Program Terbaru: Bappenas sarankan Sumbar mulai optimalkan diversifikasi sumber ekonomi

9e638d68 7c64 4767 882e 34c8a4be2a1d 0

Kota Padang – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyarankan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mulai mengoptimalkan diversifikasi sumber-sumber ekonomi agar tidak bergantung pada aspek tertentu saja. "Kita perlu melakukan diversifikasi (sumber ekonomi) yang lebih luas," kata Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Bappenas RI Medrilzam di Padang, Rabu, di sela Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sumbar 2027. Medrilzam melihat selama ini Provinsi Sumbar masih terfokus pada aspek pertanian dan perkebunan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

Oleh karena itu, Bappenas menyarankan agar daerah tersebut mulai berani mencari sumber lain agar tidak bergantung pada pertanian dan perkebunan saja. Menurutnya, Sumbar tidak boleh hanya memproduksi bahan-bahan mentah tetapi harus mulai menciptakan produk turunan. Selain mendukung hilirisasi yang digencarkan pemerintah pusat, langkah ini juga mendorong kemandirian daerah.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,7 persen, Sumbar tidak lagi bergerak secara parsial. "Sumbar telah menetapkan sebuah arsitektur pertumbuhan holistik sebagai cetak biru pembangunan ekonomi," ujar Gubernur. Eks Wali Kota Padang itu mengatakan pilar utama cetak biru itu terdiri dari hilirisasi agroindustri, penguatan pariwisata dan ekonomi hijau, serta digitalisasi UMKM sebagai mesin pertumbuhan baru.

Lebih jauh, Gubernur menyebut strategi pertama diarahkan pada hilirisasi agroindustri sebagai magnet devisa. Transformasi dilakukan melalui pendekatan value chain staircase dimana komoditas tidak lagi diekspor dalam bentuk mentah, tetapi terlebih dahulu diolah untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar. Dengan pendekatan ini, Sumbar menargetkan devisa hasil ekspor meningkat signifikan dari Rp20 triliun menjadi Rp80 triliun dengan potensi penyerapan tenaga kerja hingga 240.000 orang hingga 2029.