New Policy: Balita yang diculik pengasuh berhasil diselamatkan di Merak
Balita yang diculik pengasuh berhasil diselamatkan di Merak
New Policy – Di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Balitragam Banten berhasil menemukan balita berusia 17 bulan yang diculik oleh pengasuhnya sendiri. Balita tersebut asal Tulungagung, Jawa Timur, dan berhasil diselamatkan setelah petugas melakukan pencarian intensif selama lebih dari lima jam. Kapolres Serang, AKBP Andri Kurniawan, mengungkapkan bahwa pelaku, seorang perempuan berinisial GH (52), berhasil ditangkap saat sedang membawa korban menyeberang ke Provinsi Lampung.
Penyergapan bermula saat Satreskrim Polres Serang menerima laporan bahwa GH mengantar balita dengan menggunakan kendaraan umum. Tim Resmob Satreskrim Polres Serang langsung melakukan penyelidikan di kawasan Pelabuhan Merak setelah menerima kabar dari Polres Tulungagung. “Saat menerima informasi dari Polres Tulungagung, kami segera bergerak untuk menangkap pelaku sebelum ia membawa kabur korban,” jelas Andri.
Kronologi Penyergapan
Menurut Kapolres, operasi penyelidikan dimulai setelah pelaku GH berencana membawa balita ke kampung halamannya di Desa Yudha Karya Jitu, Kecamatan Rawa Jitu Selatan, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Petugas melakukan pengecekan terhadap seluruh bus yang berada di Terminal Terpadu Merak (TTM) hingga area dermaga. Proses ini dilakukan untuk memastikan GH tidak bisa melarikan diri dengan korban.
Setelah intensif menelusuri bus-bus yang akan berangkat ke Pelabuhan Bakauheni, petugas akhirnya menemukan GH di area Dermaga Eksekutif. Balita ditemukan duduk di sebelah pelaku dalam kondisi selamat. “Pencarian ini berlangsung kurang lebih enam jam, hingga akhirnya korban berhasil ditemukan,” tutur Andri.
Lokasi Penemuan
Pelaku GH, yang berusia 52 tahun, digiring petugas ke Mapolres Serang setelah ditemukan di area dermaga. Balita langsung diserahkan ke orang tuanya di lokasi tersebut. “Korban ditemukan dalam keadaan sehat dan telah dijemput oleh keluarganya pagi hari ini,” sambung Andri.
Dalam laporan yang diberikan, Kapolres Serang memaparkan bahwa GH menculik balita sejak beberapa hari sebelum kejadian. Ia menunggu kesempatan tepat saat korban sedang dalam perjalanan ke Lampung. “Dari informasi yang kami terima, GH berencana mengirimkan korban ke kampung halamannya,” jelas Andri.
Petugas Polres Serang melakukan penghadangan di Pelabuhan Merak sejak Rabu (6/5) pagi. Mereka mengamati pergerakan GH dan melacak keberadaannya selama lebih dari lima jam. “Kami menemukan GH saat sedang menunggu bus yang akan berangkat ke Lampung,” tambah Andri.
Proses Hukum
Kapolres Serang memastikan bahwa GH akan diberikan ke penyidik Polres Tulungagung, wilayah hukum tempat kejadian perkara (TKP). “Setelah korban ditemukan, kami langsung serahkan pelaku kepada penyidik setempat untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut,” pungkas Andri.
Korban, yang merupakan anak dari seorang ibu, telah dijemput oleh orang tuanya di Mapolres Serang. Kondisi balita terlihat baik dan sehat setelah diselamatkan. “Keluarga sangat berterima kasih kepada petugas yang berhasil menemukan korban,” kata Andri.
Pelaku GH diduga memotivasi penculikan karena masalah keluarga. Ia menyatakan niatnya membawa balita ke kampung halamannya untuk menghindari konflik di Jawa Timur. “GH mengatakan ia ingin menghindari tekanan dari keluarga korban di Tulungagung,” ujar Andri.
Pelaksanaan operasi penyergapan tersebut dilakukan secara cermat. Petugas memeriksa seluruh kendaraan umum di Terminal Terpadu Merak hingga ke area dermaga. “Kami melakukan pengawasan ketat agar pelaku tidak bisa menghilangkan jejak,” tambah Kapolres.
Pelaku GH berencana membawa balita ke Lampung melalui jalur laut. Namun, upaya ini berhasil digagalkan oleh petugas yang sigap. “Kami berhasil menghentikan rencana pelaku sebelum ia membawa korban ke destinasi yang ia tuju,” jelas Andri.
Kapolres Serang mengatakan bahwa penangkapan GH berlangsung lancar. Ia tidak menawar kepolisian hingga kejadian tersebut berhasil diatasi. “Pelaku tampak kooperatif saat ditangkap,” tutur Andri.
Di sisi lain, tim penyidik Polres Tulungagung sedang mengejar keterangan lebih lanjut dari pelaku. Mereka juga menginvestigasi alasan penculikan tersebut. “Kami masih memeriksa GH untuk mengetahui motifnya lebih jelas,” pungkas Kapolres.
Kapolres memastikan bahwa balita tidak mengalami kehilangan kondisi setelah diselamatkan. “Korban ditemukan dalam kondisi baik dan telah dijemput oleh orang tuanya,” lanjut Andri.
Menurut sumber di Polres Serang, operasi ini berjalan cepat karena adanya koordinasi antar tim penyidik. Petugas juga menerima bantuan dari masyarakat sekitar untuk mempercepat proses pencarian. “Bantuan dari warga sangat membantu,” kata Kapolres.
Kapolres Serang menegaskan bahwa penanganan kasus ini menjadi kebanggaan bagi kepolisian Banten. “Kami berharap kejadian serupa tidak terulang di masa depan,” pungkas Andri.
Di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, kepolisian Banten berhasil menemukan balita yang diculik oleh pengasuhnya sendiri. Proses pencarian ini mengambil waktu lebih dari lima jam hingga pelaku GH ditangkap. Balita yang selamat diberikan langsung ke orang tuanya, sementara GH diserahkan ke penyidik Polres Tulungagung untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Kapolres Serang menjelaskan bahwa GH berencana membawa balita ke Lampung dengan menggunakan bus. “Kami melakukan penghadangan di Terminal Terpadu Merak untuk memastikan pelaku tidak bisa kabur,” tambah Andri.
Proses penyelidikan terhadap GH dilakukan oleh Tim Resmob Satreskrim Polres Serang. Mereka mengecek setiap kemungkinan untuk mengungkap motif penculikan. “Kami terus mengumpulkan bukti untuk menegakkan hukum,” jelas Andri.
Kapolres Serang juga menyebutkan bahwa kepolisian akan terus memantau perkembangan kasus ini. “Kami berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih waspada,” pungkas Andri.
