Solving Problems: KAI Commuter rekayasa jalur Tanah Abang–Rangkasbitung imbas genangan di Pondok Ranji
KAI Commuter rekayasa jalur Tanah Abang–Rangkasbitung imbas genangan di Pondok Ranji
Solving Problems – Jakarta – Perusahaan Kereta Api (KAI) Commuter terpaksa mengubah jadwal perjalanan kereta rel listrik (KRL) antara Tanah Abang dan Rangkasbitung karena genangan air yang terjadi di sekitar jalur Pondok Ranji-Kebayoran serta gangguan pada Listrik Aliran Atas (LAA) yang disebabkan percikan api di Jurangmangu-Pondok Ranji. Pernyataan ini disampaikan oleh Leza Arlan, Manager Public Relations KAI Commuter, di Jakarta, Senin (4/5).
“Ketinggian air yang masih menggenang di jalur tersebut membuat operasional Commuter Line tidak bisa dilanjutkan,” ujar Leza Arlan.
Dalam keterangan tertulis, Leza Arlan menjelaskan bahwa genangan air dan gangguan prasarana pada LAA memaksa KAI Commuter melakukan rekayasa pola perjalanan. Tindakan ini diambil untuk menjaga keselamatan penumpang dan mengurangi penundaan operasional. “Kami memutuskan mengubah rute operasional agar perjalanan tidak terganggu,” lanjutnya.
Rekayasa tersebut berdampak pada perjalanan kereta dari arah Rangkasbitung dan Parungpanjang. Kereta-kereta dari jalur tersebut hanya sampai di Stasiun Serpong, sementara kereta dari Tanah Abang hanya berhenti di Stasiun Kebayoran. “Kami berharap perbaikan bisa selesai secepat mungkin agar layanan kembali normal,” ujarnya.
Menurut Leza Arlan, genangan air di jalur Pondok Ranji-Kebayoran terus memengaruhi kondisi rel. “Ketinggian air masih melebihi batas aman, sehingga Commuter Line harus mengambil langkah pencegahan,” kata dia. Selain itu, gangguan pada LAA yang terjadi di Jurangmangu-Pondok Ranji juga menyebabkan keterlambatan. Insiden percikan api tersebut terjadi pada Senin sore (4/5) dan masih berdampak hingga malam hari.
Tim teknis dari KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta dan KAI Commuter tengah berupaya memperbaiki infrastruktur. “Petugas gabungan terus bekerja di lokasi untuk memulihkan perjalanan Kereta Api Commuter Line pada malam ini,” tambah Leza Arlan. Ia menegaskan bahwa pemadaman sementara pada jaringan LAA menjadi langkah sementara untuk menghindari risiko kecelakaan.
Kendala operasional memengaruhi layanan perjalanan
KAI Commuter menyatakan bahwa gangguan di jalur Rangkasbitung, khususnya sektor Pondokranji-Sudimara, menyebabkan perjalanan tidak bisa berjalan normal. “Pemadaman LAA ini berdampak pada seluruh rute Commuter Line yang melewati area tersebut,” jelas Leza Arlan. Menurutnya, selama pemadaman, penumpang harus menyesuaikan diri dengan perubahan jadwal dan rute.
Sejumlah stasiun menjadi titik pengumpulan penumpang terutama di Stasiun Tanah Abang. “Penumpukan terjadi karena pengguna memilih berhenti di stasiun terdekat sebagai alternatif,” katanya. Meski begitu, KAI Commuter berupaya meminimalkan kesulitan dengan memberikan informasi terkini melalui berbagai saluran.
Untuk memperoleh informasi terbaru mengenai operasional Kereta Api Commuter Line, penumpang bisa mengakses aplikasi C-Access, akun media sosial resmi @commuterline, atau melalui call center 121. “Kami menyediakan update secara real-time agar pengguna bisa mengantisipasi perubahan,” kata Leza Arlan. Pihaknya juga mengimbau seluruh penumpang untuk mengikuti petunjuk dari petugas di stasiun.
Langkah kesiapan menghadapi situasi darurat
Leza Arlan menambahkan bahwa rencana pemadaman sementara jaringan LAA dijalankan sejak pukul 16.30 WIB. “Kami memutus aliran LAA agar kereta tidak terkena dampak langsung dari percikan api,” jelasnya. Langkah ini menjadi solusi sementara untuk menghindari risiko terhadap penumpang dan sistem operasional.
Adanya perubahan rute memaksa penumpang mengatur ulang perjalanan mereka. Beberapa pengguna menyebutkan bahwa mereka terpaksa menunda atau mengubah rencana keberangkatan. “Saya terlambat karena kereta hanya sampai di Kebayoran,” kata seorang penumpang di Stasiun Tanah Abang. Meski situasi belum pulih, pihak KAI Commuter memastikan bahwa upaya pemulihan sedang berlangsung secara intens.
KAI Commuter juga menjelaskan bahwa rute yang terkena dampak adalah jalur green line, yang merupakan bagian dari relasi Tanah Abang–Rangkasbitung. “Kendala pada LAA membuat Kereta Api Commuter Line tidak bisa melewati titik-titik tertentu,” ujarnya. Dengan demikian, penumpang yang biasanya mengakses jalur ini harus menggunakan alternatif lain, seperti transportasi umum atau kendaraan pribadi.
Menurut informasi dari stasiun, genangan air di jalur Pondok Ranji-Kebayoran disebabkan oleh hujan deras yang terjadi beberapa hari sebelumnya. “Cuaca lembap menyebabkan air meluap ke rel,” kata petugas di Stasiun Serpong. Sementara itu, percikan api di Jurangmangu-Pondok Ranji diduga terjadi karena kelembapan yang memicu korsleting pada jaringan listrik. “Pemadaman sementara merupakan langkah preventif,” jelas Leza Arlan.
Perubahan rute juga berdampak pada jam operasional. “Kereta dari arah Rangkasbitung hanya beroperasi hingga Serpong, sedangkan dari Tanah Abang hingga Kebayoran,” terang Leza Arlan. Ia menegaskan bahwa KAI Commuter tetap berkomitmen untuk mempercepat pemulihan layanan. “Kami mengirimkan tim penyelamat ke lokasi untuk meninjau langsung kondisi rel dan jaringan listrik,” tambahnya.
Sementara itu, pengguna layanan dihimbau untuk bersabar dan mengikuti arahan petugas. “Semua penumpang harus mengawasi informasi terkini agar tidak terjadi kebingungan di stasiun,” kata Leza Arlan. Pihaknya juga berharap situasi bisa stabil dalam beberapa jam ke depan. “Kami akan terus memberikan pembaruan hingga semua layanan kembali normal,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, KAI Commuter mengirimkan sejumlah tim teknis ke seluruh sepanjang jalur. “Selain memperbaiki LAA, kami juga menge
