Kebijakan Baru: Didominasi anak dan lansia, Sudinkes Jaksel tangani 8.600 kasus ISPA
Didominasi Anak dan Lansia, Sudinkes Jaksel Tangani 8.600 Kasus ISPA
Jakarta Selatan menjadi salah satu wilayah yang menangani total 8.600 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode 2025. Menurut Evelyne Hotma Fransisca, Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Kota Administrasi Jakarta Selatan, sebagian besar pasien berasal dari kelompok usia anak-anak dan lansia.
“Kasus ISPA di Jakarta Selatan mencapai lebih dari 8.600 pada 2025, dengan pasien anak serta lansia sebagai yang paling banyak terdampak,” ujarnya saat memberikan edukasi tentang ISPA di Kantor Kecamatan Pancoran, Jakarta, Rabu.
Menurut Evelyne, ISPA menyerang saluran pernapasan dan bisa dicegah jika pola hidup sehat diterapkan secara konsisten di lingkungan rumah tangga. Anak-anak dan lansia rentan lebih tinggi karena sistem kekebalan tubuh yang kurang optimal.
Sudinkes Jakarta Selatan juga mendorong partisipasi masyarakat dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Kegiatan ini dimulai dari individu, keluarga, hingga komunitas sekitar. Tujuannya adalah memperkuat peran kader kesehatan dalam menyebarkan pengetahuan tentang gejala, risiko, dan cara mencegah ISPA.
Rudy Cahyadi, Wakil Camat Pancoran, menyoroti tantangan dalam penurunan angka ISPA di wilayahnya. Pada awal tahun 2026, jumlah pasien meningkat hingga mencapai sekitar 1.000 kasus, namun mulai menunjukkan penurunan pada bulan Maret.
“Kami berharap kerja sama antarlembaga bisa terus ditingkatkan, agar upaya pengendalian ISPA lebih efektif,” kata Rudy.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat 2,5 juta kasus ISPA sepanjang Januari hingga November 2025. Dengan sosialisasi di 10 kecamatan, Sudinkes berupaya memperluas cakupan edukasi kesehatan masyarakat.
