Historic Moment: Kemenhaj laporkan seorang calon haji asal Embarkasi Padang wafat

IMG 8993

Kemenhaj Sumbar Laporkan Kematian Calon Haji Asal Bengkulu di Madinah

Historic Moment – Kota Padang, Sumatera Barat—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) secara resmi mengumumkan kejadian wafatnya seorang calon haji yang berangkat dari Embarkasi Padang. Pria berusia 54 tahun tersebut, yang berasal dari Kota Bengkulu, meninggal dunia di Madinah, Arab Saudi, pada Rabu (29/4/2026). Peristiwa ini menimbulkan duka yang dalam di antara jamaah calon haji yang sedang melakukan ibadah.

Detail Kematian dan Perjalanan Ibadah

Dalam pernyataannya, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang, M. Rifki, menyampaikan bahwa wafatnya calon haji ini menjadi kabar yang mengejutkan bagi para pengurus dan peserta keberangkatan. “Berita duka datang dari kelompok jamaah calon haji Embarkasi Padang. Seorang jamaah yang berasal dari Kota Bengkulu, tergabung dalam kelompok terbang PDG 04, meninggal dunia di Madinah,” ujarnya. Menurut Rifki, peristiwa ini terjadi setelah calon haji tersebut menyelesaikan ibadah selama beberapa hari di Tanah Suci.

“Almarhum telah dishalatkan dan langsung dimakamkan di Pemakaman Baqi Madinah,” tambah Rifki. Ia juga menegaskan bahwa petugas kloter serta tim medis di sana telah berusaha memperbaiki kondisi yang bersangkutan sejak ditemukan tidak sadarkan diri.

Peserta keberangkatan ini, Tukiman Sadi Kromo Karso, meninggal pada pukul 07.15 Waktu Arab Saudi. Sebelumnya, ia dikenal memiliki riwayat penyakit jantung yang memengaruhi kesehatannya selama masa perjalanan. Meski kondisi fisiknya dinilai stabil saat keberangkatan dari Padang pada Senin 27 April 2026, almarhum tetap dipantau secara intensif oleh petugas kesehatan.

Proses Penanganan dan Penyebab Meninggal

Dalam proses pemulasaraan jenazah, Kemenhaj Sumbar mengungkapkan bahwa Tukiman meninggal akibat serangan jantung (acute myocardial infarction) yang dipicu oleh penyumbatan pada pembuluh darah koroner. “Kloter telah berkoordinasi dengan pihak medis untuk menangani kondisi almarhum,” jelas Rifki. Petugas medis setempat segera memberikan pertolongan pertama setelah menemukan almarhum dalam kondisi kritis di pelataran Masjid Nabawi.

“Almarhum kemudian dilarikan ke RS As Salam Madinah untuk prosedur medis lebih lanjut. Namun, meski mendapatkan penanganan segera, nyawa Tukiman tidak dapat tertolong,” imbuhnya. Rifki juga menyebutkan bahwa almarhum sempat melaksanakan shalat di Masjid Nabawi sebelum kembali ke hotel untuk beristirahat.

Kloter yang menaungi almarhum selama perjalanan ibadah memastikan bahwa kondisi Tukiman diawasi ketat sejak tiba di Madinah. Meski demikian, kejadian ini menunjukkan bahwa risiko kesehatan tetap mengintai jamaah yang melakukan ibadah haji, terlepas dari persiapan yang telah dilakukan. “Calon haji yang berangkat dari Embarkasi Padang memiliki riwayat penyakit jantung, sehingga dikelompokkan sebagai risiko tinggi sebelum keberangkatan,” tambah Rifki.

Koordinasi dan Persiapan Sebelum Keberangkatan

Rifki menjelaskan bahwa sebelum memulai perjalanan ke Tanah Suci, calon haji Tukiman telah menjalani pemeriksaan medis dan kriteria kesehatan yang ketat. “Kondisi almarhum pada hari keberangkatan dianggap sehat dan stabil,” katanya. Namun, riwayat penyakit jantung yang ia miliki menjadi faktor penting dalam pengelolaan keberangkatan.

“Selama berada di Madinah, almarhum menjalani ibadah dengan baik. Namun, pada Rabu (29/4/2026) pagi, ia ditemukan tidak sadarkan diri di Masjid Nabawi. Petugas kloter dan tim medis langsung bergerak untuk menstabilkan kondisi, tetapi nyawanya tidak dapat dipulihkan,” lanjut Rifki.

Kemenhaj Sumbar mengingatkan bahwa kejadian ini menjadi peringatan bagi jamaah lainnya untuk tetap waspada terhadap kondisi kesehatan selama berada di Tanah Suci. “Petugas telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk proses pemulasaraan jenazah, termasuk pengaturan tempat pemakaman dan pengaturan jadwal ibadah,” kata Rifki. Proses pemakaman almarhum di Pemakaman Baqi Madinah dilakukan dengan cepat, sesuai protokol yang berlaku.

Imbauan untuk Jamaah Calon Haji

Dalam upaya mencegah terjadinya kejadian serupa, Rifki memberikan panduan kepada jamaah lainnya untuk menjaga kesehatan secara optimal. “Kepada seluruh jamaah, dianjurkan untuk mengatur aktivitas ibadah dan mengurangi kegiatan di luar yang tidak mendesak,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya mengikuti arahan petugas kesehatan agar kondisi fisik tetap terjaga.

“Jaga makanan, istirahat yang cukup, dan hindari kelelahan berlebihan selama berada di Tanah Suci. Jika ada gejala kesehatan, segera laporkan kepada petugas untuk penanganan lebih lanjut,” tutur Rifki. Ia menambahkan bahwa Kemenhaj telah menyiapkan tim medis yang siaga untuk memberikan bantuan darurat kapan saja.

Kejadian wafatnya Tukiman Sadi Kromo Karso menjadi sorotan publik karena terjadi di tengah ibadah haji yang biasanya dianggap sebagai momen spiritual yang penuh makna. Meski begitu, peristiwa ini tidak menggangu kelancaran ibadah lainnya. “Petugas tetap fokus pada kebutuhan jamaah yang masih hidup, sementara proses pemulasaraan jenazah berjalan sesuai ketentuan,” jelas Rifki.

Kementerian Haji dan Umrah Sumbar menegaskan bahwa penyebab kematian almarhum bersifat alami, tidak disebabkan oleh kecelakaan atau faktor lain. “Serangan jantung yang terjadi pada almarhum merupakan kondisi yang mungkin terjadi meski telah dilakukan screening medis sebelum keberangkatan,” kata Rifki. Ia juga menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap kelompok terbang yang terlibat untuk memastikan semua persiapan kesehatan telah memadai.

Dalam rangka menjaga kualitas ibadah haji, Kemenhaj Sumbar menekankan pentingnya komunikasi terus-menerus antara jamaah, petugas, dan pihak kesehatan. “Koordinasi ini menjadi kunci untuk menangani segala kemungkinan yang muncul selama perjalanan,” ujar Rifki. Ia berharap kejadian yang terjadi bisa menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan sistem penyelenggaraan haji di masa depan.

Keluarga almarhum, yang berasal dari Kota