Special Plan: Anggota DPD dukung Bapanas perkuat intervensi harga pangan masyarakat

194E17FA 03BC 4DEE 8BA4 D27BA2887F8A

Special Plan: DPD Dukung Bapanas Perkuat Intervensi Harga Pangan

Special Plan – Program Special Plan menjadi fokus utama dalam upaya memperkuat intervensi harga pangan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk masyarakat. Dua anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Achmad Azran dan Alfiansyah Bustami, yang dikenal sebagai Komeng, memberikan dukungan penuh terhadap langkah Bapanas dalam memastikan akses pangan yang aman dan terjangkau. Azran menekankan pentingnya sinergi antara Bapanas dan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan solusi efektif. “Special Plan ini menjadi alat penting bagi Pak Prabowo untuk memberikan manfaat maksimal kepada rakyat,” ujarnya dalam pernyataan di Jakarta, Kamis.

Koordinasi untuk Optimalisasi Program

Kunjungan Azran dan Alfiansyah Bustami ke kantor Bapanas bertujuan memperkuat kolaborasi dalam mengawasi program intervensi harga pangan. Senator Komite I DPD RI menilai kehadiran lembaga tersebut membantu menyelaraskan langkah-langkah yang telah diambil. “Special Plan ini bisa jadi wadah untuk menyamakan visi antara Bapanas dan DPD dalam mendorong keberlanjutan program,” tambah Azran.

Sementara itu, Alfiansyah Bustami mengingatkan bahwa masalah pangan merupakan isu prioritas nasional. “Special Plan harus menjadi jawaban yang komprehensif untuk kebutuhan masyarakat, terutama di daerah rentan,” tegasnya. Ia menegaskan perlunya koordinasi lintas sektor agar kebijakan tidak terganggu.

Program Bantuan Pangan Mencapai 33,2 Juta Keluarga

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyambut baik dukungan DPD RI terhadap Special Plan. Menurutnya, sinergi ini membantu distribusi bantuan pangan menjadi lebih efisien. “Program bantuan pangan telah menjangkau 33,2 juta keluarga, dan Special Plan akan memastikan distribusi ini terus berjalan optimal,” katanya.

Bapanas telah menyalurkan beras dan minyak goreng ke 38 provinsi. Sampai 29 April, beras terdistribusi sebanyak 166,2 juta kilogram, sedangkan minyak goreng mencapai 33,2 juta liter. “Penyaluran akan diperpanjang hingga 31 Mei untuk memastikan masyarakat tetap terlayani,” jelas Ketut. Ia juga menyebutkan bahwa kemasan bantuan perlu diperbaiki agar lebih sesuai kebutuhan.

Gerakan Pangan Murah Diharapkan Lebih Masif

Terlepas dari program bantuan pangan, Ketut menawarkan kerja sama dalam memperluas Gerakan Pangan Murah (GPM). “Special Plan bisa menjadi peluang untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dengan harga yang lebih wajar,” ujarnya.

Menurutnya, GPM tidak hanya fokus pada harga, tetapi juga ketersediaan pangan. “Kami akan turunkan tim ke tingkat kelurahan dan kecamatan untuk memastikan manfaat langsung dirasakan warga,” imbuh Ketut. Ia menekankan bahwa distribusi bisa disesuaikan dengan kebutuhan wilayah agar lebih merata.

SPHP Jagung Pakan Dukung Peternak

Dalam rangka melengkapi Special Plan, Bapanas mengusulkan pendampingan pelaksanaan Program Subsidi Harga Pangan (SPHP) jagung pakan. Program ini akan dimulai dalam waktu dekat, dengan target mencakup 5.000 peternak skala mikro, kecil, dan menengah di 26 provinsi. Total unggas yang didukung mencapai 53 juta ekor.

“Kami estimasi akan menyalurkan 213.100 ton jagung melalui koperasi atau asosiasi,” kata Ketut. Penyaluran dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 3540/KPTS/HK.150/F/03/2026. Ia berharap kebijakan ini meringankan beban peternak akibat fluktuasi harga jagung.

DPD RI Siap Jadi Mitra Strategis

Ketut menegaskan bahwa DPD RI bisa menjadi mitra strategis dalam mengawasi Special Plan. “Kerja sama ini penting agar intervensi harga pangan tetap stabil dan mencapai sasaran,” ujarnya.

Azran menambahkan, Special Plan harus menjadi fokus utama pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. “Kami harap Bapanas terus berperan sebagai pilar utama dalam program ini,” imbuhnya. Ia juga menyebutkan bahwa evaluasi akan dilakukan untuk mengecek progres hingga saat ini.

Progres dan Tantangan dalam Special Plan

Bapanas mencatat penyaluran bantuan pangan telah mencapai 8,3 juta keluarga per 29 April, meski masih ada ruang untuk meningkatkan cakupan. “Special Plan akan menjadi alat untuk terus memperluas manfaat,” jelas Ketut.

Dalam perjalanan ini, Bapanas menghadapi tantangan terkait kemasan bantuan. Ketut menyatakan bahwa jika Bulog mengalami kesulitan, bisa menggunakan opsi lain selama tetap menambahkan identitas program. “Ini adalah solusi sementara, tetapi kami tetap ingin mengoptimalkan standar kemasan sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. Dengan dukungan DPD RI, harapan masyarakat bisa terus terpenuhi melalui Special Plan yang terus dikembangkan.