Special Plan: Kadek belum bisa sumbang poin, Indonesia sementara ditahan Denmark 1-1
Kadek belum bisa sumbang poin, Indonesia sementara ditahan Denmark 1-1
Special Plan – Di Jakarta, pebulutangkis Indonesia Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi kalah dari pemain tunggal Denmark Line Hojmark Kjaersfeldt dalam dua gim langsung, 15-21 dan 16-21, pada babak perempat final Piala Uber 2026 yang berlangsung di Forum Horsens, Horsens, Jumat dini hari WIB. Kekalahan ini membuat tim Uber Indonesia sementara bertahan imbang dengan Denmark dalam skor 1-1. Sebelumnya, Indonesia telah meraih kemenangan atas Taipei dalam pertandingan sebelumnya, yang menjadi poin penting sebelum pertemuan dengan Denmark.
Pertandingan memanas, Line dominan di gim pertama
Pada gim pertama, Line Hojmark Kjaersfeldt langsung menguasai permainan, unggul 4 poin dengan skor 7-3, memberi tekanan besar kepada Kadek. Meski Kadek berusaha meningkatkan intensitas serangannya dan mengubah pola permainan, upayanya tidak cukup efektif untuk mengurangi selisih poin yang semakin melebar. Line terus mengontrol ritme pertandingan, dan Kadek tertinggal 10-17. Pemain Denmark akhirnya menutup gim pertama dengan kemenangan 21-15, mengunci dominasinya sejak awal pertandingan.
Sebagai respons, Kadek berupaya mengubah strategi di gim kedua. Ia mengambil langkah berbeda, mencoba mengimbangi agresivitas Line dengan pola serangan yang lebih dinamis. Hasilnya, Kadek mampu mencetak empat poin beruntun, membuat skor mencapai 8-7. Namun, permainan Line kembali menunjukkan keunggulan, terutama di pertengahan set ketika ia memperlihatkan ketajaman yang luar biasa. Line mencetak enam poin berturut-turut, membalikkan skor menjadi 14-9, sebelum menutup gim kedua dengan kemenangan 21-16. Kadek gagal mempertahankan momentum yang tercipta di gim kedua, dengan kekalahannya kembali menjadi momen penting dalam pertandingan.
Evaluasi Kadek: Strategi tidak sesuai dengan kondisi lawan
“Kemarin saat melawan Taipei itu, saya bisa mengubah pola dari cepat menjadi lambat dan itu cukup berhasil. Tapi hari ini berbeda, di gim pertama saya coba bermain cepat tapi dia memang jangkauannya panjang dan tipe mainnya juga cepat banget,” ujar Kadek dikutip PBSI.
Kadek mengakui bahwa strategi yang diterapkan dalam pertandingan hari ini tidak sesuai dengan tipe permainan Line Hojmark Kjaersfeldt. Menurutnya, Line memiliki kecepatan yang luar biasa dan kemampuan mengontrol bola secara efektif. “Jadi ketika saya coba melambatkan, main lob dia terus memaksa untuk smash menyerang. Selain itu, saya juga selalu ketinggalan langkah. Hal itu berlanjut terus sampai gim kedua,” imbuhnya.
Kekalahan Kadek dalam pertandingan melawan Denmark menjadi sorotan penting bagi tim Indonesia. Sebagai pemain tunggal, Kadek bertanggung jawab besar untuk membawa poin ke gawang, namun hasil yang diraih pada hari ini menunjukkan bahwa penyesuaian strategi terhadap lawan harus lebih tepat. Meski demikian, Kadek masih menunjukkan kemampuan untuk memperlihatkan permainan yang kompetitif, terutama di gim kedua.
Pertandingan sebelumnya: Kusuma Wardani menghancurkan lawan
Sebelum bertemu Denmark, Indonesia sukses meraih kemenangan melalui permainan kapten tim, Putri Kusuma Wardani. Pemain yang dianggap sebagai andalan tim ini mampu menghajar Line Christophersen dalam dua gim langsung, memberi semangat baru bagi skuad Indonesia sebelum menghadapi tim tuan rumah. Namun, pertandingan melawan Line Hojmark Kjaersfeldt menunjukkan bahwa tantangan dari Denmark tidak mudah untuk dikalahkan.
Dalam persiapan menghadapi Denmark, Kadek dan tim Indonesia melakukan analisis mendalam terhadap karakteristik pemain lawan. Line Hojmark Kjaersfeldt dikenal sebagai salah satu pemain terbaik di kualifikasi, dengan kemampuan mengatur ritme dan ketahanan mental yang tinggi. Kadek menyadari bahwa untuk menang, tim harus lebih konsisten dalam mengontrol permainan, baik dalam gim pertama maupun kedua.
Kemungkinan langkah untuk memperbaiki performa
Kadek menyatakan bahwa kekalahan dalam pertandingan melawan Denmark menjadi bahan evaluasi penting bagi tim. Ia berharap untuk bisa menyesuaikan strategi dalam pertandingan berikutnya, terutama menghadapi lawan dengan gaya permainan yang berbeda. “Kami perlu lebih siap dalam menghadapi variasi teknik dan pola permainan Denmark. Ini menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan kinerja di babak setelahnya,” tambahnya.
Sementara itu, tim Denmark juga menunjukkan dominasi yang mengesankan. Line Hojmark Kjaersfeldt tidak hanya menunjukkan ketajaman teknik, tetapi juga kemampuan mental yang matang. Ia mampu mempertahankan fokus sepanjang pertandingan, bahkan saat Kadek berusaha mengubah alur permainan. Keberhasilan Line di dua gim langsung menunjukkan bahwa Denmark memiliki persiapan yang matang untuk menghadapi Indonesia di babak perempat final.
Kekalahan ini memberi tekanan tambahan pada tim Indonesia. Dengan skor sementara 1-1, mereka harus lebih waspada dalam pertandingan berikutnya. Kadek menegaskan bahwa permainannya tidak sepenuhnya sempurna, namun ia yakin bahwa tim bisa memperbaiki kekurangan tersebut. “Kami tidak menyerah. Ini hanya bagian dari perjalanan, dan kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik di setiap pertandingan,” pungkasnya.
Kontribusi lain dalam laga ini
Selain Kadek, tim Indonesia juga menunjukkan upaya maksimal dalam pertandingan melawan Denmark. Meski gagal mendapatkan poin di gim pertama, permainan para pemain lain memberikan dukungan yang signifikan. Permainan konsisten di babak kedua menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya mengandalkan Kadek, tetapi juga memiliki keseluruhan tim yang siap berjuang. Hal ini menjadi harapan besar bagi tim untuk bisa mencapai babak semifinal.
Dengan hasil sementara
