Pecahkan rekor MURI – 12.971 pelajar Bali serentak yoga asana
Pecahkan Rekor MURI, 12.971 Pelajar Bali Serentak Yoga Asana
Pemecahan Rekor di Taman Kota Lumintang, Denpasar
Pecahkan rekor MURI – Di tengah upaya mendorong kesehatan mental dan fisik bagi generasi muda, ribuan pelajar Bali berhasil memecahkan rekor MURI pada Selasa, 6 Mei 2026. Acara yang berlangsung di Taman Kota Lumintang, Denpasar, ini menarik perhatian publik karena melibatkan sebanyak 12.971 siswa dari 238 sekolah di berbagai wilayah Bali. Mereka melakukan gerakan yoga asana secara serentak, menciptakan kekompakan dan semangat yang luar biasa.
Yoga asana, yang merupakan bagian dari praktik yoga dasar, menjadi pilihan utama dalam kegiatan ini. Gerakan yang melibatkan postur tubuh seperti *asana* yang umum dilakukan dalam yoga, seperti *Tadasana* (postur berdiri tegak) dan *Vrksasana* (postur pohon), dijalankan dengan sinkronisasi tinggi. Acara ini bukan hanya sekadar demonstrasi kebugaran, tetapi juga upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik sehari-hari dalam kehidupan seorang pelajar.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh sejumlah organisasi pendidikan dan komunitas yoga lokal ini bertujuan untuk menorehkan catatan sejarah baru di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Dengan partisipasi yang mencapai lebih dari 12 ribu pelajar, ini menjadi salah satu rekor yang paling banyak melibatkan peserta dalam kategori yoga. Taman Kota Lumintang dipilih sebagai lokasi utama karena menjadi ruang publik yang strategis untuk memudahkan akses sekaligus menarik minat masyarakat luas.
Proses Pemecahan Rekor yang Membanggakan
Proses persiapan untuk memecahkan rekor MURI ini memakan waktu cukup lama. Selama beberapa bulan sebelumnya, para pelajar diimbau untuk mengikuti pelatihan khusus yang dibimbing oleh instruktur yoga berpengalaman. Setiap sekolah menerima panduan tentang gerakan yang akan dilakukan serta pentingnya kebersamaan dan konsentrasi dalam mencapai tujuan pemecahan rekor.
Koordinator kegiatan, Nyoman Hendra Wibowo, mengungkapkan bahwa kesuksesan acara ini tidak terlepas dari kerja sama antara pihak sekolah, komunitas, dan pihak berwenang. “Kami berharap melalui kegiatan ini, pelajar dapat mengenal manfaat yoga secara lebih mendalam, sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat lain untuk ikut berpartisipasi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa rekor ini juga menjadi ajang memperkenalkan seni dan kebugaran yang bisa diterapkan dalam rutinitas harian.
Sebagai bagian dari pemecahan rekor, seluruh peserta diminta untuk menjaga konsistensi gerakan selama 15 menit tanpa henti. Upaya ini tidak hanya menguji ketahanan fisik, tetapi juga kekompakan tim dan ketepatan waktu. Selain itu, acara ini diiringi oleh musik yang cocok dengan aliran yoga, seperti lagu-lagu klasik dan meditatif, yang menambah suasana santai namun fokus bagi peserta.
Manfaat dan Dampak Pemecahan Rekor
Dalam dunia pendidikan, kegiatan ini dianggap sebagai langkah signifikan untuk mengintegrasikan seni dan olahraga ke dalam kurikulum. Nyoman Hendra Wibowo menjelaskan bahwa yoga tidak hanya membantu mengurangi stres akibat tuntutan belajar, tetapi juga meningkatkan kesehatan secara menyeluruh. “Mereka akan lebih sadar akan pernapasan yang baik, kekuatan otot, dan keseimbangan mental,” katanya.
Menurut data dari Kementerian Pendidikan, kegiatan fisik rutin seperti yoga semakin diminati oleh generasi muda Indonesia. Dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari 12 ribu, Bali berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional. Rekor ini juga menjadi momentum untuk menggali potensi budaya lokal dalam mendorong gaya hidup sehat.
Kegiatan tersebut juga berdampak pada lingkungan sekitar. Taman Kota Lumintang, yang biasanya menjadi tempat rekreasi, berubah menjadi pusat kegiatan kesehatan. Selain itu, warga sekitar berdatangan untuk menyaksikan dan ikut serta dalam sesi yoga yang diadakan secara terbuka. “Saya senang melihat anak-anak berlatih yoga secara bersamaan. Ini membuktikan bahwa kebugaran tidak selalu terkait dengan olahraga tradisional,” ujar seorang warga yang hadir, Ibu Kadek, 45 tahun.
Langkah Masa Depan dan Pencapaian
Rekor ini diharapkan menjadi awal dari serangkaian inisiatif yang lebih luas. Pihak penyelenggara menyatakan bahwa mereka sedang merencanakan program pelatihan yoga untuk guru dan orang tua sebagai bagian dari pendidikan holistik. “Kami ingin memastikan bahwa manfaat yoga bisa dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat,” tambah Nyoman.
Selain itu, MURI memberikan apresiasi terhadap usaha yang dilakukan oleh peserta dan penyelenggara. Pencapaian ini juga menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk meniru model serupa. “Ini membuktikan bahwa kota wisata seperti Bali bisa menjadi model kehidupan sehat yang inovatif,” kata Direktur MURI, yang tidak disebutkan nama lengkapnya, dalam wawancara terpisah.
Proses pemecahan rekor ini juga memberikan pelajaran penting tentang kolaborasi. Dari sekolah hingga komunitas, semua pihak berperan aktif dalam memastikan keberhasilan acara. Nyoman Hendra Wibowo mengakui bahwa keterlibatan orang tua dan pengurus sekolah menjadi kunci utama. “Kerja sama yang solid antara berbagai pihak membuat kegiatan ini bisa berjalan lancar,” katanya.
Bagi pelajar yang berpartisipasi, kegiatan ini menjadi pengalaman unik dan membanggakan. Banyak dari mereka mengatakan bahwa mereka lebih tertarik untuk mempraktikkan yoga di rumah setelah mengikuti acara ini. “Saya merasa lebih rileks setelah latihan ini. Kebiasaan baik ini akan saya bawa ke dalam kehidupan sehari-hari,” ujar siswa SMA Negeri 1 Denpasar, I Gede Raka, 16 tahun.
Rekor MURI yang berhasil dipecahkan ini tidak hanya menjadi penanda kemajuan pendidikan Bali, tetapi juga membuka peluang untuk promosi kota sebagai destinasi kebugaran dan kesehatan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mendorong peningkatan minat anak-anak terhadap olahraga yang bisa dilakukan di mana pun, baik di sekolah maupun di rumah. Dengan demikian, yoga tidak hanya menjadi aktivitas rutin, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan seorang pelajar yang sehat dan produktif.
ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/kye
