Kebijakan Baru: Wamendagri nilai “Kampung Bahagia” di Jambi bisa percontohan nasional

330743

Wamendagri nilai “Kampung Bahagia” di Jambi bisa menjadi contoh nasional

Kota Jambi, Rabu

Kota Jambi menjadi sorotan dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto. Ia menilai inisiatif Kampung Bahagia di wilayah tersebut memiliki potensi untuk menjadi model nasional. “Jika berhasil, program ini bisa menjadi contoh yang diikuti, tidak hanya di Jambi tapi juga di rukun tetangga lain di seluruh Indonesia,” ujar Bima saat mengunjungi RT 14, Kelurahan Kenali Asam, Kecamatan Kota Baru.

Bima menekankan bahwa Kampung Bahagia bukan hanya tentang pengaturan fisik, melainkan alat kuat untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Ia juga menyoroti pentingnya transparansi anggaran, dengan standar pengelolaan keuangan yang sama dan dimensi jangka panjang. “Ini sekaligus memberikan pesan kuat soal nilai gotong royong,” tambahnya.

“Program harus terus didampingi dan diawasi selama berjalan, dengan melibatkan seluruh dinas terkait untuk memastikan jalannya efektif,” kata Bima. Ia yakin sistem pembinaan yang matang serta kerja sama antardinas akan menghasilkan dampak nyata, seperti mempercantik wajah kota dan meningkatkan kualitas hidup serta kemandirian ekonomi masyarakat Jambi secara berkelanjutan.

Ketua Forum RT Kota Jambi, Suparyono, menjelaskan bahwa Kampung Bahagia memberikan keuntungan besar bagi warga. “Keberadaan program ini meningkatkan rasa aman dan nyaman di lingkungan rukun tetangga,” ujarnya. Ia menambahkan, upaya membangun tempat tinggal yang lebih nyaman dilakukan secara mandiri oleh masyarakat, yang membentuk kepemilikan bersama.

Dana sebesar Rp100 juta per RT disuntikkan langsung oleh Pemkot Jambi. Dana tersebut digunakan untuk perbaikan jalan, drainase, dan penerangan. “Kita pasang kamera pengawas di semua sudut strategis, serta rutin lakukan kegiatan jaga malam untuk memperkuat kebersamaan,” terang Suparyono. Ia optimis bahwa hasil yang muncul dari program ini akan mendatangkan penghargaan dari pemerintah pusat dan masyarakat.

Pak Wali Kota Jambi Maulana, yang akan memimpin program tersebut, diberi tantangan untuk mengevaluasi dampaknya dalam setahun. “Kita lihat dulu perubahan angka sebelum dan sesudahnya, lalu baru beri reward,” jelas Bima. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan Kampung Bahagia tidak hanya sebagai proyek fisik, tetapi juga mendorong perubahan positif berkelanjutan.