Celestino Vietti menempati posisi kedua, dengan catatan waktu hanya sedikit lebih lambat dari Izan. Ketiga pembalap ini terus memperlihatkan kompetitifnya dalam beberapa putaran sebelumnya, sementara Mario justru terjebak di luar zona yang ditetapkan.
Hasil ini memicu diskusi tentang kemampuan Mario dalam mengatasi tekanan kompetitif di sirkuit Prancis. Meski timnya telah melakukan persiapan yang matang, kecepatan tinggi dan strategi yang tepat masih jadi faktor kunci untuk mencapai target mereka. Sebelumnya, di FP1, Mario juga kesulitan mengadaptasi kondisi sirkuit, dengan waktu 1 menit 36,445 detik yang menggambarkan kesulitan di bagian awal sesi. Kali ini, meski dia sempat menunjukkan peningkatan di akhir latihan, kecelakaan yang terjadi membawa kembali kekhawatiran tentang konsistensinya.
Kecelakaan Mario tidak hanya mengurangi peluangnya untuk memperbaiki posisi di kualifikasi, tetapi juga memengaruhi persiapan tim untuk mengatur strategi balapan. Tekanan terhadap pembalap muda ini semakin meningkat karena keberhasilan balapan di GP Prancis bisa menjadi penentu untuk meningkatkan reputasinya di kelas Moto2. Di sisi lain, ada indikasi bahwa pembalap lain seperti Barry Baltus dan Ivan Ortola sudah menunjukkan persiapan yang matang. Baltus, yang menempati posisi ketiga, mengalami peningkatan konsistensi, sementara Ortola dan Alonso Lopez juga berada di area kompetitif.
Bukan hanya Mario yang merasakan tekanan di hari pertama GP Prancis, tetapi juga beberapa pembalap dari tim lain. Pemimpin waktu Izan Guevara, yang sebelumnya sempat bersaing ketat dengan Celestino Vietti, kali ini memperlihatkan dominasi yang lebih jelas. Meski demikian, Vietti tetap menjadi pesaing berat, dengan kemampuan untuk menyusul dalam beberapa lap terakhir sesi practice. Performa ini menunjukkan bahwa sirkuit Bugatti memiliki tantangan teknis yang tidak mudah, terutama untuk pembalap yang masih dalam proses penyesuaian.
Mario Suryo Aji pun kini harus memulai dari Q1, yang berarti ia akan menghadapi persaingan yang lebih ketat di babak tersebut. Meski begitu, keberhasilan di sesi kualifikasi pertama bisa menjadi langkah awal untuk menunjukkan kemampuannya dalam menghadapi situasi sulit. Pembalap ini memiliki harapan besar untuk menembus 14 besar dalam sesi Q2, terutama jika kondisi sirkuit menjadi lebih stabil dan dia bisa memperbaiki performa selama sesi latihan berikutnya. Namun, kecelakaan yang terjadi hari ini bisa menjadi pengingat penting tentang pentingnya kehati-hatian dalam balapan.
Di sisi lain, keberhasilan Mario di beberapa putaran sebelumnya menunjukkan bahwa ia masih memiliki potensi untuk bangkit. Dalam balapan di Jerez, meski gagal finis, dia mencatatkan waktu yang cukup kompetitif, yang menunjukkan bahwa masalah tidak selalu berasal dari kemampuan teknisnya, tetapi juga dari faktor-faktor eksternal seperti kondisi cuaca atau perlengkapan kendaraan. Kini, di Prancis, ia harus berusaha lebih keras untuk menemukan titik optimal dalam dua sesi latihan yang tersisa.
Sebagai pembalap muda yang berambisi, Mario Suryo Aji diharapkan menjadi bagian dari perubahan di kelas Moto2. Kinerjanya di sesi practice ini menunjukkan bahwa
