Important Visit: Wamensos: Garuda Baru bukti anak kelompok rentan punya prestasi

89b9a643 ebe6 4c76 8d4b ccb4c60cb6ea 0

Wamensos: Garuda Baru bukti anak kelompok rentan punya prestasi

Important Visit – Dari Jakarta, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengungkapkan bahwa partisipasi tim Garuda Baru dalam Street Child World Cup (SCWC) di Meksiko menunjukkan bahwa anak-anak dari kelompok rentan memiliki kemampuan luar biasa jika diberikan peluang yang tepat. Ia menekankan bahwa keberangkatan kontingen ini menjadi bukti konkret bagaimana anak-anak yang hidup dalam kondisi kesulitan bisa menunjukkan bakat dan mencapai prestasi yang mengagumkan.

Kontingen Garuda Baru yang diterjunkan ke ajang internasional ini terdiri dari anak-anak binaan yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk anak jalanan dan anak dari keluarga yang berada di Desil 1-2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Mereka telah menjalani proses pelatihan intensif di PPOP Ragunan, Jakarta Selatan, sebagai upaya membangun disiplin, kepercayaan diri, dan karakter yang kuat. Program ini dirancang untuk membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah melalui olahraga sepak bola jalanan, yang menjadi sarana utama pengembangan potensi mereka.

Dalam upacara pelepasan, Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa kehadiran pemerintah dalam acara ini adalah bentuk dukungan nyata terhadap pemberdayaan anak-anak yang rentan. Ia menyampaikan bahwa anak-anak yang dulu dianggap tidak memiliki harapan, kini bisa menunjukkan kemampuan mereka dalam lingkungan yang lebih baik. “Kontingen ini tidak hanya mewakili Indonesia, tapi juga menjadi contoh bagaimana dukungan dari berbagai pihak dapat mengubah nasib mereka,” ujarnya.

“Ini adalah langkah awal yang diimpikan banyak anak-anak di Indonesia. Tidak semua mendapat kesempatan seperti ini, jadi manfaatkan sebaik-baiknya dan lakukan yang terbaik,” kata Yuni Shara, Ketua Pembina Trans Energy Muda, saat memberikan motivasi kepada para pemain.

Yuni Shara, yang turut hadir dalam pelepasan, menambahkan bahwa mewakili negara di panggung internasional adalah pengalaman yang luar biasa bagi anak-anak yang selama ini terbatas dalam lingkungan sehari-hari. Ia berharap para pemain dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan keberanian dan kemampuan mereka, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda lain yang mungkin masih merasa terpinggirkan.

Sementara itu, Jakarta Selatan menjadi tempat pelatihan utama bagi anak-anak yang tergabung dalam Garuda Baru. Di sini, mereka dibina melalui berbagai program yang fokus pada penguatan mental dan fisik, sekaligus mengajarkan nilai-nilai sosial yang penting. Sepak bola jalanan bukan hanya aktivitas rekreasi, tapi juga sarana untuk membentuk karakter dan membangun kepercayaan diri. Program PPOP Ragunan, yang menjadi penopang utama, menggabungkan pendekatan olahraga dan pendidikan untuk menciptakan perubahan positif dalam hidup anak-anak yang terlantar.

Street Child World Cup di Meksiko sendiri dianggap sebagai platform yang lebih dari sekadar pertandingan. Selain memperlihatkan kemampuan anak-anak dalam olahraga, ajang ini menjadi ruang untuk menyuarakan hak anak di seluruh dunia. Anak-anak dari berbagai negara berkumpul untuk memperkuat persahabatan antarnegara dan menunjukkan bahwa mereka layak mendapat perhatian serta dukungan dari masyarakat global. Agus Jabo Priyono mengatakan bahwa partisipasi Indonesia dalam kegiatan ini adalah bentuk keberanian dalam memperkenalkan isu-isu sosial yang relevan.

Tim Garuda Baru juga memiliki tugas tambahan untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia. Selama berada di Meksiko, mereka akan melibatkan diri dalam kegiatan pertukaran budaya, yang diharapkan bisa membangun kesadaran global tentang keunikan dan keberagaman bangsa Indonesia. “Kita ingin menunjukkan bahwa anak-anak dari kelompok rentan bukan hanya mampu berprestasi dalam olahraga, tetapi juga bisa menjadi duta budaya dan perubahan sosial,” jelas Agus.

Menurut Agus, keberhasilan Garuda Baru di ajang SCWC menjadi momentum penting untuk menginspirasi jutaan anak-anak Indonesia. Ia berharap anak-anak yang terlantar atau hidup dalam kondisi sosial ekonomi yang memprihatinkan dapat melihat bahwa peluang masih ada, asalkan diberikan dengan dukungan yang konsisten. “Mereka perlu tahu bahwa jalan menuju kesuksesan tidak selalu mulus, tapi selalu terbuka jika ada orang yang membimbing dan mempercayai mereka,” tambahnya.

Kehadiran para pembina dan pihak terkait seperti Deputi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Rr. Endah Sri Rejeki, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Zuhut Panagraha, serta Direktur Utama SMESCO Indonesia Doddy Matondang menunjukkan komitmen yang tinggi dari berbagai institusi untuk mendorong pengembangan anak-anak kelompok rentan. Mereka menganggap partisipasi Garuda Baru sebagai langkah strategis dalam memperkuat program-program pemberdayaan yang telah dijalankan selama beberapa tahun terakhir.

Kontingen Garuda Baru diharapkan menjadi contoh nyata bahwa anak-anak yang hidup di lingkungan sulit bisa menembus hambatan dan menunjukkan prestasi luar biasa. Ajang SCWC, yang diadakan setiap dua tahun sekali, memberikan kesempatan bagi anak-anak dari berbagai belahan dunia untuk mengeksplorasi bakat mereka, sekaligus membangun jaringan sosial yang bisa mendukung mereka di masa depan. Dengan partisipasi Indonesia, para anak jalanan dan anak dari keluarga prasejahtera Desil 1-2 akan memiliki panggung internasional yang bisa menjadi pintu masuk untuk perubahan yang lebih besar.

Dalam pidato akhirnya, Agus Jabo Priyono menyampaikan bahwa keberhasilan Garuda Baru tidak hanya tergantung pada prestasi di lapangan, tetapi juga pada proses pembinaan yang berkelanjutan. “Anak-anak ini butuh keberlanjutan, jadi kita harus terus mendukung mereka setelah kejuaraan berakhir,” ujarnya. Hal ini menegaskan bahwa partisipasi dalam kegiatan sekaliber SCWC hanyalah awal dari perjalanan panjang menuju keberhasilan yang lebih mapan.

Kontingen Garuda Baru akan berangkat ke Meksiko dengan semangat yang tinggi, mengingat perjalanan mereka telah melewati berbagai tantangan. Dukungan dari pemerintah, organisasi, serta masyarakat sekitar menjadi fondasi penting bagi keberhasilan mereka. Dengan berbagai latihan dan pelatihan yang telah dijalani, mereka siap menunjukkan bahwa anak-anak dari kelompok rentan tidak kalah dalam kemampuan dan semangat. “Ini adalah bukti bahwa usaha yang konsisten bisa menghasilkan hasil yang mengesankan,” tutup Agus Jabo Priyono.