Kebijakan Baru: AS ancam sanksi sekunder bagi pendukung Iran
AS Ancam Sanksi Sekunder Bagi Pendukung Iran
Washington – Departemen Keuangan Amerika Serikat, Selasa, mengumumkan peringatan serius kepada seluruh lembaga keuangan global bahwa pihaknya siap mengenakan sanksi sekunder terhadap entitas yang terus mendukung kegiatan Iran. Pernyataan ini dikeluarkan saat perundingan langsung antara AS dan Iran masih berlangsung tanpa hasil yang jelas.
“Lembaga keuangan harus memahami bahwa Departemen Keuangan AS akan menggunakan seluruh alat dan wewenang yang dimiliki, serta bersiap memberlakukan sanksi sekunder terhadap lembaga keuangan luar negeri yang terus berdukung tindakan Iran,” tulis pernyataan yang dipublikasikan di platform X.
Tindakan ini bertujuan mengurangi peningkatan harga energi global yang dipicu oleh perang antara AS dan Israel melawan Iran. Dalam beberapa hari ke depan, izin penjualan minyak Iran yang tertahan di laut akan berakhir. Pengecualian sementara selama 30 hari yang diterbitkan pada 20 Maret memungkinkan penjualan sekitar 140 juta barel minyak Iran.
Situasi diplomatik antara dua negara memanas karena respons Iran yang menutup Selat Hormuz dan menargetkan infrastruktur energi di wilayah sekutu Arab Teluk. Konflik ini berdampak langsung pada harga minyak, menyebabkan kenaikan tajam. Perundingan intensif antara AS dan Iran yang berlangsung maraton berakhir akhir pekan lalu tanpa kesepakatan untuk memutus pertikaian secara permanen.
Sebelumnya, pada hari yang sama, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan akan dilanjutkan di Pakistan dalam dua hari mendatang. Meskipun belum ada pengumuman resmi, langkah ini menunjukkan upaya terus-menerus AS untuk menekan Iran secara ekonomi.
